BSKDN Teken Kerja Sama dengan ADRI Perkuat Kolaborasi Riset dan Inovasi

- Jurnalis

Minggu, 29 Desember 2024 - 09:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gorontalo – TeropongRakyat.Co || Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo menandatangani kerja sama dengan Perkumpulan Ahli dan Dosen Republik Indonesia (ADRI). Kerja sama ini dilakukan untuk memperkuat kolaborasi riset dan inovasi. Penandatanganan ini berlangsung di Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ADRI Provinsi Gorontalo, Sabtu (28/12/2024).

Dalam sambutannya, Yusharto mengatakan, pihaknya berkepentingan menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta terutama dalam melakukan riset. Hasil riset tersebut menjadi dasar bagi BSKDN dalam menyusun rekomendasi kebijakan. “Kami sangat berharap dari Bapak dan Ibu dari perguruan tinggi untuk bisa menghasilkan berbagai hasil penelitian, yang selanjutnya bisa ditindaklanjuti menjadi kebijakan di tingkat Kementerian Dalam Negeri maupun pada pemerintah daerah,” kata Yusharto.

Tidak hanya memanfaatkan riset sebagai dasar rekomendasi kebijakan, BSKDN Kemendagri juga melakukan sejumlah pengukuran yang didasarkan pada indeks, salah satunya indeks inovasi daerah. Dia mengatakan, skor inovasi Indonesia dibanding beberapa negara lain masih perlu ditingkatkan. Karena itu, pihaknya terus memacu pemerintah daerah (Pemda) agar terus meningkatkan inovasi melalui berbagai kebijakan. Terlebih sejak reformasi birokrasi yang memberikan banyak peluang kepada Pemda untuk berinovasi.

Baca Juga:  BRI BO Rangkasbitung Pererat Hubungan dengan Masyarakat Baduy Luar melalui Silaturahmi dan Sosialisasi Layanan Perbankan

“Sejak reformasi birokrasi kemarin Bapak/Ibu sekalian sangat terbuka peluang untuk melakukan berbagai perubahan. Berbagai perubahan ini di antaranya bisa berupa diskresi ataupun melakukan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan,” katanya.

Dirinya menekankan, perguruan tinggi berperan penting dalam meningkatkan inovasi. Namun, dia mencatat bahwa saat ini tak sedikit inovasi yang dihasilkan oleh perguruan tinggi dalam penerapannya di masyarakat kurang optimal. Pemda harus bisa menjadi pihak yang dapat memaksimalkan penerapan inovasi tersebut.

Maka dari itu, Yusharto menyambut baik kerja sama dengan ADRI karena akan menambah mitra untuk meningkatkan inovasi di daerah melalui pemanfaatan berbagai hasil riset. Pihaknya juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi lainnya dalam meningkatkan inovasi. “Kami sangat menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan hari ini. Di antaranya kami akan mendapatkan tambahan mitra,” ungkapnya.

Baca Juga:  KOMPASS PEDULI BERI BANTUAN WARGA TERKENA MUSIBAH BANJIR BANDANG DI PESSEL

Yusharto juga menyebutkan sejumlah praktik baik yang telah dilakukan Pemda dalam meningkatkan inovasi melalui kerja sama dengan perguruan tinggi. Hal ini seperti Kabupaten Wonogiri yang melibatkan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi yang tengah menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kolaborasi ini mendorong mahasiswa untuk menghasilkan inovasi di daerah penugasannya.

Dia juga menjelaskan, Kemendagri melalui BSKDN telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan inovasi daerah. Selain melakukan pengukuran, BSKDN Kemendagri juga memberikan penghargaan kepada daerah terinovatif. Hal ini sebagai upaya untuk membangun ekosistem inovasi yang lebih baik di daerah.

Sumber Berita: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

JIC Belum Direvitalisasi Pasca Kebakaran 2022, Warga Pertanyakan Keseriusan Pemprov DKI Jakarta
Satpol PP Kecamatan Cilincing Amankan 72 Botol Miras di Semper Barat, Ketua RW Apresiasi Gerak Cepat Petugas
Rumah Anyaman Bambu di Kepanjen Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Kompor Gas yang Lupa Dimatikan
Suara dari Panggung dan Dapur, Ulfa Bone Tegaskan: Relawan Emak-emak Bukan Sekedar Penyokong, Mereka Bawa Perubahan yang harus Dapat Ruang Penuh
Warga Pertanyakan Proyek Pintu Air Marunda Senilai Rp6 Miliar, Rob Masih Rendam Permukiman
Dekot Jakarta Utara Turun Tangan, Pelebaran Jalan Marunda Pulo Diwarnai Polemik dan Sejumlah Kejanggalan
“Api Doa dan Penginjilan Terus Menyala Dari IKN Kaltim sampai ke Bangsa Bangsa”
Peresmian Bedah Rumah Baznas-Bazis Jakarta Utara, Wali Kota: Wujud Nyata Kepedulian untuk Hunian Layak Warga

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 19:02 WIB

JIC Belum Direvitalisasi Pasca Kebakaran 2022, Warga Pertanyakan Keseriusan Pemprov DKI Jakarta

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:29 WIB

Satpol PP Kecamatan Cilincing Amankan 72 Botol Miras di Semper Barat, Ketua RW Apresiasi Gerak Cepat Petugas

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:12 WIB

Rumah Anyaman Bambu di Kepanjen Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Kompor Gas yang Lupa Dimatikan

Minggu, 12 Juli 2026 - 05:40 WIB

Suara dari Panggung dan Dapur, Ulfa Bone Tegaskan: Relawan Emak-emak Bukan Sekedar Penyokong, Mereka Bawa Perubahan yang harus Dapat Ruang Penuh

Sabtu, 11 Juli 2026 - 17:16 WIB

Warga Pertanyakan Proyek Pintu Air Marunda Senilai Rp6 Miliar, Rob Masih Rendam Permukiman

Berita Terbaru