Tak Ada Target Operasional yang Lebih Penting dari Nyawa, IPC TPK Tegaskan Prioritas Safety

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta -(teropongrakyat.co), 5 Mei 2026. Di balik tingginya aktivitas bongkar muat di terminal petikemas, keselamatan kerja menjadi aspek yang tidak dapat ditawar. Bagi IPC Terminal Petikemas (IPC TPK), operasional yang produktif dan andal hanya dapat tercapai apabila seluruh aktivitas kerja dijalankan dengan budaya keselamatan yang kuat oleh seluruh insan pelabuhan, termasuk mitra kerja yang sehari-hari beroperasi di area terminal.

Komitmen tersebut ditegaskan IPC TPK melalui penyelenggaraan Sharing Session: Safety Awareness 2026 yang digelar secara hybrid di Aula Gedung Pelindo Regional 2 Cabang Tanjung Priok (30/4). Mengangkat tema “Peran Kesehatan dan Behavior Based Safety dalam Pencegahan Kecelakaan Kerja pada Pekerja Kantor dan Lapangan”, kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis perusahaan dalam memperkuat budaya keselamatan kerja secara menyeluruh di lingkungan terminal.

Forum ini tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya stakeholder pelabuhan, tetapi juga momentum untuk menyamakan kesadaran bahwa keselamatan kerja merupakan tanggung jawab bersama. IPC TPK memandang bahwa setiap pekerja yang berada di area terminal, baik pegawai internal maupun mitra kerja perusahaan bongkar muat, memiliki peran penting dalam menjaga operasional pelabuhan tetap aman dan lancar.

Baca Juga:  Mengenal 5 Fungsi Bra untuk Kesehatan Payudara Wanita

Direktur Utama IPC TPK, Guna Mulyana, menegaskan bahwa tidak ada pencapaian operasional yang sebanding dengan risiko kehilangan nyawa akibat kecelakaan kerja. Menurutnya, keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional terminal. “Melihat kinerja yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, kami menghimbau seluruh pekerja untuk terus mengubah behavior agar lebih mengutamakan safety dan peduli terhadap kondisi kerja. Kita bekerja tidak lain datang selamat dan pulang selamat,” ujar Guna.

Ia menambahkan, kecelakaan kerja tidak hanya menimbulkan kerugian moril dan materiil, tetapi juga dapat berdampak langsung terhadap terganggunya kegiatan operasional terminal dan rantai logistik di pelabuhan. Karena itu, perusahaan terus mendorong penguatan budaya safety agar menjadi kebiasaan dan kesadaran kolektif seluruh pihak yang bekerja di area terminal.

Dengan aktivitas operasional yang berlangsung 24 jam dan melibatkan alat berat serta mobilitas tinggi, IPC TPK menilai pendekatan Behavior Based Safety (BBS) menjadi langkah penting untuk membangun perilaku kerja yang lebih disiplin, waspada, dan peduli terhadap risiko kerja.

Hadir sebagai narasumber utama, Pakar Kesehatan Okupasi dr. Muhammad Ilyas, Sp. OK, yang menyoroti pentingnya perubahan perilaku dalam menekan angka kecelakaan kerja di lingkungan pelabuhan. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar insiden kerja dipicu oleh perilaku tidak aman, rendahnya awareness terhadap risiko, hingga kondisi kelelahan kerja (fatigue) yang kerap tidak disadari pekerja.

Baca Juga:  Cegah Premanisme, Bhabinkamtibmas Pulau Panggang Sambang Tokoh Masyarakat

Menurutnya, penerapan fatigue management, pola hidup sehat, serta peningkatan kesadaran keselamatan menjadi faktor penting untuk meminimalisir human error dalam aktivitas operasional terminal petikemas yang memiliki tingkat risiko tinggi.

Kegiatan ini dihadiri oleh Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Yandri Trisaputra, mitra perusahaan bongkar muat, dan jajaran manajemen IPC TPK. Kehadiran para stakeholder tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi dalam membangun budaya keselamatan yang lebih kuat dan berkelanjutan di lingkungan pelabuhan.

Melalui Safety Awareness 2026, IPC TPK menegaskan komitmennya untuk terus menggiatkan budaya keselamatan sebagai fondasi utama operasional perusahaan. Perusahaan meyakini bahwa terminal yang produktif hanya dapat tercipta apabila seluruh pekerja dapat menjalankan aktivitas secara aman, sehat, dan selamat.

“Harapan ke depannya, mari sama-sama kita lakukan perbaikan-perbaikan untuk terus mengutamakan safety baik pekerja lapangan maupun back office,” tutup Guna.

Berita Terkait

Aktivis Imbau Masyarakat Hindari Aksi Anarkis pada Peringatan Hari Tani
Secara Bertahap Mulai Memulihkan Kegiatan Operasional
Menangani Insiden Kebakaran Kontainer Dangerous Goods Di NPCT1
Kajian Hukum Pelanggaran Prosedur dan Kinerja Kepolisian serta Solusinya:  Pandangan dan Langkah Hukum Sesuai KUHP Baru Oleh Johan Sopaheluwakan, S.Pd., C.EJ., C.BJ., CLA-D., CPC., CPL — Ketua LBH No Viral No Justice DKI Jakarta
Mega Science Center Resmi Trial Opening, Gubernur Jatim Soroti Edukasi STEM
Mega Science Center dan Budaya Hadir di Kota Batu, Satukan Sains, Teknologi dan Budaya
Pameran Ikan Hias APIC dan Pokja PWI Wali Kota Jakarta Barat
Kelompok Aktivis Tangerang Raya ANTFA Serukan Jaga Perdamaian dalam Menyikapi Momentum September Hitam

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 01:47 WIB

Aktivis Imbau Masyarakat Hindari Aksi Anarkis pada Peringatan Hari Tani

Senin, 21 September 2026 - 21:57 WIB

Secara Bertahap Mulai Memulihkan Kegiatan Operasional

Senin, 21 September 2026 - 18:07 WIB

Menangani Insiden Kebakaran Kontainer Dangerous Goods Di NPCT1

Kamis, 17 September 2026 - 01:07 WIB

Kajian Hukum Pelanggaran Prosedur dan Kinerja Kepolisian serta Solusinya:  Pandangan dan Langkah Hukum Sesuai KUHP Baru Oleh Johan Sopaheluwakan, S.Pd., C.EJ., C.BJ., CLA-D., CPC., CPL — Ketua LBH No Viral No Justice DKI Jakarta

Rabu, 16 September 2026 - 19:38 WIB

Mega Science Center Resmi Trial Opening, Gubernur Jatim Soroti Edukasi STEM

Berita Terbaru

TNI – Polri

Gotong Royong di Batom sambut HUT Ke-81 TNI

Selasa, 22 Sep 2026 - 16:58 WIB

TNI – Polri

Satgas BGC TNI Konga 39-H MONUSCO Siap Melaksanakan Misi PBB Di Kongo

Selasa, 22 Sep 2026 - 16:39 WIB