Prabu JayaBaya

- Jurnalis

Kamis, 21 November 2024 - 10:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejarah – TeropongRakyat.co || Prabu Sri Aji Jayabaya, atau lebih dikenal sebagai Prabu Jayabaya, adalah salah satu raja yang terkenal dalam sejarah Indonesia, khususnya di pulau Jawa. Ia merupakan Raja ketiga Kerajaan Panjalu, yang lebih dikenal dengan nama Kerajaan Kediri, dan memerintah selama 24 tahun, dari tahun 1135 hingga 1159 Masehi. Prabu Jayabaya merupakan putra dari Prabu Kameswara Salakabhuwanatustikiran, Sarwaniwaryawirya Parakramadigdayo Tunggadewa, cucu dari Prabu Sri Jayawarsa, pendiri Kerajaan Panjalu, serta cicit dari Prabu Airlangga, Raja Medang Kahuripan.

Selama masa pemerintahannya, Prabu Jayabaya dikenal sebagai sosok yang sangat bijaksana. Beliau memiliki kemampuan untuk meramalkan keadaan Tanah Jawa pada ratusan tahun yang akan datang, menjadikannya terkenal karena ramalan-ramalan yang terkait dengan masa depan Jawa. Selain itu, Prabu Jayabaya juga dikenal sebagai seorang pembangun yang memajukan Kerajaan Kediri dengan membangun berbagai infrastruktur penting, seperti jalan, jembatan, dan bendungan, yang berkontribusi pada kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya.

Baca Juga:  KOLABORASI PT API DALAM PROGRAM TJSL PENATAAN LINGKUNGAN KAMPUNG PELINDO 2026

Menurut berbagai sumber seperti Serat Pranitiradya dan Serat Pranitiwakya, Prabu Jayabaya juga dikenal sebagai seorang raja yang sangat memperhatikan kesejahteraan rakyatnya, menjadikannya dihormati dan dikenang sebagai pemimpin yang adil dan bijaksana.

Prabu Jayabaya menikah dengan Dewi Sara dan memiliki beberapa anak, antara lain Jaya Hamijaya, Dewi Pramesti, Dewi Pramuni, dan Dewi Sasanti. Jaya Hamijaya sendiri dipercaya menjadi leluhur bagi raja-raja besar di Jawa, termasuk raja-raja di Majapahit dan Mataram Islam. Sementara Dewi Pramesti menikah dengan Astradarma, Raja Yawastina, dan melahirkan Anglingdarma, Raja Malawapati.

Setelah memerintah dengan bijaksana selama 24 tahun, Prabu Jayabaya turun takhta pada usia tua. Ia dikisahkan mengakhiri hidupnya dengan moksha (mencapai kebebasan spiritual) di Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Lokasi petilasan Prabu Jayabaya tersebut kini menjadi tempat yang dikeramatkan oleh masyarakat setempat dan ramai dikunjungi hingga saat ini. Beberapa situs penting yang terkait dengan Prabu Jayabaya di antaranya adalah:

Baca Juga:  Suku Dinas GULKARMAT Jakarta Pusat Distribusikan 21 APAR di RW 08 Kelurahan Utan Panjang

1. Titik Pamoksan (tempat semedi hingga akhirnya moksha),

2. Loka Busana (tempat sang raja melukar busana),

3. Loka Makuta (tempat sang raja menanggalkan mahkota),

4. Sendang Tirta Kamandanu (mata air yang berjarak sekitar 500 meter dari pusara pamoksan).

Prabu Sri Aji Jayabaya tidak hanya dikenang sebagai raja besar, tetapi juga sebagai tokoh legendaris yang memberikan banyak pengaruh terhadap sejarah dan budaya Jawa, serta meninggalkan warisan yang masih hidup dalam ingatan masyarakat hingga kini.

Penulis : Ruhan

Editor : Romli S.IP

Sumber Berita: Arsip Nasional Indonesia

Berita Terkait

Dirjen Pemasyarakatan Mashudi Mundur Usai Polemik Lapas Cibinong, Fasilitas Mewah Kini Berujung Pertanggungjawaban Hukum
Sengketa Rumah Jalan Krakatau VII Semarang, Kuasa Hukum Pertanyakan Dasar Eksekusi
Guru Agen Peradaban untuk Membangun Budaya Sekolah Aman dan Nyaman
Koramil 0818/12 Bantur Kawal Temu Kangen Ansor-Banser, Bupati Malang Hadir di Balekambang
RPA Indonesia Surati Sejumlah Lembaga Negara, Desak KPK Usut Dugaan Suap dan Mafia Tanah Summarecon
Saiful Chaniago, S.E. Sampaikan Selamat kepada Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si. atas Pengangkatan sebagai Kapolri
Saiful Chaniago Sampaikan Selamat kepada Menteri dan Wantimpres: Jaga Ketegasan, Bangun Kemandirian, Sejahterakan Rakyat hingga ke Kampung-Kampung
SPBU Karangmoncol Bantah Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi, Dorong Verifikasi Fakta

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:51 WIB

Dirjen Pemasyarakatan Mashudi Mundur Usai Polemik Lapas Cibinong, Fasilitas Mewah Kini Berujung Pertanggungjawaban Hukum

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 16:41 WIB

Sengketa Rumah Jalan Krakatau VII Semarang, Kuasa Hukum Pertanyakan Dasar Eksekusi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Guru Agen Peradaban untuk Membangun Budaya Sekolah Aman dan Nyaman

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:54 WIB

Koramil 0818/12 Bantur Kawal Temu Kangen Ansor-Banser, Bupati Malang Hadir di Balekambang

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:08 WIB

RPA Indonesia Surati Sejumlah Lembaga Negara, Desak KPK Usut Dugaan Suap dan Mafia Tanah Summarecon

Berita Terbaru