MALANG | Teropongrakyat.co – Kebakaran menghanguskan sebuah toko bangunan di Desa Mulyosari, RT 23 RW 08, Harjo Kuncaran, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Kabupaten Malang, Jumat (4/9/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 02.22 WIB. Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Malang langsung dikerahkan untuk melakukan penanganan setelah menerima laporan dari warga.
Kepala Bidang Penanggulangan dan Pemadaman Kebakaran (PPK) Damkar Kabupaten Malang, Win Haliem, S.T., M.T., mengatakan laporan awal diterima pada pukul 02.22 WIB. Selanjutnya, petugas melakukan persiapan dan unit berangkat menuju lokasi pada pukul 02.28 WIB.
“Unit tiba di lokasi sekitar pukul 03.10 WIB dan langsung melakukan pemadaman,” ujar Win Haliem.
Menurut laporan kejadian, kebakaran diketahui setelah seorang tetangga bernama Agus mendengar suara letusan disertai pecahan kaca yang cukup keras sekitar pukul 02.17 WIB.
Merasa curiga, Agus kemudian keluar rumah untuk mencari sumber suara. Ia mendapati kobaran api yang berasal dari toko bangunan tersebut. Warga kemudian segera menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Objek yang terbakar merupakan toko bangunan milik Kartika (32), warga Margomulyo RT 22 RW 08, Harjo Kuncaran, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Material yang terbakar antara lain kardus, kayu, dan triplek.
Bangunan yang terbakar diperkirakan memiliki luas sekitar 25 meter x 30 meter. Hingga proses penanganan dilakukan, sumber api masih belum diketahui secara pasti.
Petugas Damkar Kabupaten Malang berhasil memadamkan api pada pukul 05.25 WIB. Setelah memastikan kondisi aman, seluruh personel dan unit kemudian kembali ke mako/pos dan tiba sekitar pukul 08.40 WIB.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, Damkar Kabupaten Malang menerjunkan Regu 3 dengan empat unit kendaraan, yakni U4, U8, U7, dan U10, dengan total 11 personel. Penanganan juga didukung dua personel Polsek serta tiga personel Koramil.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp700 juta.



























































