Jakarta, Teropongrakyat.1 Juni 2026 – Momentum Hari Lahir Pancasila dimanfaatkan Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar, untuk mengkritisi arah kebijakan pemerintah. Ia meminta Presiden Prabowo Subianto lebih memprioritaskan pembenahan ekonomi dalam negeri dibanding kunjungan ke luar negeri.
Menurut Rahmad, nilai Pancasila harus diwujudkan lewat kebijakan yang berpihak pada rakyat. Saat ini masyarakat menghadapi tantangan ekonomi seperti daya beli turun, lapangan kerja terbatas, dan harga kebutuhan pokok naik.
“Kondisi ekonomi masyarakat butuh perhatian serius. Pemerintah harus hadir memberikan solusi nyata agar rakyat merasakan manfaat pembangunan langsung,” ujar Rahmad, Senin (1/6/2026).
PR Pemerintah Menurut Rahmad Sukendar:
1. Penguatan ekonomi kerakyatan
2. Penciptaan lapangan kerja
3. Pemberantasan narkoba
4. Peningkatan pelayanan publik
5. Menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok
Rahmad mengakui kunjungan luar negeri penting untuk diplomasi dan investasi. Tapi ia menegaskan prioritas utama tetap masalah rakyat di dalam negeri.
“Hari Lahir Pancasila harus jadi momentum refleksi. Jangan sampai rakyat merasa diabaikan saat ekonomi sulit,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan sila kelima Pancasila, _Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia_, harus jadi pedoman utama kebijakan. “Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan. Nilainya harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang berpihak ke rakyat kecil,” lanjutnya.
Menutup pernyataan, Rahmad mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum memperkuat persatuan dan membangun Indonesia yang adil dan sejahtera.
“Rakyat butuh bukti nyata, bukan sekadar janji. Pemerintah harus tunjukkan keberpihakan lewat langkah konkret,” pungkasnya.



























































