Sopir Truk Tebu Ditemukan Meninggal di Pakisaji,Tim Inafis Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan

- Jurnalis

Senin, 20 Juli 2026 - 16:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Malang | Teropongrakyat.co – Seorang sopir truk tebu ditemukan meninggal dunia di dalam kabin truk yang terparkir di Jalan Raya Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Senin (20/7/2026) sekitar pukul 06.45 WIB.

Korban diketahui bernama Lulus Andrianto (38), warga Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Penemuan bermula saat petugas keamanan melihat truk tebu terparkir di pinggir jalan dan meminta sopir memindahkan kendaraan ke area penempatan. Namun, korban tidak merespons saat dibangunkan.

Kapolsek Pakisaji, AKP Sunarko Rusbiyanto, S.H., M.H., mengatakan petugas keamanan kemudian meminta bantuan rekan sesama sopir untuk membangunkan korban, namun tetap tidak ada respons. Tim kesehatan dari PG Kebonagung yang datang ke lokasi selanjutnya menyatakan korban telah meninggal dunia setelah memeriksa nadi dan pupil.

Baca Juga:  Aparat Gabungan TNI Polri Berhasil Evakuasi Jenazah Korban Penembakan OPM

“Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Pakisaji. Personel bersama Tim Inafis Polres Malang langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara,” kata AKP Sunarko.

Hasil pemeriksaan Tim Inafis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi juga memastikan tidak ada barang milik korban yang hilang. Di lokasi, petugas mengamankan sebuah tas, telepon genggam, dan truk tebu bernomor polisi N-8930-WH.

Baca Juga:  Misteri Penadah Kabel PLN: Kapolsek Pademangan "Bungkam", Publik Meragukan Transparansi Penyelidikan

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, korban diketahui memarkir truknya sekitar pukul 01.00 WIB sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia beberapa jam kemudian. Korban juga diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Kanjuruhan untuk penanganan lebih lanjut. Polisi menyatakan penanganan dilakukan sesuai prosedur dengan mendatangi lokasi, memasang garis polisi, melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, serta mengumpulkan keterangan guna memastikan penyebab kematian korban.

Berita Terkait

Sports and Cultural Day Jadi Puncak Kebersamaan Prajurit Multinasional SGS 2026
Sports and Cultural Day Jadi Puncak Kebersamaan Prajurit Multinasional SGS 2026
Puspsi TNI Berikan Trauma Healing bagi Anak Penyintas Gempa Bumi NTT
Jamin Keselamatan Personel, Tim Kesehatan Latgabma SGS 2026 Gelar Medical Exchange Method
Komsos Koramil 1710-03/Kuala Kencana Dan Syukuran Selesainya Pembangunan Jembatan Garuda
Puspsi TNI Terjunkan Tim Trauma Healing Bantu Penyintas Gempa NTT
Polres Priok Intensifkan Pengaturan Lalu Lintas, Pastikan Arus Kendaraan Tetap Kondusif
Kapolri ke Pengusaha: Jadikan Buruh Aset, Mitra, dan Keluarga Perusahaan

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 21:01 WIB

Sports and Cultural Day Jadi Puncak Kebersamaan Prajurit Multinasional SGS 2026

Jumat, 11 September 2026 - 20:58 WIB

Sports and Cultural Day Jadi Puncak Kebersamaan Prajurit Multinasional SGS 2026

Jumat, 11 September 2026 - 20:44 WIB

Puspsi TNI Berikan Trauma Healing bagi Anak Penyintas Gempa Bumi NTT

Jumat, 11 September 2026 - 19:37 WIB

Jamin Keselamatan Personel, Tim Kesehatan Latgabma SGS 2026 Gelar Medical Exchange Method

Jumat, 11 September 2026 - 19:25 WIB

Komsos Koramil 1710-03/Kuala Kencana Dan Syukuran Selesainya Pembangunan Jembatan Garuda

Berita Terbaru

TNI – Polri

Puspsi TNI Berikan Trauma Healing bagi Anak Penyintas Gempa Bumi NTT

Jumat, 11 Sep 2026 - 20:44 WIB