Wanita Paruh Baya Tertipu Modus Transfer Uang Fiktif di Plaza Kalibata, Pakar Hukum Ingatkan Waspada Transaksi Digital

- Jurnalis

Minggu, 10 Agustus 2025 - 21:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: terduga pelaku (cctv Plaza Kalibata)

Jakarta teropongrakyat.co – Seorang wanita paruh baya berinisial Ani menjadi korban penipuan bermodus transfer uang fiktif setelah berkenalan dengan seorang pria melalui aplikasi Omi. Kejadian ini berlangsung pada Minggu (10/8/2025) di Plaza Kalibata, Jakarta Selatan, dan mengakibatkan korban mengalami kerugian materil sekaligus trauma psikologis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, awal perkenalan Ani dan pelaku terjadi melalui obrolan santai di platform Omi. Setelah beberapa kali berinteraksi secara daring, keduanya sepakat untuk bertemu langsung. Pelaku kemudian mengajak Ani bertemu di sebuah pusat perbelanjaan untuk membeli ponsel yang diklaim akan ia hadiahkan kepada korban.

Setibanya di Plaza Kalibata, pelaku menunjukkan bukti transfer senilai Rp15 juta ke rekening Ani melalui layar ponselnya. Bukti tersebut terlihat meyakinkan, sehingga korban percaya uang telah dikirim. Tanpa sempat melakukan pengecekan saldo, Ani menuruti ajakan pelaku untuk bertransaksi di salah satu gerai ponsel di dalam pusat perbelanjaan tersebut.

Baca Juga:  Zulkarnaen Apriliantony, Mantan Komisaris BUMN, Diduga Terlibat Kasus 1.000 Situs Judi Online

Pelaku memilih Samsung A16 dan melakukan pembayaran menggunakan skema “uang sudah ditransfer ke korban”. Namun, untuk memuluskan aksinya, pelaku sempat memegang ponsel milik Ani sambil membawa ponsel baru yang dibeli. Ia kemudian berpamitan dengan alasan hendak membantu sopirnya yang tidak mengerti cara menggunakan lift.

“Dia bilang ke saya, ‘Kamu tunggu di sini, saya sudah kirim Rp15 juta. Kasihan sopir saya tidak mengerti naik lift,’” tutur Ani menirukan ucapan pelaku.

Beberapa menit berlalu, pelaku tak kunjung kembali. Ani yang mulai curiga memeriksa mutasi rekeningnya dan terkejut mendapati bahwa transfer yang dijanjikan ternyata tidak pernah masuk.

Merasa panik, korban menghubungi keluarganya untuk meminta bantuan. Demi menghindari permasalahan hukum dengan pihak toko ponsel, keluarga korban akhirnya membayar penuh harga ponsel yang telah dibawa kabur pelaku.

Baca Juga:  Kembali Terulang! Pergoki Muda Mudi Konsumsi Narkoba, Seorang Wartawan Dapatkan Kekerasan Fisik

Hingga berita ini diterbitkan, korban belum membuat laporan resmi ke Polsek setempat.

Pakar Hukum: Modus Bukti Transfer Palsu Makin Marak

Menanggapi kasus ini, Andi Prasetyo, SH., MH, pakar hukum pidana, menegaskan bahwa modus penipuan dengan bukti transfer palsu semakin sering terjadi seiring maraknya transaksi digital.

“Bukti transfer palsu bisa dibuat dengan sangat mudah hanya menggunakan aplikasi edit foto atau tangkapan layar dari transaksi orang lain. Masyarakat harus selalu melakukan verifikasi langsung ke rekening atau melalui mobile banking sebelum menyerahkan barang atau uang,” jelas Andi.

Ia juga menambahkan bahwa kasus ini dapat dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman pidana penjara maksimal 4 tahun.

“Korban sebaiknya segera melapor ke pihak kepolisian agar pelaku bisa dilacak. Semakin cepat laporan dibuat, semakin besar peluang pelaku tertangkap,” imbuhnya.

Berita Terkait

Keabsahan RUPSLB PT Indoneka Lancar Jaya Dipersoalkan, Founder Soroti Dugaan Pemalsuan dan Risiko Kerugian Perusahaan
Tak Terima Putusan yang Merugikan! Kuasa Hukum Prianto Ajukan Kasasi ke Mahkamah Agung RI, Libatkan Kades & Dua Menteri
Diduga Belum Kantongi NPPBKC, GB Star Resto & Cafe Jual Cocktail dan Bir
Warga Jakut Masih Tercatat Desil 5-6, Dewan Kota Jakarta Utara dan Tokoh Masyarakat Dorong Perbaikan Data Bansos
ABK Tongkang Jatuh ke Laut Marunda Ditemukan Tewas Setelah Tiga Hari Pencarian
Dugaan Temuan Solar dalam Jumlah Banyak di Telukjambe Timur, APH Diminta Segera Lakukan Pemeriksaan
Perjuangan Yasmin Melawan Autoimun Langka, Kepedulian Warga dan Pemkot Jakarta Utara Mulai Ringankan Beban Pengobatan
Bekas Galian PAM di Jalan Malaka 3 Rorotan Disorot, Jalan Beton Ditambal Seadanya, BPK Diminta Audit

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 17:49 WIB

Keabsahan RUPSLB PT Indoneka Lancar Jaya Dipersoalkan, Founder Soroti Dugaan Pemalsuan dan Risiko Kerugian Perusahaan

Kamis, 10 September 2026 - 11:24 WIB

Tak Terima Putusan yang Merugikan! Kuasa Hukum Prianto Ajukan Kasasi ke Mahkamah Agung RI, Libatkan Kades & Dua Menteri

Rabu, 9 September 2026 - 16:43 WIB

Diduga Belum Kantongi NPPBKC, GB Star Resto & Cafe Jual Cocktail dan Bir

Selasa, 8 September 2026 - 19:30 WIB

Warga Jakut Masih Tercatat Desil 5-6, Dewan Kota Jakarta Utara dan Tokoh Masyarakat Dorong Perbaikan Data Bansos

Selasa, 8 September 2026 - 18:39 WIB

ABK Tongkang Jatuh ke Laut Marunda Ditemukan Tewas Setelah Tiga Hari Pencarian

Berita Terbaru

TNI – Polri

Manuver Pertempuran Darat Memperkuat Interoperabilitas di SGS 2026

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:55 WIB

TNI – Polri

CYBEREX SGS 2026 Tingkatkan Kesiapan Siber Melalui Technical Review

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:35 WIB