Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
Teropong Rakyat Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Tropong PLUS Masuk
T+
Terkini
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Teropong Rakyat. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTDari Modal Rp9 Juta, Bisnis 3D Printing Anak Muda AS Berkembang PesatKomentar: 0

Dari Modal Rp9 Juta, Bisnis 3D Printing Anak Muda AS Berkembang Pesat

Teropong Rakyat, 18 Oktober 2026, 22:39 WIB · 4 menit bacaBaca di App
Huruf
Foto: Dokumentasi
Bisnis 3D Printing Milik Anak Muda AS Melejit, Raup Pendapatan Rp14,5 Miliar. (Ilustrasi)

JAKARTA, teropongrakyat.co – Bisnis berbasis teknologi pencetakan tiga dimensi atau 3D printing milik Mike Satterlee, pemuda berusia 19 tahun asal Amerika Serikat, berkembang pesat setelah produknya viral di media sosial. Berawal dari satu mesin printer 3D, kini usahanya memiliki 160 mesin untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.

Satterlee mulai mendapatkan perhatian setelah meluncurkan CruiseCup, produk pendingin minuman kaleng yang dirancang untuk menampung dua kaleng berukuran sekitar 340 gram. Produk tersebut menjadi viral setelah dipromosikan melalui Instagram dan mendapat pesanan dalam jumlah besar setiap harinya.

Dikutip dari CNBC Make It, Minggu (18/10/2026), lonjakan permintaan membuat Satterlee membutuhkan waktu sekitar enam minggu untuk menyelesaikan pesanan yang masuk. Saat itu, ia telah mengoperasikan 60 printer 3D di sebuah gudang seluas sekitar 278,7 meter persegi di Clifton Park, New York.

Popularitas CruiseCup turut mendongkrak pendapatan bisnisnya. Dalam satu bulan, produk tersebut dilaporkan menghasilkan keuntungan sekitar US$100.000 atau setara Rp1,8 miliar, berdasarkan asumsi kurs yang digunakan dalam laporan.

Sementara itu, sepanjang 2025, bisnis Satterlee mencatat pendapatan kotor sebesar US$808.000 atau sekitar Rp14,5 miliar. Penjualan dilakukan melalui situs web, TikTok Shop, serta Amazon.

Berawal dari Satu Mesin Printer 3D

Ketertarikan Satterlee terhadap teknologi pencetakan tiga dimensi bermula ketika ia mengikuti kelas desain dan gambar untuk produksi saat masih duduk di bangku sekolah menengah atas.

Pada September 2022, ia membeli printer 3D pertamanya seharga US$500 atau sekitar Rp9 juta. Modal tersebut berasal dari tabungan hadiah Natal, ulang tahun, serta penghasilan dari usaha yang sebelumnya pernah ia jalankan.

Baca Juga:  VRITIMES Memperkuat Jaringan Media dengan Kerjasama Strategis Bersama BantenViral.com

Pada Juni 2023, Satterlee mulai membangun bisnis 3D printing pertamanya dengan memproduksi aksesori dekoratif untuk sepatu Crocs melalui merek Solefully.

Usaha tersebut berkembang cukup pesat dan mencatat penjualan sekitar US$250.000 atau setara Rp4,5 miliar pada 2024. Pertumbuhan bisnis itu memungkinkan Satterlee menyewa gudang sejak November 2024 dengan biaya sekitar US$3.600 atau Rp64,9 juta per bulan untuk menampung mesin-mesin produksinya.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi Satterlee untuk mengembangkan produk baru dengan potensi pasar yang lebih besar.

CruiseCup Jadi Produk Andalan

Sebelum lulus sekolah menengah atas, Satterlee mulai mempertimbangkan untuk tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi karena melihat peluang bisnis yang menjanjikan.

Ia kemudian bereksperimen dengan berbagai produk dan menemukan bahwa aksesori tempat minuman untuk mobil memiliki daya tarik lebih besar di media sosial serta margin keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan aksesori sepatu.

CruiseCup kemudian dikembangkan setelah Satterlee melihat kelemahan produk sejenis yang mengharuskan pengguna mengeluarkan kedua kaleng untuk mengambil minuman yang berada di bagian lainnya.

Dari pengamatan tersebut, ia merancang produk yang dinilai lebih praktis. Satterlee juga telah mengajukan dua permohonan paten terkait desain CruiseCup, sebagaimana disebutkan dalam laporan.

Keberhasilan produk baru itu membuatnya memutuskan menutup bisnis Solefully pada Juni 2025 dan memusatkan perhatian pada CruiseCup.

Keuntungan Diputar Kembali untuk Pengembangan Usaha

Meski menghasilkan pendapatan besar, Satterlee tidak langsung menggunakan sebagian besar keuntungan bisnisnya untuk kebutuhan pribadi.

Ia dilaporkan hanya mengambil sekitar US$500 hingga US$1.500 per bulan, atau sekitar Rp9 juta hingga Rp27 juta, sementara sebagian besar pendapatan digunakan kembali untuk membeli printer 3D, mengembangkan produk baru, serta membiayai promosi melalui media sosial.

Baca Juga:  Port Academy Bantu Anda Mengelola Barang Berbahaya di Pelabuhan dengan Sertifikasi IMDG Code

Satterlee menjalankan bisnis tersebut secara penuh waktu bersama seorang karyawan. Selain memproduksi pendingin kaleng berbahan plastik menggunakan mesin printer 3D, ia juga bekerja sama dengan manufaktur di China untuk menyediakan produk berbahan baja tahan karat.

Strategi menginvestasikan kembali keuntungan tersebut menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memenuhi permintaan pasar.

Peluang Bisnis 3D Printing Terus Berkembang

Bisnis 3D printing dinilai memiliki peluang bagi pelaku usaha muda karena dapat dimulai dengan modal relatif terjangkau, bergantung pada jenis mesin, bahan baku, dan skala produksi yang dipilih.

Data yang dikutip dalam laporan tersebut menyebutkan, jumlah produk hasil 3D printing yang dijual melalui Shopify meningkat 112 persen pada periode Oktober 2025 hingga September 2026.

Ke depan, Satterlee berencana memperluas bisnisnya dengan menambahkan teknologi pencetakan UV, mengembangkan produk perlengkapan minuman, serta merekrut lebih banyak tenaga pemasaran agar CruiseCup dapat memasuki pasar ritel yang lebih luas.

Kisah Satterlee memperlihatkan bagaimana kreativitas, kemampuan membaca kebutuhan konsumen, dan pemanfaatan media sosial dapat menjadi modal penting dalam membangun bisnis berbasis teknologi.

Dari satu mesin printer 3D yang dibeli menggunakan tabungan pribadi, ia berhasil mengembangkan usaha dengan ratusan mesin dan pendapatan tahunan miliaran rupiah. Perjalanan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa inovasi produk dan pengelolaan keuntungan yang terencana dapat membuka peluang pertumbuhan bisnis bagi generasi muda.

Lihat Bisnis Selengkapnya→
Artikel Terkait Bisnis
Breaking NewsKanal lain
TNI – PolriKanal lain