Dosen Manajemen UPN Veteran Jawa Timur Latih Senkom SAR Kota Pasuruan Tangani Risiko Kecelakaan dan Kebakaran

- Jurnalis

Selasa, 29 September 2026 - 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PASURUAN, teropongrakyat.co – Sebanyak 30 anggota Senkom SAR Kota Pasuruan mengikuti pelatihan manajemen bencana yang berfokus pada penanganan korban kecelakaan dan kebakaran. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Baitul Muhajirin, Kota Pasuruan, Minggu (27/9/2026), pukul 12.30–17.30 WIB, ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan perkotaan yang aman dan tangguh.

Pelatihan diberikan oleh dosen Manajemen Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur, Dr. Muhammad Tahajjudi Ghifary. Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas relawan dalam menghadapi keadaan darurat, terutama saat melakukan pertolongan terhadap korban kecelakaan lalu lintas maupun kebakaran.

Dalam pemaparannya, Ghifary menjelaskan bahwa tindakan penyelamatan tidak dapat dilakukan hanya dengan mengandalkan keberanian dan kecepatan. Tim SAR perlu memiliki kemampuan mengenali, menilai, dan memetakan risiko sebelum memasuki lokasi kejadian.

“Pemetaan risiko merupakan dasar utama dalam penanganan bencana. Sebelum menolong korban, tim harus mengetahui terlebih dahulu bahaya apa yang ada di lokasi, apakah terdapat risiko kebakaran susulan, kebocoran bahan bakar, bangunan yang tidak stabil, arus lalu lintas, atau faktor lain yang dapat membahayakan petugas,” kata Ghifary.

Menurut dia, upaya tersebut berkaitan erat dengan tujuan menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat. Penanganan yang tepat dapat meminimalkan dampak kecelakaan maupun kebakaran, mengurangi kemungkinan bertambahnya korban, serta memastikan korban memperoleh pertolongan secara cepat dan aman.

Baca Juga:  Wilayah Hukum Polsek Pasar Minggu, menjadi Tempat Penjualan Obat Keras Terbatas

Ia menuturkan, tim yang memahami risiko akan lebih mampu menentukan prioritas tindakan, memilih peralatan yang sesuai, serta mengatur koordinasi di lapangan. Langkah tersebut diperlukan agar proses pertolongan dapat berjalan efektif tanpa menambah jumlah korban.

“Prinsipnya, menolong harus dilakukan dengan aman. Tim SAR perlu memastikan dirinya berada dalam kondisi terlindungi agar dapat menolong korban secara optimal. Karena itu, kemampuan manajemen risiko harus terus dilatih dan diperbarui,” ujarnya.

Selain membahas identifikasi bahaya, materi pelatihan juga menekankan pentingnya komunikasi tim, pembagian peran, pengambilan keputusan cepat, dan kesiapan perlengkapan dalam menghadapi kondisi darurat. Penguatan kapasitas relawan seperti ini merupakan bentuk kemitraan antara perguruan tinggi dan organisasi kemasyarakatan dalam mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan.

Pada kasus kecelakaan, petugas perlu memperhatikan keamanan lokasi, kondisi kendaraan, kemungkinan korban terjepit, potensi bahan bakar tumpah, serta kelancaran arus lalu lintas. Sementara pada kejadian kebakaran, tim perlu memperhitungkan sumber api, asap beracun, kemungkinan ledakan, jalur evakuasi, dan keselamatan warga di sekitar lokasi.

Pemahaman tersebut dinilai penting dalam membangun kota dan permukiman yang lebih tangguh terhadap risiko bencana. Kesiapan relawan di tingkat lokal dapat membantu masyarakat memperoleh respons awal yang cepat, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih aman bagi warga.

Baca Juga:  Gelar Munggahan, Jemaah Majelis Taklim Gabungan Nur Ilahi Tutup Acara Pengajian Rutin

Kegiatan pelatihan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 mengenai kehidupan sehat dan sejahtera melalui perlindungan keselamatan korban dan petugas, SDG 11 tentang kota dan permukiman yang berkelanjutan melalui penguatan kesiapsiagaan bencana, serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan melalui kolaborasi UPN “Veteran” Jawa Timur dan Senkom Mitra Polri Kota Pasuruan.

Ketua Senkom Mitra Polri Kota Pasuruan, H. Wahyudi Tri Wuryanto, mengapresiasi pelatihan tersebut. Menurut dia, pembekalan manajemen bencana diperlukan agar anggota Senkom SAR mampu menjalankan tugas kemanusiaan secara profesional, disiplin, dan bertanggung jawab.

“Pelatihan seperti ini sangat penting karena mengingatkan tim SAR untuk tidak membahayakan dirinya sendiri saat menolong orang lain. Semangat kemanusiaan harus selalu dibarengi pengetahuan, keterampilan, dan kewaspadaan,” kata Wahyudi.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar kesiapan anggota Senkom SAR Kota Pasuruan semakin baik. Dengan demikian, anggota dapat membantu masyarakat dalam situasi kecelakaan maupun kebakaran secara cepat, terukur, dan aman.

(Ghifary)

Berita Terkait

PEWARNA Indonesia Hadir di Kemenag, Doa Lintas Agama di 7 Propinsi dan Jaga Kesatuan Bangsa
Menguji Integritas yang Alpa: Mungkinkah Legalitas Wapres Gibran Runtuh?
Dosen UPN Veteran Jawa Timur Edukasi Anggota Senkom Kota Pasuruan soal Keamanan Transaksi Elektronik
S Tidak Boleh Jatuh Jadi Korban, Relawan Perempuan dan Anak Indonesia Kawal Persoalan Vanessa: Anak Tetap Harus Sekolah, Jabatan Tak Boleh Menjadi Perisai Keadilan
Guruh Sukarnoputra, Tokoh Budaya dan Putra Tokoh Proklamator Berpulang, PEWARNA Indonesia Sampaikan Duka Mendalam
Guruh Sukarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, Keluarga Mohon Doa dan Maaf
Rumondang M Sitompul Kehadiran Perempuan Kristen Penting Dalam Politik Indonesia
Sempat Diremehkan, Pemilah Sampah Surya bin Samid Terpilih Jadi Kades Mekarwangi Bekasi

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 13:36 WIB

Dosen Manajemen UPN Veteran Jawa Timur Latih Senkom SAR Kota Pasuruan Tangani Risiko Kecelakaan dan Kebakaran

Selasa, 29 September 2026 - 10:41 WIB

PEWARNA Indonesia Hadir di Kemenag, Doa Lintas Agama di 7 Propinsi dan Jaga Kesatuan Bangsa

Senin, 28 September 2026 - 09:51 WIB

Menguji Integritas yang Alpa: Mungkinkah Legalitas Wapres Gibran Runtuh?

Minggu, 27 September 2026 - 09:42 WIB

Dosen UPN Veteran Jawa Timur Edukasi Anggota Senkom Kota Pasuruan soal Keamanan Transaksi Elektronik

Sabtu, 26 September 2026 - 17:06 WIB

S Tidak Boleh Jatuh Jadi Korban, Relawan Perempuan dan Anak Indonesia Kawal Persoalan Vanessa: Anak Tetap Harus Sekolah, Jabatan Tak Boleh Menjadi Perisai Keadilan

Berita Terbaru