Semakin Banyak Pengguna Mobil Listrik, Pertamina Cari Titik Keseimbangan Antara SPKLU dan SPBU

- Jurnalis

Kamis, 24 Oktober 2024 - 22:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semakin Banyak Pengguna Mobil Listrik, Pertamina Cari Titik Keseimbangan Antara SPKLU dan SPBU - Teropong Rakyat
Indonesia Industry Outlook 2025 – Jakarta

 

Jakarta, TeropongRakyat.co – Menurut riset terbaru Inventure 2024, sekitar 16% responden di Indonesia sudah memiliki dan menggunakan mobil listrik dalam enam bulan terakhir.

Dari jumlah tersebut, 98% di antaranya berencana untuk terus menggunakan kendaraan listrik.

Hasil survei ini menunjukkan bahwa tren mobil listrik dan transisi energi dari bahan bakar fosil ke listrik atau bahan bakar berkelanjutan akan semakin menjadi arus utama di masa depan.

Menanggapi tren ini, Eko Ricky Susanto, VP Retail Fuel Pertamina Patra Niaga, dalam Indonesia Industry Outlook 2025 menyatakan bahwa Pertamina akan mengedepankan pendekatan yang seimbang.

Baca Juga:  Santa Klaus Satgas Yonif 323 Kostrad Buaya Putih Hadir Membawa Kebahagian di Jantung Pedalaman Papua

Perusahaan akan berusaha mencapai transisi yang mulus dari bahan bakar fosil ke kendaraan listrik (EV), dengan tetap melayani kebutuhan pelanggan yang masih menggunakan bahan bakar minyak (BBM).

“Kami tetap melayani pelanggan yang membutuhkan BBM karena jumlahnya masih signifikan. Namun, kami juga mengakomodasi kebutuhan pengguna EV. Kami ingin memastikan transisi yang mulus dari BBM ke kendaraan listrik, terutama dengan target Net Zero Emission pada 2060 dan pengembangan bahan bakar berkelanjutan, seperti biofuel,” ujar Eko pada konferensi IIO 2025 pada Kamis (24/10/2024).

Baca Juga:  Jelang HUT RI ke-80, Capaian Demokrasi Politik Tak Berkorelasi dengan Ekonomi

Eko juga menambahkan bahwa meskipun transisi menuju energi bersih semakin dekat, konsumsi BBM masih terus tumbuh. Pertamina mencatat peningkatan konsumsi BBM sebesar 3-4% pada 2023-2024, yang menandakan bahwa bisnis stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) masih memiliki prospek yang baik.

“Tugas utama Pertamina adalah mendistribusikan BBM ke masyarakat, terutama untuk produk-produk bersubsidi, tanpa mengabaikan standar kualitas layanan. Kami harus memastikan ketersediaan dan keterjangkauan energi bagi masyarakat,” tutup Eko.

Berita Terkait

Dugaan Penimbunan Solar di Banyumas Disorot, Muncul Dugaan Oknum Terima “Upeti”
Dugaan Penimbunan BBM Subsidi di Banyumas Disorot, Tim Media dan BPAN Pertanyakan Profesionalitas Tipidter
Stafsus Menteri Agama Turun ke Tangerang, Pastikan GKPI Mauk Sepatan Bisa Ibadah Lagi
Warga Rorotan Tolak Rencana Pembangunan Depo Kontainer di Kawasan Permukiman
Pam TPS Pilkades Setu, Wadir Binmas: Kenali Situasi dan Jangan Keluar dari Fungsi Pengamanan
Permintaan Spot Menguat, Bitcoin Kembali Tembus US$81.000
Polres Malang Tangkap Pria Diduga Aniaya Wanita Usai Janjikan Kerja
KPK Sita Rp106,3 Miliar dalam OTT Kasus Dugaan Suap Pertanahan, Jadi Sitaan Terbesar

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:14 WIB

Dugaan Penimbunan Solar di Banyumas Disorot, Muncul Dugaan Oknum Terima “Upeti”

Senin, 21 September 2026 - 18:55 WIB

Dugaan Penimbunan BBM Subsidi di Banyumas Disorot, Tim Media dan BPAN Pertanyakan Profesionalitas Tipidter

Senin, 21 September 2026 - 04:48 WIB

Stafsus Menteri Agama Turun ke Tangerang, Pastikan GKPI Mauk Sepatan Bisa Ibadah Lagi

Minggu, 20 September 2026 - 16:13 WIB

Warga Rorotan Tolak Rencana Pembangunan Depo Kontainer di Kawasan Permukiman

Sabtu, 19 September 2026 - 22:36 WIB

Pam TPS Pilkades Setu, Wadir Binmas: Kenali Situasi dan Jangan Keluar dari Fungsi Pengamanan

Berita Terbaru

Maritim

Secara Bertahap Mulai Memulihkan Kegiatan Operasional

Senin, 21 Sep 2026 - 21:57 WIB