Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
Teropong Rakyat Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Tropong PLUS Masuk
T+
Terkini
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Teropong Rakyat. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTPraktik Ilegal BBM Subsidi Jenis Solar Marak di Cilegon, Diduga Dilindungi OknumKomentar: 0

Praktik Ilegal BBM Subsidi Jenis Solar Marak di Cilegon, Diduga Dilindungi Oknum

Teropong Rakyat, 3 Agustus 2025, 20:48 WIB · 2 menit bacaBaca di App
Huruf
Foto: Dokumentasi

Cilegon, 3 Agustus 2025 – teropongrakyat.co — Maraknya praktik ilegal penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di Kota Cilegon hingga kini belum sepenuhnya bisa diberantas. Berdasarkan informasi dari masyarakat, praktik jual beli solar bersubsidi secara ilegal diduga masih terjadi, terutama di wilayah Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon.

Hasil investigasi tim media mengungkap bahwa aksi curang ini dilakukan dengan modus menyalahgunakan sisa pengisian solar bersubsidi (biasa disebut “kencingan”) dari kendaraan jenis truk fuso losbak dan fuso dump truck. Aktivitas ilegal ini terjadi hampir setiap hari, baik siang, sore, maupun malam hari.

Solar hasil “kencingan” tersebut kemudian ditimbun terlebih dahulu sebelum dijual ke berbagai industri. Mirisnya, aktivitas ini dilakukan secara terang-terangan tanpa rasa takut terhadap hukum. Masyarakat menduga kuat bahwa para pelaku dilindungi oleh oknum organisasi masyarakat (ormas) tertentu, yang membuat mereka merasa kebal hukum.

Baca Juga:  Kejari Batu Catat Kinerja Gemilang, Selamatkan Keuangan Negara Rp522 Miliar

Pakar Energi Soroti Lemahnya Pengawasan

Dr. Rahmat Ardiansyah, pakar energi dan kebijakan publik dari Universitas Negeri Jakarta, menilai bahwa praktik semacam ini adalah bentuk kegagalan dalam sistem pengawasan distribusi energi nasional.

“Jika benar ada keterlibatan oknum dan praktik ini berlangsung lama tanpa tindakan tegas, maka ini mencerminkan lemahnya sistem pengawasan dan penegakan hukum. Solar subsidi diperuntukkan bagi masyarakat kecil, bukan industri atau pelaku usaha besar. Penyalahgunaannya tidak hanya merugikan negara, tetapi juga menciptakan ketimpangan sosial,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dr. Rahmat menyebut bahwa sanksi tegas perlu diberikan tidak hanya kepada pelaku di lapangan, tetapi juga kepada pihak yang diduga menjadi beking di balik praktik tersebut.

Baca Juga:  SPBU 34.157.04 Kuat Dugaan Jual Solar Subsidi ke Mafia Migas

Masyarakat dan Aktivis Mendesak Tindakan Tegas

Kondisi ini memicu keresahan di kalangan masyarakat. Mereka mendesak aparat penegak hukum (APH), khususnya Polres Cilegon dan Polda Banten, agar segera mengambil langkah konkret.

“Jangan sampai kecolongan. Jika memang ada lapak atau pengusaha yang menampung solar bersubsidi secara ilegal, maka itu sudah masuk kategori penimbunan dan penadahan,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.

Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (Migas), pelaku penimbunan dan penyalahgunaan BBM subsidi bisa dikenai sanksi pidana berat.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan aparat hukum tidak menutup mata terhadap pelanggaran ini, serta segera menindak tegas semua pihak yang terlibat—termasuk jaringan pelindung di balik praktik ilegal tersebut.

 

Lihat Hukum Selengkapnya→
Artikel Terkait Hukum
Breaking NewsKanal lain
TNI – PolriKanal lain