Tren NEV Semakin Meningkat, JAECOO Paparkan Perbedaan HEV dan PHEV

- Jurnalis

Kamis, 12 Maret 2026 - 21:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 5 MARET 2026 | teropongrakyat.co – Di tengah laju adopsi elektrifikasi di industri otomotif nasional yang semakin masif, konsumen Indonesia mulai dihadapkan dengan berbagai pilihan kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV), termasuk hadirnya kendaraan dengan teknologi Hybrid Electric Vehicle (HEV) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Namun, muncul pertanyaan di tengah masyarakat: antara HEV dan PHEV, mana yang sebenarnya menjadi solusi paling tepat?

Business Unit Director JAECOO Indonesia, Jim Ma, menjelaskan bahwa meski keduanya berada dalam payung teknologi hybrid, kedua teknologi ini memiliki perbedaan yang nyata.

“Karakter penggunaan, sistem kerja, serta keunggulannya pun berbeda. HEV itu sendiri merupakan kendaraan yang memiliki dua sumber tenaga, yaitu mesin bensin dan daya listrik. Namun, baterainya tidak dapat diisi melalui colokan eksternal. Sedangkan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) juga menggabungkan dua sumber tenaga, yakni mesin konvensional dan motor listrik dari baterai, namun baterainya dapat diisi melalui sumber listrik eksternal sehingga kendaraan dapat beroperasi sebagai mobil listrik maupun mobil konvensional,” papar Jim Ma.

Perbedaan tersebut terutama terlihat dari cara kerja sistem hybrid pada masing-masing kendaraan.

HEV: Dua Sumber Tenaga dengan Baterai Terisi Otomatis

Pada kendaraan Hybrid Electric Vehicle (HEV), sistem ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar tanpa mengubah kebiasaan berkendara secara signifikan. Beberapa karakteristik utama HEV sebagai berikut.

1. Baterai Terisi Otomatis Tanpa Colokan Listrik
Energi listrik pada baterai akan terisi secara otomatis melalui mesin bensin serta sistem regenerative braking, yaitu proses pengisian ulang energi saat kendaraan melakukan pengereman. Selain itu, kapasitas baterai pada kendaraan HEV umumnya relatif kecil, yaitu sekitar 1–2 kWh, sehingga tidak dirancang untuk menerima pengisian daya dari sumber listrik eksternal.

Baca Juga:  Ini Dia Negara Tujuan Ekspor yang Bakal Menjadi Pasar Isuzu Traga Buatan Indonesia

2. Kerja Mesin dan Motor Listrik Bergantian
Motor listrik biasanya bekerja pada kecepatan rendah atau saat kondisi lalu lintas padat, sementara mesin bensin akan mengambil alih ketika kendaraan membutuhkan tenaga lebih besar, seperti saat melaju di jalan tol atau menanjak.

3. Lebih Hemat Bahan Bakar dan Praktis Digunakan, Dengan sistem tersebut, HEV dikenal mampu meningkatkan efisiensi bahan bakar dibandingkan kendaraan konvensional. Selain itu, karena tidak membutuhkan pengisian daya eksternal, kendaraan ini tetap praktis digunakan bahkan di wilayah yang belum memiliki infrastruktur pengisian listrik yang memadai.

Tren NEV Semakin Meningkat, JAECOO Paparkan Perbedaan HEV dan PHEV - Teropong Rakyat

PHEV: Jangkauan EV Murni Lebih Jauh
Sementara itu, Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) memberikan pendekatan berbeda dengan baterai yang dapat diisi melalui sumber listrik eksternal dan memiliki beberapa keunggulan berikut.

1. Baterai Dapat Diisi Melalui Charger Eksternal
Pengisian daya dapat dilakukan melalui home charging maupun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), sehingga pengguna dapat memaksimalkan penggunaan tenaga listrik dalam aktivitas harian. Berbeda dengan HEV, kendaraan PHEV menggunakan baterai berkapasitas lebih besar sehingga dirancang untuk dapat menerima pengisian daya dari sumber listrik eksternal.

2. Mode Listrik Murni untuk Perjalanan Harian
Dengan kapasitas baterai yang lebih besar, kendaraan PHEV memungkinkan pengguna berkendara dalam mode listrik murni untuk jarak tertentu sebelum mesin bensin mulai bekerja.

3. Fleksibel untuk Perjalanan Jarak Jauh
Jika daya baterai habis, kendaraan tetap dapat beroperasi seperti mobil hybrid biasa dengan memanfaatkan mesin bensin. Fleksibilitas ini membuat PHEV dapat digunakan baik untuk mobilitas harian maupun perjalanan jarak jauh.

Baca Juga:  Intip Varian Sumber Tenaga Suzuki Fronx, Ada Pilihan Mesin Turbo

“Ketika konsumen sudah mengetahui perbedaan mendasar dari cara kerja dan keunggulan masing-masing sistem, langkah selanjutnya adalah menyesuaikan pilihan tersebut dengan kebutuhan mobilitas harian mereka,” ungkap Jim Ma.

Di Indonesia sendiri, JAECOO menghadirkan teknologi Super Hybrid System (SHS) melalui model JAECOO J7 SHS-P dan JAECOO J8 SHS-P ARDIS. Teknologi ini merupakan pengembangan dari sistem PHEV yang dirancang untuk mengintegrasikan tenaga listrik dan mesin secara lebih cerdas, sehingga mampu menghadirkan efisiensi energi sekaligus performa yang tetap responsif di berbagai kondisi berkendara.

Pada JAECOO J7 SHS-P, sistem ini memungkinkan kendaraan menempuh hingga sekitar 100 km dalam mode listrik murni, sehingga cocok untuk penggunaan harian di area perkotaan. Sementara itu, JAECOO J8 SHS-P ARDIS menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih premium dengan dukungan hingga 19 fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS), termasuk Adaptive Cruise Control dan Traffic Jam Assist yang membantu meningkatkan kenyamanan serta keselamatan berkendara.

Sebagai pelengkap ekosistem kendaraan elektrifikasi, JAECOO juga menghadirkan JAECOO J5 EV, kendaraan listrik murni yang dirancang bagi konsumen yang ingin sepenuhnya beralih ke mobilitas ramah lingkungan.

Kemampuan JAECOO di Indonesia juga diperkuat dengan catatan positif di pasar nasional. Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) Januari 2026, JAECOO J5 EV mencatat distribusi 1.942 unit dan menjadi salah satu SUV listrik terlaris, sekaligus membawa JAECOO menembus peringkat sembilan besar merek mobil nasional.

Saat ini, JAECOO telah memiliki 25 dealer di Indonesia, termasuk pembukaan terbaru di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, serta menyiagakan 14 Dealer Siaga di rute utama mudik Lebaran dengan dukungan layanan bantuan darurat 24 jam.

Berita Terkait

Hemat Hingga 44%! Tarif Tol JTCC Bekasi Dipangkas Sambut Idul Fitri 1447 H
Lereng Gunung Kawi X TRI Adventure, Bupati Malang Dorong Sport Tourism Terpadu dan Pemberdayaan Desa
Investasi Lebih dari US$ 346 Juta Dorong Ekspansi Industri Kendaraan Listrik di Indonesia
Fun Jip Wisata Segoro Kidul di Pantai Kondang Merak Berlangsung Meriah, Forkopimda Malang Ikut Menjajal Rute Ekstrem
Jakarta Two Doors Meet 2025, Tempatnya Penggemar Mobil dua Pintu
GJAW 2025 Akan Segera Digelar, Ini Daftar Merek yang Berpartisipasi dan Harga Tiketnya
Chery Lakukan Serah Terima 1.000 Tiggo Unit Cross CSH, Kukuhkan Dominasi Hybrid
The Spirit Rolls On: Harley-Davidson® Resmikan Dealer Terbaru ke-6 di Surabaya

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 21:37 WIB

Tren NEV Semakin Meningkat, JAECOO Paparkan Perbedaan HEV dan PHEV

Selasa, 10 Maret 2026 - 12:04 WIB

Hemat Hingga 44%! Tarif Tol JTCC Bekasi Dipangkas Sambut Idul Fitri 1447 H

Sabtu, 13 Desember 2025 - 22:16 WIB

Lereng Gunung Kawi X TRI Adventure, Bupati Malang Dorong Sport Tourism Terpadu dan Pemberdayaan Desa

Minggu, 23 November 2025 - 20:27 WIB

Investasi Lebih dari US$ 346 Juta Dorong Ekspansi Industri Kendaraan Listrik di Indonesia

Minggu, 16 November 2025 - 19:59 WIB

Fun Jip Wisata Segoro Kidul di Pantai Kondang Merak Berlangsung Meriah, Forkopimda Malang Ikut Menjajal Rute Ekstrem

Berita Terbaru