Puluhan Ribu Massa Desak Anwar Ibrahim Mundur, Ekonomi Malaysia Jadi Sorotan

- Jurnalis

Senin, 28 Juli 2025 - 07:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Senin, 28 Juli 2025 | teropongrakyat.coKUALA LUMPUR — Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, tengah menghadapi tekanan politik yang meningkat seiring gelombang demonstrasi besar-besaran di jantung ibu kota. Puluhan ribu demonstran memadati jalanan Kuala Lumpur pada Minggu (27/7), menuntut agar Anwar mundur dari jabatannya karena dinilai gagal menepati janji-janji politiknya, khususnya di sektor ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

Demonstrasi yang diinisiasi oleh sejumlah kelompok oposisi dan organisasi masyarakat sipil ini menjadi salah satu aksi terbesar sejak Anwar resmi menjabat sebagai perdana menteri pada akhir 2022. Tuntutan utama massa adalah soal ketimpangan ekonomi, harga barang kebutuhan pokok yang melonjak, serta stagnasi dalam penciptaan lapangan kerja, terutama bagi anak muda.

“Kami memilih dia karena janji perubahan dan reformasi. Tapi hingga sekarang, rakyat makin susah. Harga barang terus naik, pekerjaan makin susah. Kami merasa dikhianati,” kata Muhammad Fadhlullah, seorang mahasiswa Universitas Malaya yang ikut serta dalam aksi, kepada The Star.

Ekonomi Tumbuh, Tapi Tak Merata

Dikutip dari Reuters, pada kuartal I 2025, pertumbuhan ekonomi Malaysia tercatat sebesar 4,4% secara tahunan (year on year), menurun dibandingkan kuartal IV 2024 yang direvisi menjadi 4,9%. Pelambatan ini memicu kekhawatiran akan lesunya daya beli masyarakat serta menurunnya aktivitas investasi.

Baca Juga:  Peran Strategis Human Factor Di Tengah Cepatnya Perkembangan Teknologi Keselamatan Pelayaran

Bank Negara Malaysia (BNM) dalam pernyataan resminya menyebutkan bahwa pertumbuhan tersebut ditopang oleh sektor ekspor dan jasa, namun konsumsi rumah tangga masih belum menunjukkan perbaikan signifikan.

“Meski secara makro ekonomi Malaysia tumbuh, namun tekanan inflasi dan lapangan kerja yang terbatas masih menjadi tantangan utama, terutama bagi kelompok masyarakat menengah ke bawah,” ujar Prof. Datuk Dr. Rajah Rasiah, ekonom dari Universitas Malaya, dalam wawancara dengan Channel News Asia.

Menurut data Departemen Statistik Malaysia, tingkat pengangguran masih berada di kisaran 3.5%, namun meningkat tajam pada kalangan usia 20–30 tahun, yakni mencapai 7,8%. Hal ini diperburuk oleh naiknya biaya hidup di kota-kota besar seperti Kuala Lumpur, Johor Bahru, dan Penang.

Anwar Ibrahim: Kritik dan Pembelaan

Dalam pernyataan resminya, Anwar Ibrahim menolak tuduhan bahwa dirinya gagal mengelola ekonomi negara. Ia menyebut bahwa pemerintahannya masih membutuhkan waktu untuk merealisasikan reformasi struktural yang berkelanjutan.

Baca Juga:  Semangat Kemerdekaan Membara: Indonesia Bersatu Menuntut Keadilan di Tengah Sorotan Dunia

“Pertumbuhan ekonomi tidak bisa terjadi dalam semalam. Kami mewarisi sejumlah masalah struktural dari pemerintahan sebelumnya. Saya berkomitmen untuk menyelesaikan pekerjaan ini demi rakyat,” ujar Anwar saat konferensi pers di Putrajaya.

Anwar juga menegaskan bahwa pemerintahannya telah meluncurkan berbagai inisiatif bantuan, seperti Program Subsidi Rakyat dan Skim Sewa Beli Rumah Rakyat, namun diakuinya distribusi bantuan tersebut belum merata.

Suara Oposisi Meningkat

Di tengah tekanan publik, tokoh-tokoh oposisi seperti mantan PM Muhyiddin Yassin dan Presiden PAS Abdul Hadi Awang mulai gencar menyerukan pembentukan koalisi baru untuk menantang pemerintahan persatuan yang dipimpin Anwar.

“Kami menyerukan pembentukan pemerintahan alternatif yang benar-benar pro-rakyat. Negara ini tidak bisa terus dipimpin oleh sosok yang hanya pandai berbicara tanpa tindakan nyata,” tegas Hadi Awang dalam pernyataan tertulisnya.

Meski belum berada di ambang krisis ekonomi, tekanan terhadap Anwar Ibrahim semakin besar seiring meningkatnya kekecewaan publik. Para pengamat menilai bahwa nasib politik Anwar dalam beberapa bulan ke depan akan sangat ditentukan oleh kemampuan pemerintah untuk meredam inflasi, memperluas lapangan kerja, dan menstabilkan harga-harga pokok.

Berita Terkait

Isu Invasi AS ke Greenland Dinilai Bisa Guncang Soliditas NATO
10 Fakta Mengejutkan tentang Nuuk, Salah Satunya Ibu Kota Terkecil di Dunia
Rusia Sebut Ancaman AS Caplok Greenland Luar Biasa, Moskow Klaim Terus Pantau Situasi
Pemerintah Hentikan Grok di Indonesia, Konten Deepfake Seksual Jadi Sorotan
Last Call Kapal ‘Tanto Salam’ dan First Call ‘Tanto Saudara’ Jadi Sorotan Perayaan Pergantian Tahun di Pelabuhan Tanjung Priok
Bukti Konsistensi Kinerja: NPCT1 Raih Tonggak 10 Juta TEUs Sejak Beroperasi
Pantai Bondi, Ikon Australia yang Menjadi Pusat Kehidupan dan Magnet Wisata Dunia

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 21:46 WIB

Isu Invasi AS ke Greenland Dinilai Bisa Guncang Soliditas NATO

Senin, 19 Januari 2026 - 07:52 WIB

10 Fakta Mengejutkan tentang Nuuk, Salah Satunya Ibu Kota Terkecil di Dunia

Minggu, 18 Januari 2026 - 12:26 WIB

Rusia Sebut Ancaman AS Caplok Greenland Luar Biasa, Moskow Klaim Terus Pantau Situasi

Senin, 12 Januari 2026 - 22:14 WIB

Pemerintah Hentikan Grok di Indonesia, Konten Deepfake Seksual Jadi Sorotan

Kamis, 1 Januari 2026 - 17:42 WIB

Last Call Kapal ‘Tanto Salam’ dan First Call ‘Tanto Saudara’ Jadi Sorotan Perayaan Pergantian Tahun di Pelabuhan Tanjung Priok

Berita Terbaru