Sumber foto: Merahputih.com
Jakarta – Teropongrakyat.co – 26 September 2026 – Kabar duka mendalam kembali menyelimuti bangsa Indonesia. Putra kebanggaan bangsa, tokoh budaya, pelestari warisan leluhur, sekaligus putra kandung Sang Proklamator Ir. Soekarno, Guruh Sukarnoputra, telah berpulang ke Rahmatullah. Kepergiannya bukan sekadar kehilangan bagi keluarga, melainkan kehilangan besar bagi dunia budaya dan peradaban bangsa.

Mewakili Pengurus Daerah PEWARNA Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Johan Sopaheluwakan, S.Pd., C.EJ., C.BJ., CLA-D., CPC., CPL selaku Ketua PD DKI Jakarta, menyampaikan ucapan duka yang tulus dan penuh penghormatan.
SIAPA GURUH SUKARNOPUTRA?
Guruh Sukarnoputra lahir di Jakarta, 13 Juli 1953. Ia adalah putra dari pasangan Ir. Soekarno dan Fatmawati. Sepanjang hidupnya, ia tidak menumpang pada nama besar ayahnya — melainkan menapaki jalan sendiri sebagai seniman, penari, koreografer, penulis, dan pejuang pelestarian budaya Nusantara.
Namanya terukir kokoh di kancah kebudayaan nasional maupun internasional. Guruh dikenal sebagai sosok yang tak kenal lelah memperkenalkan kekayaan budaya bangsa ke panggung dunia. Karya-karyanya berupa tarian, naskah, dan gagasan kebudayaan menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan.
Ia pendiri Yayasan Kebudayaan Soekarno, sosok yang senantiasa mengingatkan: kemerdekaan bukan sekadar bebas dari penjajah, melainkan berdaulat menjaga jati diri bangsa.
Sepanjang pengabdiannya, Guruh Sukarnoputra menerima berbagai penghargaan, baik dari pemerintah maupun masyarakat, atas dedikasinya yang tak tergoyahkan menjaga warisan leluhur agar tidak hilang tergerus zaman.
UCAPAN DUKA DARI PEWARNA INDONESIA DKI JAKARTA
Berikut pernyataan resmi yang disampaikan Johan Sopaheluwakan:
“Kami segenap keluarga besar PEWARNA Indonesia pada umumnya dan khususnya yang ada di Provinsi DKI Jakarta turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Bapak Guruh Sukarnoputra. Kepergian beliau adalah kehilangan yang sangat besar — bukan hanya bagi Keluarga Besar Sukarno, melainkan bagi seluruh rakyat Indonesia yang mencintai budaya dan jati diri bangsa.
Guruh Sukarnoputra adalah bukti nyata bahwa nama besar ayahnya diwarisi bukan dalam bentuk kemewahan, melainkan dalam bentuk tanggung jawab yang luar biasa.
Guruh memilih jalan melestarikan budaya, menjaga kearifan leluhur, dan mengenalkan keindahan Nusantara ke dunia tanpa henti. Di tengah zaman yang serba cepat dan kadang melupakan akar, Guruh justru semakin kokoh berdiri menjaga fondasi kebudayaan kita.

Kepada Ibu, Saudara-saudara, serta seluruh Keluarga Besar Sukarno, kami turut merasakan duka ini. Ketahuilah: jasa-jasa beliau, karya-karya beliau, dan semangat cinta tanah air yang beliau wariskan akan terus hidup di tengah masyarakat. Guruh telah pulang, namun jejak langkahnya tetap terang benderang bagi generasi mendatang.
Semoga Allah SWT menerima amal ibadah beliau, melapangkan kuburnya, dan menempatkan beliau di tempat yang paling mulia di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan yang tak terhingga.
Selamat jalan, Pejuang Budaya Bangsa. Selamat pulang ke rumah Bapak dan Ibu tercinta. Jasa dan kasihmu takkan pernah pudar oleh waktu.”
Bangsa Indonesia kehilangan satu putra terbaiknya. Namun warisan yang ditinggalkan — berupa cinta budaya, kebanggaan identitas, dan pengabdian tulus kepada tanah air — akan terus dirawat, dijaga, dan dikembangkan oleh generasi penerus.
Selamat jalan, Guruh Sukarnoputra. Terima kasih telah mengingatkan kami siapa bangsa ini dan dari mana asalnya.
Johan Sopaheluwakan, S.Pd., C.EJ., C.BJ., CLA-D., CPC., CPL
Ketua PEWARNA Indonesia Provinsi DKI Jakarta
Red/JS



























































