Bekasi, TeropongRakyat.co — Jalan Tarumajaya Raya, Desa Setiamulya, Kecamatan Tarumajaya, kembali menjadi bukti telanjang bagaimana instansi terkait seolah tutup mata terhadap kondisi infrastruktur yang makin memprihatinkan. Tanpa hujan sekalipun, badan jalan tetap tergenang air. Selokan yang seharusnya mengalirkan air justru berubah menjadi kubangan lumpur akibat tidak pernah disentuh perbaikan. Selasa, (9/12/2025).
Yang lebih ironis, warga harus turun tangan sendiri menambal jalan yang bolong karena dibiarkan rusak dari tahun ke tahun. Salah satunya Heri, warga setempat yang terpaksa mengambil peran pemerintah demi keselamatan pengguna jalan. Dengan modal kolektif dari para pengendara, ia menambal lubang-lubang yang semakin hari semakin menganga.
“Saya nolong orang bang begini, kalau ada yang kasih yaudah. Kalau nggak ada ya gapapa, nggak dipaksain,” ucap Heri kepada Redaksi TeropongRakyat.co.
Kondisi ini menampar keras wajah Pemerintah Kecamatan Tarumajaya maupun Pemkab Bekasi yang dinilai abai terhadap tanggung jawab dasar, menyediakan jalan layak bagi masyarakat. Warga mempertanyakan sejauh mana keseriusan aparat terkait dalam mengawasi, merawat, dan memperbaiki fasilitas umum yang justru menjadi nadi aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
Di tengah anggaran daerah yang terus diklaim meningkat setiap tahun, pertanyaan mendasar muncul: mengapa jalan utama masih harus diperbaiki oleh warga, bukan oleh pemerintah? Sampai kapan publik harus menunggu aksi nyata, bukan sekadar janji dan laporan seremonial?
Tarumajaya butuh tindakan cepat, bukan sekadar wacana. Karena setiap hari jalan ini membuktikan bahwa kelalaian pemerintah bukan hanya menyulitkan warga, tapi membahayakan keselamatan mereka.



























































