Wapres Ajak Mahasiswa ke Papua dan NTT, Jawab Kritik Jangan Hanya Pamer Proyek

- Jurnalis

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Rahman Daeng, Pemimpin Redaksi Teropongrakyat

JAKARTA, Teropongrakyat.co – Langkah Wakil Presiden yang mengajak sejumlah mahasiswa mengunjungi Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menjawab berbagai kritik publik menuai perhatian. Pemimpin Redaksi Teropongrakyat, Rahman Daeng, menilai kunjungan lapangan dapat menjadi sarana dialog yang baik, namun tidak boleh menggeser substansi kritik ke ranah simbolisme atau pencitraan semata.

Dalam artikelnya yang berjudul “Menjawab Kritik atau Menghindari Substansi?”, Rahman Daeng menegaskan bahwa kritik yang selama ini disampaikan mahasiswa bukanlah soal ada atau tidaknya proyek pembangunan fisik. Kritik tersebut lebih banyak menyoroti efektivitas kebijakan, pemerataan pembangunan, kualitas layanan publik, serta masih adanya ketimpangan sosial di berbagai daerah.

“Melihat proyek secara langsung tidak otomatis menjelaskan apakah proyek tersebut efektif, berkelanjutan, dan tepat sasaran. Pembangunan harus dinilai dari dampaknya terhadap kehidupan masyarakat,” tulis Rahman.

Baca Juga:  Rahmad Sukendar Desak Presiden Prabowo Perhatikan Kesejahteraan Jaksa: Ungkap Triliunan, Aparat Jangan Dibiarkan Terabaikan!”

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak dapat diukur hanya dari keberadaan infrastruktur. Indikator yang lebih penting adalah menurunnya angka kemiskinan, meningkatnya akses pendidikan dan layanan kesehatan, serta menguatnya perekonomian masyarakat lokal.

Jika berbagai indikator tersebut belum menunjukkan hasil yang optimal, lanjutnya, keberadaan proyek fisik tidak dapat dijadikan satu-satunya argumen untuk menolak kritik yang berkembang di tengah masyarakat.

Rahman juga mengingatkan bahwa respons yang bersifat simbolik, seperti kunjungan lapangan, berpotensi mengalihkan fokus perdebatan dari persoalan utama. Menurutnya, data, evaluasi, serta perbaikan kebijakan seharusnya menjadi jawaban utama pemerintah dalam merespons kritik publik.

“Rakyat di era digital tidak cukup diyakinkan dengan melihat gedung atau jalan yang dibangun. Mereka menilai dari harga kebutuhan pokok, ketersediaan lapangan kerja, serta kualitas pelayanan publik yang mereka rasakan setiap hari,” ujarnya.

Baca Juga:  Jalankan Arahan Presiden Prabowo, Harga Pangan Terkendali Jelang Ramadan

Meski demikian, ia mengakui bahwa ajakan untuk melihat langsung kondisi lapangan dapat memberikan nilai positif apabila dilakukan dalam semangat dialog yang setara dan terbuka. Mahasiswa, kata dia, memiliki posisi strategis sebagai mitra kritis sekaligus pengawal kebijakan publik.

Nilai tersebut akan hilang apabila tujuan utama kunjungan hanya untuk membuktikan bahwa pemerintah selalu benar, sementara para pengkritik dianggap keliru.

Dari perspektif good governance, Rahman menyarankan agar pemerintah menjawab kritik dengan mengedepankan tiga prinsip utama, yakni transparansi data, akuntabilitas kebijakan, dan partisipasi publik. Selain itu, pemerintah juga perlu membuka ruang evaluasi yang independen dan objektif.

“Legitimasi dalam demokrasi yang matang lahir dari keberanian mengakui kekurangan dan melakukan perbaikan kebijakan, bukan dari seberapa sering pemerintah memamerkan keberhasilan,” tutupnya.**

Berita Terkait

Guruh Sukarnoputra, Tokoh Budaya dan Putra Tokoh Proklamator Berpulang, PEWARNA Indonesia Sampaikan Duka Mendalam
Guruh Sukarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, Keluarga Mohon Doa dan Maaf
Rumondang M Sitompul Kehadiran Perempuan Kristen Penting Dalam Politik Indonesia
Sempat Diremehkan, Pemilah Sampah Surya bin Samid Terpilih Jadi Kades Mekarwangi Bekasi
Mabes Polri Janji Tangani Dugaan Penipuan Investasi Tambang Emas, Kuasa Hukum: Kami Pegang Komitmen Profesionalisme
Polsek Pondok Gede Gelar Sosialisasi Kamtibmas di SMKS Hutama, Ajak Pelajar Tolak Provokasi Unjuk Rasa dan Tawuran
Tiga Saksi Diperiksa dalam Sidang Nana Sutisna di PN Serang, Kuasa Hukum Soroti Perbedaan Keterangan dengan BAP
Hak Adat Dipersoalkan, Prianto Minta Aktivitas PT NPR Ditunda hingga Sengketa Lahan Tuntas

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 10:35 WIB

Guruh Sukarnoputra, Tokoh Budaya dan Putra Tokoh Proklamator Berpulang, PEWARNA Indonesia Sampaikan Duka Mendalam

Sabtu, 26 September 2026 - 09:41 WIB

Guruh Sukarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, Keluarga Mohon Doa dan Maaf

Sabtu, 26 September 2026 - 00:23 WIB

Rumondang M Sitompul Kehadiran Perempuan Kristen Penting Dalam Politik Indonesia

Jumat, 25 September 2026 - 14:26 WIB

Sempat Diremehkan, Pemilah Sampah Surya bin Samid Terpilih Jadi Kades Mekarwangi Bekasi

Jumat, 25 September 2026 - 13:56 WIB

Mabes Polri Janji Tangani Dugaan Penipuan Investasi Tambang Emas, Kuasa Hukum: Kami Pegang Komitmen Profesionalisme

Berita Terbaru

TNI – Polri

Kapolri: Sinergi Ulama dan Umara Jadi Kekuatan dalam Membangun Bangsa

Sabtu, 26 Sep 2026 - 13:02 WIB

TNI – Polri

Kapolri: Ulama Jadi Lentera dan Kompas bagi Bangsa

Sabtu, 26 Sep 2026 - 12:56 WIB

TNI – Polri

Pengamanan FIFA ASEAN Cup 2026, Polri Kedepankan Pendekatan Humanis

Sabtu, 26 Sep 2026 - 11:40 WIB