Jalan Pulo Timaha Hancur dan Penuh Sampah, Warga Babelan Dipaksa Bertahan di Tengah Kelalaian Pemerintah

- Jurnalis

Sabtu, 10 Januari 2026 - 10:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BABELAN, TeropongRakyat.co — Kondisi Jalan Pulo Timaha, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, bukan lagi sekadar rusak, melainkan sudah layak disebut jalur penderitaan warga. Di tengah panas terik, jalan utama yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat justru berubah menjadi kubangan air, penuh lubang, licin, dan berbahaya. Sabtu. (10/01/2026).

Ironisnya, kerusakan ini terjadi bukan di gang sempit, melainkan di jalan yang setiap hari dilalui warga untuk bekerja, berdagang, dan menghidupi keluarganya. Namun hingga kini, tidak terlihat sedikit pun rasa urgensi dari kepala desa, kecamatan, maupun Pemkab Bekasi. Seolah-olah selama belum ada korban jiwa, masalah ini belum cukup penting untuk ditangani.

Baca Juga:  Bangunan Liar di Atas Perairan Laut Kalibaru Dilalap Si Jago Merah, Beruntung Tak Ada Korban

Lubang-lubang jalan yang tertutup genangan air menjadi jebakan maut bagi pengendara. Pengguna roda dua kerap terpaksa bermanuver ekstrem demi menghindari lubang, sementara kendaraan roda empat melaju dengan risiko kerusakan parah. Anehnya, situasi ini terus dibiarkan, seakan keselamatan warga hanyalah angka statistik belaka.

Di sisi lain, tumpukan sampah yang mengular di sepanjang jalan memperlihatkan wajah buruk pengelolaan lingkungan. Bau menyengat mulai tercium, lalat beterbangan, dan potensi penyakit mengintai warga sekitar. Peran RT/RW nyaris tak terdengar, sementara pengawasan dari desa dan kecamatan tampak hilang entah ke mana.

Pemerintah desa dan kecamatan seharusnya tidak hanya pandai membuat laporan seremonial atau menunggu instruksi dari atas. Kepala desa dan camat wajib hadir, turun ke lapangan, dan memberi solusi nyata, bukan sekadar janji atau dalih klasik soal keterbatasan anggaran.

Baca Juga:  Catat Titik Kantong Parkir saat Perayaan Malam Tahun Baru di Jakarta

Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka wajar bila publik menilai pemerintah setempat gagal menjalankan fungsi dasarnya. Jalan rusak dan sampah menggunung bukan hanya persoalan infrastruktur dan kebersihan, tetapi cermin nyata dari ketidakpedulian terhadap hak dasar warga.

Masyarakat Babelan berhak atas jalan yang layak dan lingkungan yang sehat. Pertanyaannya kini sederhana: kapan pemerintah benar-benar bekerja, dan bukan sekadar terlihat bekerja?

Berita Terkait

Visualisasi Keluarga Sederhana Dengan Pembelajaran Inspiratif Tentang Arti Kesetiaan Sesungguhnya
Bonus Atlet Berprestasi Dipangkas, GM FKPPI Desak Walikota Pasuruan Mundur !
Wapres ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia
Hujan Es Terjadi di Desa Cilenger, Warga Diimbau Tetap Waspada
Sebanyak 54 Personel Dimutasi, Polri Tegaskan Komitmen Pembinaan Karier dan Profesionalisme
Hadapi Teror, Ibu Kandung Nizam Ajukan Perlindungan ke LPSK
Serangan Mendadak Israel ke Teheran, Situasi Timur Tengah Memanas
Kuasa Hukum ASTIKA WAHYU AJI, SH., M.PSI.T Bersama LBH Putra Bhayangkara Mengecam Penyembunyian Aset Eksekusi Oleh Termohon HS

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 14:49 WIB

Visualisasi Keluarga Sederhana Dengan Pembelajaran Inspiratif Tentang Arti Kesetiaan Sesungguhnya

Senin, 2 Maret 2026 - 12:38 WIB

Bonus Atlet Berprestasi Dipangkas, GM FKPPI Desak Walikota Pasuruan Mundur !

Senin, 2 Maret 2026 - 11:03 WIB

Wapres ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia

Minggu, 1 Maret 2026 - 21:00 WIB

Hujan Es Terjadi di Desa Cilenger, Warga Diimbau Tetap Waspada

Minggu, 1 Maret 2026 - 12:42 WIB

Sebanyak 54 Personel Dimutasi, Polri Tegaskan Komitmen Pembinaan Karier dan Profesionalisme

Berita Terbaru

Breaking News

Wapres ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia

Senin, 2 Mar 2026 - 11:03 WIB

Breaking News

Hujan Es Terjadi di Desa Cilenger, Warga Diimbau Tetap Waspada

Minggu, 1 Mar 2026 - 21:00 WIB