Penertiban PKL di Pinggiran Danau sunter Jakarta Utara Berlangsung Dramatis

- Jurnalis

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 16:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Teropongrakyat.co ||Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang tergabung dari Wali Kota Jakarta Utara, Kecamatan Tanjung Priok, dan Kelurahan Tanjung Priok pada malam hari ini, Jumat (24/10/2025) melakukan penertiban terhadap para pedagang kaki lima (PKL) yang berada di atas trotoar pinggir jalan Danau Sunter Jakarta Utara.

Dalam penertiban PKL yang dimulai dari pukul 23.00 WIB ini juga disertai pendampingan dari pihak aparat baik TNI maupun Polri. Serta Dishub.

Selaku pengendali razia, Asmawi mengatakan jika penertiban tersebut sebagai jawaban atas keluhan masyarakat terkait adanya aktivitas pedagang yang mengganggu.

Baca Juga:  Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar Sosialisasi Hukum: Pentingnya Alat Bukti dan Pemeriksaan Calon Tersangka dalam Proses Penyidikan

“Kami sebagai petugas akan terus menindak tegas segala pelanggaran. Terlebih kami sudah memberitahu dengan peringatan, namun mereka masih memakai musik dan itu mengganggu,” ujarnya.

Tindakan Petugas Satpol PP Dinilai Menindas

Di sisi lain, tindakan yang dilakukan oleh para petugas (Satpol PP) yang melakukan penyitaan terhadap barang dagangan tersebut dinilai berlebihan oleh sejumlah pedagang.

Indah, dihadapan awak media mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap satpol pp yang mengangkut speaker yang berada didagangan orang tuanya.

Dirinya juga meminta pertolongan langsung kepada presiden. “Kepada Presiden Prabowo untuk pertolongan kepada rakyat kecil agar tidak di tindas oleh para pol pp yang ada di DKI,” ungkapnya.

Baca Juga:  Tim Patroli Presisi Polres Metro Jakarta Barat Cegah Tawuran, Lima Remaja Diamankan

Meski begitu Indah mengaku jika memang sebelumnya ada informasi akan ada operasi penertiban PKL. “Ya memang dikash tahu ada operasi, tapi ga ada tuh pemberitahuan mau diambil speakernya. Kita disini nyari duit bang, bukan malah mau ngeluarin duit, speaker itu kita beli, kita bukan maling,” cetusnya.

Menanggapi pernyataan tersebut, Asmawi kembali mengatakan jika tugasnya memang selalu menuai pro dan kontra. “Tidak apa-apa dibilang kejam, kami sudah menjalankan sesuai prosedur,” pungkasnya.

Penulis : Irawan

Berita Terkait

Jakarta Terasa Panas, BMKG Ungkap Data Suhu Maksimum Sejumlah Wilayah
Polisi Tetapkan 13 Tersangka Kasus Kekerasan Anak di Daycare Little Aresa Yogya
Aksi Brutal di Gununghalu, Wartawan Jadi Korban Penganiayaan dan Ancaman Golok
Nikel 150 MT Dipersoalkan, Kerugian Rp151 Miliar, 11 Pihak Terancam Digugat
Pernah Menang Sebagian di Pengadilan, Sengketa Lahan Makawi vs Summarecon Masih Berlanjut
Korban Penipuan Tanah di Bogor Kecewa, Laporan Tak Kunjung Berkembang
Yusuf Hamka Menang Gugatan, Hary Tanoesoedibjo Wajib Bayar Ganti Rugi USD 28 Juta dan Rp50 Miliar
Warga Berbondong-bondong Datangi Rumah Kepala Desa Cibuyur, Minta Yoyok Kusnodo Lanjutkan Kepemimpinan

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 19:44 WIB

Jakarta Terasa Panas, BMKG Ungkap Data Suhu Maksimum Sejumlah Wilayah

Minggu, 26 April 2026 - 19:13 WIB

Polisi Tetapkan 13 Tersangka Kasus Kekerasan Anak di Daycare Little Aresa Yogya

Sabtu, 25 April 2026 - 10:24 WIB

Aksi Brutal di Gununghalu, Wartawan Jadi Korban Penganiayaan dan Ancaman Golok

Jumat, 24 April 2026 - 23:19 WIB

Nikel 150 MT Dipersoalkan, Kerugian Rp151 Miliar, 11 Pihak Terancam Digugat

Jumat, 24 April 2026 - 23:07 WIB

Pernah Menang Sebagian di Pengadilan, Sengketa Lahan Makawi vs Summarecon Masih Berlanjut

Berita Terbaru

Breaking News

Jakarta Terasa Panas, BMKG Ungkap Data Suhu Maksimum Sejumlah Wilayah

Minggu, 26 Apr 2026 - 19:44 WIB

TNI – Polri

Relawan SPPG Turen Jalani Tes Kebugaran Bersama Puskesmas Turen

Sabtu, 25 Apr 2026 - 16:45 WIB