Mewujudkan Pilkada Berkualitas: Pandangan Hendry Ch Bangun dan Prof. Iskandar Zulkarnain

- Jurnalis

Sabtu, 28 September 2024 - 15:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan, teropongrakyat.co – Ketua Umum PWI Pusat, Hendry Ch Bangun, menegaskan pentingnya peran media dalam mendukung Pilkada Serentak 2024. Hal ini disampaikan dalam diskusi bertema “Keberimbangan Media dalam Pemberitaan Pilkada” yang digelar di TVRI Medan pada Kamis, 26 September 2024.

Selain Hendry, acara tersebut juga menghadirkan Prof. Dr. Iskandar Zulkarnain, Ketua Prodi Magister dan Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara (USU). Keduanya membahas tanggung jawab media dalam menjaga transparansi dan partisipasi publik, serta pentingnya peran media dalam memastikan Pilkada menghasilkan pemimpin yang kompeten.

Kritik terhadap Media yang Tidak Netral

Prof. Iskandar Zulkarnain menyoroti kecenderungan ketidaknetralan media dalam pemberitaan Pilkada. “Banyak wartawan yang terlibat dalam tim sukses, sehingga kualitas pemberitaan bisa terganggu,” ujarnya. Namun, ia tetap optimistis bahwa dengan sosialisasi yang tepat dari pemerintah, masyarakat, dan organisasi profesi, publik akan mendapatkan informasi yang akurat dan berimbang.

Baca Juga:  Perkuat Tali Silaturahmi Serta Kerjasama CIMIC Indobatt XXIII-R dengan Civil Defence di Dier Siriane

Mewujudkan Pilkada Berkualitas: Pandangan Hendry Ch Bangun dan Prof. Iskandar Zulkarnain - Teropong Rakyat

Hendry Ch Bangun menambahkan bahwa kondisi media saat ini menjadi tantangan tersendiri.

“Penelitian Dewan Pers beberapa tahun lalu menunjukkan hanya sekitar 30 persen media di Indonesia yang tergolong sehat,” kata Hendry. Ia menyoroti rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM) di media, yang lebih fokus pada kuantitas berita daripada kualitas.

Kesejahteraan Wartawan Berpengaruh pada Kualitas Berita

Keduanya sepakat bahwa kesejahteraan wartawan berperan besar dalam menentukan kualitas informasi yang disajikan ke publik. Hendry menyoroti bahwa banyak media besar dikuasai oleh pengusaha yang juga aktif di partai politik, sehingga bisa memengaruhi independensi pemberitaan.

Baca Juga:  Tol Menuju Tanjung Priok Bakal Punya Tarif Terpadu

Sebagai solusi,mereka mengusulkan agar pemerintah berperan lebih aktif dalam meningkatkan kompetensi wartawan. Langkah ini bisa diwujudkan melalui pelatihan dan pendidikan yang difasilitasi oleh Dewan Pers dan organisasi profesi. Selain itu, dukungan finansial seperti subsidi iklan pemerintah juga diharapkan dapat membantu media konvensional yang tengah menghadapi kesulitan ekonomi.

Upaya ini diharapkan dapat mendorong terwujudnya Pilkada yang berkualitas, transparan, dan berimbang dalam pemberitaan.

(*)

Berita Terkait

Sambut Libur Sekolah, Manajemen Mikutopia Hadirkan Event Journey of Wonderland Hibur Wisatawan yang Berkunjung
Ancol Resmi Operasikan Gerbang Ancol – JIS, Menghubungkan Akses langsung Menuju Kawasan Wisata Destinasi jakarta Utara
Kado HUT Ke-499 Jakarta:Stasiun KRL JIS Resmi Beroperasi Hari Ini
PJT I Ajak Industri Jaga Kelestarian Air Untuk Menghadapi El Nino
Wapres Ajak Mahasiswa ke Papua dan NTT, Jawab Kritik Jangan Hanya Pamer Proyek
Presidium Ormas Kota Bogor Gelar Aksi Sosial, Bagikan 500 Kotak Makan
Menteri Agama Prof.Dr.KH.Nasaruddin Umar,M.A. dan KH Ma’ruf Amin Hadiri Wisuda Tahfidz Al-Qur’an Sulaimaniyah 2026
Tol Menuju Tanjung Priok Bakal Punya Tarif Terpadu
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:31 WIB

Sambut Libur Sekolah, Manajemen Mikutopia Hadirkan Event Journey of Wonderland Hibur Wisatawan yang Berkunjung

Senin, 22 Juni 2026 - 18:31 WIB

Ancol Resmi Operasikan Gerbang Ancol – JIS, Menghubungkan Akses langsung Menuju Kawasan Wisata Destinasi jakarta Utara

Senin, 22 Juni 2026 - 16:51 WIB

Kado HUT Ke-499 Jakarta:Stasiun KRL JIS Resmi Beroperasi Hari Ini

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:46 WIB

PJT I Ajak Industri Jaga Kelestarian Air Untuk Menghadapi El Nino

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:48 WIB

Wapres Ajak Mahasiswa ke Papua dan NTT, Jawab Kritik Jangan Hanya Pamer Proyek

Berita Terbaru