– Teropongrakyat.co – Haidar Alwi, seorang tokoh yang dikenal karena komitmennya terhadap toleransi antaragama, hadir di tengah ketegangan terkait izin tempat ibadah di sebuah gereja di Bogor pada akhir tahun 2021. Kejadian ini bermula ketika oknum Ormas yang bernuansa adat istiadat dari Kota Bogor mendatangi gereja tersebut dan menanyakan Surat Izin tempat ibadah, membuat Ibu Gembala merasa tertekan.
Menanggapi situasi tersebut, Haidar Alwi, yang dikenal sebagai aktivis anti radikalisme yang konsisten menyampaikan pesan persatuan dan kerukunan antar umat beragama, menunjukkan kepeduliannya. Beliau merasa prihatin dengan adanya pertanyaan mengenai izin ibadah, yang seharusnya tidak menjadi penghalang bagi siapapun untuk menjalankan ibadahnya. Haidar Alwi kemudian menyatakan niatnya untuk hadir di acara Natal yang akan digelar di gereja tersebut, dan mengubahnya menjadi acara “Silaturahmi Toleransi Indonesia”. Acara ini kemudian dihadiri oleh tokoh adat Sunda, tokoh toleransi, pihak TNI POLRI, dan aparat pemerintahan setempat.
Haidar Alwi menyampaikan pesan-pesan penting tentang toleransi, mengingatkan bahwa ancaman perpecahan bangsa mengintai jika toleransi tidak dijaga. Beliau juga menyinggung perjanjian Najran, sebuah perjanjian historis yang menandakan komitmen saling menjaga antara kaum Muslim dan Kristen. Sebagai bentuk konkret dari pesan toleransi yang disampaikan, Haidar Alwi membagikan santunan kepada anak yatim dari Kristen dan Islam. Dalam kesempatan tersebut, beliau mengajak dua anak yatim, Davina (Kristen) dan Umar (Muslim), untuk saling mengenal dan menjaga persaudaraan, menegaskan bahwa perbedaan agama tidak menghalangi mereka untuk menjadi saudara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran Haidar Alwi di tengah situasi yang sensitif dan penuh ketegangan membawa kesejukan dan pesan penting tentang toleransi. Beliau mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi toleransi, dan tidak ada tempat bagi diskriminasi atas dasar agama. Haidar Alwi juga menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai toleransi sejak usia dini, agar generasi muda dapat tumbuh dalam lingkungan yang harmonis dan saling menghormati.
Kejadian di Bogor ini menjadi bukti nyata bahwa Haidar Alwi adalah sosok yang peduli terhadap kerukunan antarumat beragama dan siap hadir di tengah konflik untuk menebarkan pesan toleransi. Kehadirannya di gereja tersebut menjadi contoh nyata bagaimana toleransi dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, dan bagaimana pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Semoga kisah ini dapat menginspirasi kita semua untuk terus membangun toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
Penulis : Arman
Sumber Berita : Catatan RMS