AS minta kompensasi triliunan dari negara-negara Arab jika perang Iran terus berlanjut. Foto/ilustrasi
TEHERAN – Amerika Serikat disebut meminta sekutu-sekutunya di kawasan Arab untuk menanggung biaya besar jika ingin konflik dengan Iran mencapai hasil yang pasti. Hal ini diungkap oleh seorang jurnalis dan analis senior asal Oman.
Analis Oman, Salem Al-Jahouri, dalam wawancaranya dengan BBC Arabic menyebut bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan tekanan besar kepada negara-negara Teluk Persia agar mengambil peran lebih aktif dalam konflik anti-Iran.
“Ia menekan negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk untuk meningkatkan kontribusi, baik secara militer maupun ekonomi,” ujar Jahouri.
Menurutnya, tekanan tersebut tidak hanya bersifat politik, tetapi juga finansial dalam jumlah yang sangat besar. Ia mengungkap adanya kebocoran informasi yang menyebut Washington meminta negara-negara anggota Gulf Cooperation Council (GCC) untuk menyetor dana hingga USD5 triliun (sekitar Rp84.781 triliun) jika ingin perang berlanjut.
“Jika mereka ingin menghentikan konflik, maka mereka diminta membayar sekitar USD2,5 triliun sebagai kompensasi kepada Amerika Serikat atas operasi yang telah dilakukan,” tambahnya.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya dorongan dari Washington agar negara-negara Teluk memperdalam keterlibatan dalam operasi militer bersama Amerika Serikat dan Israel terhadap Teheran.
Namun demikian, negara-negara anggota GCC secara terbuka menyatakan penolakan terhadap konflik yang disebut dimulai oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu. Mereka juga membantah telah memberikan izin penggunaan wilayahnya untuk kepentingan serangan militer terhadap Iran.
Situasi ini menandai meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, sekaligus memperlihatkan adanya perbedaan sikap antara Washington dan sekutu-sekutunya di kawasan Teluk terkait eskalasi konflik dengan Iran.
Sumber Berita: Sindonews






















































