Eropa Kompak Tolak Permintaan Donald Trump Kirim Pasukan ke Selat Hormuz

- Jurnalis

Selasa, 17 Maret 2026 - 20:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Brussels, teropongrakyat.co— Negara-negara di kawasan Uni Eropa kompak menolak permintaan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk mengerahkan pasukan angkatan laut ke Selat Hormuz.

Penolakan ini menegaskan sikap Eropa yang tidak ingin terlibat secara militer dalam konflik yang kian memanas antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menyatakan bahwa negara-negara anggota tidak memiliki keinginan untuk ikut serta dalam aksi militer terhadap Iran.

Pernyataan itu disampaikan usai pertemuan para Menteri Luar Negeri Uni Eropa di Brussels, Belgia, pada Selasa (17/3/2026).

Baca Juga:  Polres Metro Bekasi Kota Ungkap Jaringan Narkoba Lintas Bogor-Bekasi, amankan Tersangka dengan 1 Kg Shabu

“Tidak ada keinginan untuk secara aktif terlibat dalam perang ini,” tegas Kallas.

Ia juga menambahkan bahwa Eropa tidak tertarik pada konflik berkepanjangan dan menilai perang melawan Iran bukanlah “perangnya Eropa”.

Uni Eropa, lanjut Kallas, saat ini lebih fokus pada penguatan keamanan maritim dan upaya diplomatik. Namun, tidak ada rencana untuk memperluas misi militer yang sudah berjalan, seperti Operasi Aspides di Laut Merah, hingga ke Selat Hormuz.

Baca Juga:  RM Konsumer BRI Bintaro Lakukan Akuisisi dan Edukasi ke Perusahaan di Wilayah Tangerang

Senada dengan itu, Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, menegaskan bahwa misi angkatan laut Uni Eropa yang ada saat ini hanya difokuskan pada pengawalan kapal dagang dan operasi antipembajakan.

“Kami bersedia memperkuat misi yang ada, tetapi tidak untuk diperluas hingga mencakup Selat Hormuz,” ujar Tajani.

Sikap ini mencerminkan kehati-hatian Eropa dalam menyikapi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, dengan tetap mengedepankan stabilitas dan jalur diplomasi dibanding keterlibatan militer langsung.

Sumber Berita: Anadolu Agency

Berita Terkait

Permintaan Spot Menguat, Bitcoin Kembali Tembus US$81.000
Polres Malang Tangkap Pria Diduga Aniaya Wanita Usai Janjikan Kerja
KPK Sita Rp106,3 Miliar dalam OTT Kasus Dugaan Suap Pertanahan, Jadi Sitaan Terbesar
Kebakaran Melanda Leuwimart Leuwiliang, Petugas Masih Lakukan Pemadaman
Usai KM Virgo Kecelakaan, Keluarga Sopir Asal Malang Masih Berharap Ditemukan Selamat
Warga Beli Paket Sassetan, Pemkot Tangsel Habiskan Rp.28 Miliar Untuk Belanja Internet
40 Tahun Belum Tuntas, H. Makawi Minta KPK Telaah Sengketa Tanah Warisan di Jakarta Utara
Rotasi 400 Pejabat Kemenkeu Era Purbaya Dievaluasi, Benarkah Salah Strategi?

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 17:03 WIB

Permintaan Spot Menguat, Bitcoin Kembali Tembus US$81.000

Sabtu, 19 September 2026 - 15:18 WIB

Polres Malang Tangkap Pria Diduga Aniaya Wanita Usai Janjikan Kerja

Jumat, 18 September 2026 - 22:13 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar dalam OTT Kasus Dugaan Suap Pertanahan, Jadi Sitaan Terbesar

Jumat, 18 September 2026 - 08:03 WIB

Kebakaran Melanda Leuwimart Leuwiliang, Petugas Masih Lakukan Pemadaman

Jumat, 18 September 2026 - 06:39 WIB

Usai KM Virgo Kecelakaan, Keluarga Sopir Asal Malang Masih Berharap Ditemukan Selamat

Berita Terbaru

TNI – Polri

Wapang TNI Tinjau Yonif TP 859/RBK dan KDKMP di Papua

Sabtu, 19 Sep 2026 - 18:01 WIB