Dukung Kritik BEM UGM soal MBG, Yohanes Oci: Pemerintah Harus Jadikan Ini Bahan Evaluasi

- Jurnalis

Senin, 23 Februari 2026 - 13:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, TeropongRakyat. Co – Kritik yang disampaikan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat dukungan dari Direktur Eksekutif Pusat Studi Politik dan Pemerintahan Indonesia (Puspolrindo), Yohanes Oci. Ia menilai suara mahasiswa tersebut perlu dipandang sebagai masukan konstruktif untuk memperbaiki tata kelola program strategis pemerintah.

Menurut Yohanes Oci, kritik yang muncul dari kalangan mahasiswa tidak seharusnya dipersepsikan sebagai bentuk penolakan terhadap program MBG secara keseluruhan. Sebaliknya, pemerintah perlu membaca kritik tersebut sebagai peringatan agar implementasi program benar-benar tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan.

“Dalam hal ini, pemerintah perlu membuka ruang evaluasi terhadap program MBG. Kritik dari BEM UGM harus dilihat sebagai energi korektif, bukan ancaman politik. Justru di situlah letak kontrol sosial dalam negara demokratis,” ujar Yohanes Oci (23/02/2026).

Baca Juga:  Statemen KDM Bikin Resah Insan Pers, Sebut Tak Perlu Kerja Sama Media

Lebih lanjut, Ia mendorong pemerintah untuk membangun komunikasi publik yang lebih terbuka agar tidak terjadi kesenjangan persepsi antara pembuat kebijakan dan masyarakat. Menurutnya, transparansi sejak tahap perencanaan hingga implementasi akan memperkuat legitimasi program dihadapan publik.

“Kritikan ini justru mengingat pemerintah agar lebih membangun komunikasi yang konstruktif dan terbuka untuk mendapatkan legitimasi program dihadapan publik,” tegasnya.

Yohanes juga mengingatkan bahwa partisipasi mahasiswa dan masyarakat sipil merupakan elemen penting dalam menjaga kualitas kebijakan publik. Karena itu, ia berharap pemerintah tidak defensif terhadap kritik, melainkan menjadikannya sebagai bahan penyempurnaan.

“Demokrasi yang sehat justru ditandai oleh pemerintah yang mau mendengar. Kritik BEM UGM ini momentum reflektif agar tata kelola MBG semakin baik, adaptif, dan berpihak pada kepentingan rakyat,” sambungnya.

Baca Juga:  12 Kepala Sekolah Diperas 2 Oknum Polisi hingga Rp4,7 Miliar, Aktivis 98: Lacak Aliran Dananya Kemana?

Terkait dengan adanya tanggapan Istana terhadap kritikan tersebut harus disampaikan dengan penuh etika, Yohanes menegaskan bahwa jangan melihat sisi moralnya tapi lihat subtansi yang disampaikan karena itu kritik terhadap kebijakannya.

“Itu bukan menyerang pribadi Bapak Presiden sehingga dikaitkan ke etika dan moralitas. Yang dikritik oleh BEM UGM itu kan kebijakan pemerintahnya, jadi substansinya disitu,” pintahnya sambil ketawa.

Ia menekankan agar orang disekeliling Presiden Prabowo harus selektif dalam menyikapi kritikan.

“Mereka (orang sekeliling Presiden Prabowo) harus bijak menyikapi setiap kritikan. Bedakan kritik terhadap personal dan kritik terhadap kebijakan akibat dari jabatan yang diemban oleh seseorang” tutupnya.

Berita Terkait

Diduga  Pemasangan Tiang Fiber Ilegal di Bogor
Lurah Mustikasari Sidak Proyek Kabel Optik, Aktivitas Dihentikan Sementara
Sucikan Hati, Eratkan Persaudaraan: Pesan Kuat di Halal Bihalal PWJU
Motor Listrik untuk SPPG Dibeli Rp 42 Juta per Unit, Lebih Murah dari Harga Pasaran
Dewan Kota Jakarta Utara Tinjau Pelayanan Rumah Sakit Cilincing, Pastikan Warga Terlayani dengan Baik
Jalan MT Haryono Setu Rusak Parah, Pengguna Jalan Khawatir
LINSEK Sananrejo Padukan Langkah, Kawal Makan Bergizi Gratis Presiden Prabowo
PPTN Tawarkan Solusi Berbasis Data dan Pancasila Atasi Masalah Keagamaan Nasional

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 23:10 WIB

Diduga  Pemasangan Tiang Fiber Ilegal di Bogor

Jumat, 10 April 2026 - 16:32 WIB

Lurah Mustikasari Sidak Proyek Kabel Optik, Aktivitas Dihentikan Sementara

Jumat, 10 April 2026 - 15:58 WIB

Sucikan Hati, Eratkan Persaudaraan: Pesan Kuat di Halal Bihalal PWJU

Kamis, 9 April 2026 - 07:25 WIB

Motor Listrik untuk SPPG Dibeli Rp 42 Juta per Unit, Lebih Murah dari Harga Pasaran

Rabu, 8 April 2026 - 21:15 WIB

Dewan Kota Jakarta Utara Tinjau Pelayanan Rumah Sakit Cilincing, Pastikan Warga Terlayani dengan Baik

Berita Terbaru

POTRET - skandal pengelolaan aset Pemda DKI mengemuka, Pasar Jabon menjadi sorotan tajam lantaran tak setorkan PAD maupun retribusi pasar. (Foto: Teropongrakyat.co).

Pemerintahan

Pasar Jabon Salah Kelola, Jorok dan Bau

Sabtu, 11 Apr 2026 - 00:43 WIB

Breaking News

Diduga  Pemasangan Tiang Fiber Ilegal di Bogor

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:10 WIB

Breaking News

Sucikan Hati, Eratkan Persaudaraan: Pesan Kuat di Halal Bihalal PWJU

Jumat, 10 Apr 2026 - 15:58 WIB