JAWA TENGAH, teropongrakyat.co — Dr. Budiyono, S.H., M.H., CPM, membantah isu yang menyebut pendampingannya terhadap sejumlah karyawan PT Perkebunan Nusantara I (Persero) atau PTPN I berkaitan dengan keinginan untuk kembali menjadi pegawai perusahaan.
Klarifikasi tersebut disampaikan Budiyono saat bertemu sejumlah awak media di RM Selasih, Jawa Tengah, Kamis (27/8/2026). Ia menegaskan bahwa pendampingan dilakukan dalam kapasitasnya sebagai advokat, khususnya dalam memperjuangkan hak-hak karyawan.
Budiyono menyatakan keberatan apabila aktivitas profesionalnya dikaitkan dengan keinginan untuk kembali bekerja di PTPN I. Menurutnya, masa pengabdiannya di lingkungan PTPN telah berakhir pada 1 Juli 2026.
“Kalau perjuangan saya mendampingi karyawan dikaitkan dengan keinginan agar saya diangkat kembali sebagai pegawai PTPN, itu tidak benar. Pengabdian saya sudah selesai. Saat ini saya menjalankan profesi sebagai advokat,” tegas Budiyono.
Selain membantah isu tersebut, Budiyono juga menyoroti komunikasi yang dikaitkan dengan Direktur SDM PTPN I, Siwi Peni. Ia meminta agar setiap informasi mengenai dirinya maupun persoalan yang menyangkut karyawan disampaikan secara utuh, berdasarkan fakta dan bukti.
Menurut Budiyono, informasi yang tidak disampaikan secara lengkap berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan memperkeruh hubungan antarpara pihak.
“Kalau ada persoalan, mari disampaikan berdasarkan fakta dan bukti. Jangan sampai komunikasi yang tidak utuh membuat orang saling curiga, saling menyalahkan, bahkan terpecah,” ujarnya.
Budiyono menegaskan bahwa kritik maupun pandangan yang disampaikannya merupakan bagian dari sikap profesional dalam menjalankan kapasitas sebagai advokat. Ia berharap setiap persoalan di lingkungan perusahaan dapat diselesaikan melalui komunikasi terbuka, profesional, dan sesuai mekanisme hukum yang berlaku.
Siwi Peni Belum Memberikan Tanggapan
Sementara itu, Siwi Peni selaku Direktur SDM PTPN I telah dikonfirmasi mengenai pernyataan Budiyono. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi yang disampaikan.
Konfirmasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperoleh informasi yang berimbang sekaligus memberikan ruang kepada pihak yang disebut untuk menyampaikan klarifikasi dan penjelasan.
Dengan belum adanya tanggapan tersebut, penjelasan dari Siwi Peni maupun manajemen PTPN I masih dinantikan.
Budiyono sendiri menyatakan tetap mengedepankan penyelesaian persoalan secara profesional dan berdasarkan fakta. Ia juga mengimbau seluruh pihak agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
Berita ini terbuka untuk diperbarui apabila Siwi Peni maupun manajemen PTPN I memberikan keterangan resmi terkait persoalan tersebut.



























































