SPBU Karangmoncol Bantah Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi, Dorong Verifikasi Fakta

- Jurnalis

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang, teropongrakyat.co – Pemberitaan yang menarasikan adanya dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi melalui pelayanan barcode sektor pertanian di SPBU 44-523-02 Karangmoncol, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, mendapat sanggahan.

Dalam narasi sebelumnya, SPBU 44-523-02 disebut-sebut menjadi lokasi pembelian solar bersubsidi menggunakan barcode pertanian yang kemudian dikumpulkan melalui jerigen dan diduga dijual kembali kepada seorang pengusaha yang disebut dengan nama “Bos Heri” untuk selanjutnya dipasarkan kepada nelayan maupun sektor industri.

Atas munculnya tudingan tersebut, perlu ditegaskan bahwa sejumlah klaim dalam pemberitaan tersebut merupakan dugaan yang masih memerlukan pembuktian dan verifikasi dari pihak berwenang. Penyebutan nama, lokasi, maupun dugaan keterlibatan pihak tertentu tidak serta-merta dapat dianggap sebagai fakta hukum sebelum adanya hasil pemeriksaan resmi.

Pihak SPBU 44-523-02 juga berhak mendapatkan ruang klarifikasi terkait mekanisme pelayanan BBM bersubsidi, penggunaan barcode atau surat rekomendasi sektor pertanian, serta prosedur pengawasan transaksi yang diterapkan di SPBU.

Baca Juga:  Telah Terbentuk (GPN) Gerakan perubahan Nusantara organisasi kemasyarakatan menuju Indonesia emas

Pelayanan BBM bersubsidi untuk sektor tertentu pada prinsipnya memiliki ketentuan dan mekanisme administrasi yang harus dipatuhi. Karena itu, apabila terdapat dugaan penyimpangan dalam pelaksanaannya, pembuktian semestinya dilakukan melalui pemeriksaan dokumen transaksi, data penyaluran, rekaman CCTV, data barcode, keterangan petugas SPBU, konsumen, serta bukti-bukti lain yang relevan.

Demikian pula tudingan mengenai adanya pengumpulan solar di kawasan persawahan maupun dugaan penyaluran kepada pihak tertentu perlu diverifikasi secara langsung. Informasi berdasarkan pengakuan seseorang atau hasil penelusuran lapangan belum dapat dijadikan satu-satunya dasar untuk menyimpulkan telah terjadi tindak pidana.

Terkait penyebutan nama “Bos Heri”, diperlukan klarifikasi dan bukti yang dapat menunjukkan identitas pihak yang dimaksud serta hubungan konkretnya dengan transaksi BBM bersubsidi sebagaimana dituduhkan. Hal tersebut penting agar pemberitaan tidak menimbulkan kesimpulan sepihak terhadap seseorang yang belum dinyatakan bersalah oleh aparat penegak hukum.

Apabila memang ditemukan indikasi pelanggaran, pihak berwenang memiliki kewenangan untuk melakukan pemeriksaan dan mengambil tindakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Sebaliknya, apabila hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya pelanggaran, maka informasi yang telah beredar perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kerugian reputasi bagi pihak-pihak yang tidak terbukti terlibat.

Baca Juga:  Polres Kepulauan Seribu Gelar Sholat Idul Adha 1446 H di Masjid Baitul Jannah Marina Ancol

Karena itu, publik diimbau tidak langsung menarik kesimpulan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi secara menyeluruh. Setiap dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi sebaiknya disampaikan kepada instansi berwenang untuk dilakukan pemeriksaan secara objektif dan transparan.

Redaksi memberikan ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pengelola SPBU 44-523-02, pihak yang disebut dalam pemberitaan, maupun pihak terkait lainnya untuk menyampaikan penjelasan, data, atau bukti yang relevan.

Dengan demikian, substansi persoalan bukan semata-mata pada tudingan, melainkan pada pembuktian faktual mengenai apakah benar terjadi penyimpangan penyaluran BBM bersubsidi di SPBU 44-523-02 Karangmoncol. Hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang menjadi dasar yang lebih tepat untuk menentukan ada atau tidaknya pelanggaran.

Berita Terkait

Tanah Waris Tak Boleh Dijadikan Saham! RPA Indonesia: KPK Harus Kembalikan Hak Ahli Waris Sebelum Terlambat
Dugaan Korupsi 15 Tahun PT Migas Bekasi, Yohanes Oci : Kejagung Sisir Aliran Dana dan Pejabat Pemkot
Kodim 0503/JB Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Jakarta Barat di Tengah Kemarau
Dosen Manajemen UPN Veteran Jawa Timur Latih Senkom SAR Kota Pasuruan Tangani Risiko Kecelakaan dan Kebakaran
PEWARNA Indonesia Hadir di Kemenag, Doa Lintas Agama di 7 Propinsi dan Jaga Kesatuan Bangsa
Menguji Integritas yang Alpa: Mungkinkah Legalitas Wapres Gibran Runtuh?
Dosen UPN Veteran Jawa Timur Edukasi Anggota Senkom Kota Pasuruan soal Keamanan Transaksi Elektronik
S Tidak Boleh Jatuh Jadi Korban, Relawan Perempuan dan Anak Indonesia Kawal Persoalan Vanessa: Anak Tetap Harus Sekolah, Jabatan Tak Boleh Menjadi Perisai Keadilan

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:23 WIB

SPBU Karangmoncol Bantah Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi, Dorong Verifikasi Fakta

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Tanah Waris Tak Boleh Dijadikan Saham! RPA Indonesia: KPK Harus Kembalikan Hak Ahli Waris Sebelum Terlambat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Dugaan Korupsi 15 Tahun PT Migas Bekasi, Yohanes Oci : Kejagung Sisir Aliran Dana dan Pejabat Pemkot

Selasa, 29 September 2026 - 15:57 WIB

Kodim 0503/JB Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Jakarta Barat di Tengah Kemarau

Selasa, 29 September 2026 - 13:36 WIB

Dosen Manajemen UPN Veteran Jawa Timur Latih Senkom SAR Kota Pasuruan Tangani Risiko Kecelakaan dan Kebakaran

Berita Terbaru