PJ.Walikota Bekasi Gani Muhamad, Kembali Buat Gaduh Dalam Hal Pendidikan

- Jurnalis

Jumat, 19 Juli 2024 - 15:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bekasi, TeropongRakyat.co – Aktivis Kota Bekasi Wawan Agung sekaligus Ketua Aliansi Rakyat Bekasi Cabang Kota Bekasi angkat bicara soal aksi demonstrasi Badan Musyawarah Perguruan Swasta Kota Bekasi ke kantor DPRD Kota Bekasi beberapa hari lalu.

Wawan sangat menyayangkan aksi tersebut di duga BMPS dan PJ. Walikota Bekasi tidak mendukung Program Presiden Joko Widodo, dalam hal pendidikan Nasional dan malah diduga ada unsur mengedepankan arogansi kepentingan golongan.

Karena sekretaris BMPS dalam orasinya selalu mengedepankan teknis bagaimana para calon peserta didik baru agar di masukkan ke Sekolah Swasta yang MEWAH (Mepet Sawah) yang notabene jauh dari syarat layak dalam hal Infrastruktur fasilitas pendidikan.

Padahal jelas tujuan Undang-Undang Sistem Pendididikan Nasional dan Program utama Presiden RI adalah mewujudkan Indonesia Emas dengan unsur Demografi.

Baca Juga:  SEKJEN P3N CCI Dr H MISRI HASANTO,M.Kes MENUNJUK SITI YUSNETI PUTI SEBAGAI STAF KHUSUS BIDANG PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DPP P3N CCI WILAYAH I

Perlu dipenuhi nya sistem pendidikan yang memiliki infrastruktur Fasilitas Pendidikan yang layak, nah ini banyak sekolah swasta yang belum memenuhi syarat tersebut BMPS kota bekasi malah sudah mendesak pemerintah Kota Bekasi dan DPRD Kota Bekasi agar memasukkan para peserta didik ke sekolah swasta yang MEWAH (mepet sawah).

Sama-sama kita tau PPDB Kota Bekasi saat ini lagi carut marut, malah di tambah makin gaduh dengan adanya aksi BMPS Kota Bekasi kemarin, malah permintaan BMPS tersebut di dukung oleh PJ.Walikota Bekasi lagi, lagi-lagi PJ.Walikota Bekasi bisanya cuman bikin gaduh saja di Kota Bekasi ini. (19/07/2024)

Dengan dukungan PJ.Walikota Bekasi kepada BMPS Kota Bekasi dengan mengamini sisa peserta didik agar masuk ke seklolah swata yang notabene MEWAH (Mepet Sawah) yang jauh dari syarat Infrastruktur Fasilitas Pendidikan yang layak artinya PJ. Walikota Bekasi dan BMPS Kota Bekasi selain menahan sisa jumlah Rombel, juga terbukti *Tidak Mendukung Program Presiden Republik Indonesia yakni mewujudkan Indonesia Emas dengan unsur Demografi.

Baca Juga:  Sepi dan Tak Terurus, Pos UPPKB Balonggandu Karawang Diduga Ditinggal Petugas di Jam Kerja

Seharusnya PJ. Walikota dan BMPS Kota Bekasi itu menyiapkan dlu infrastruktur fasilitas pendidikan seluruh sekolah swasta di Kota Bekasi agar layak baru mengisi sekolah tersebut dengan para siswa, bukan terbalik, itu yang saya bilang sangat terlihat arogansi kepentingan kelompok, hanya bikin gaduh dan tidak mendukung Program Presiden RI.

/ (Akbar)

Berita Terkait

Pengamanan Laga Indonesia Vs Bangladesh, Kapolsek Kemayoran Pimpin 116 Personel di Plaza Tenggara GBK
Warga Mekarsari Komplain Sampah Jarang Diangkut, Dampak Truk Sampah DLHK Kota Tangerang Terbakar Sejak Mei
Oknum Pol PP Kota Tangerang Duduga Terima Pungli dari Pemilik Bangunan di Neglasari
Memalukan! PT BMN di Curug Diduga Produksi Sandal HOKA Ilegal, Buruh Diperas: Tanpa Kontrak, Tanpa BPJS, Gaji Rp2,3 Juta
9 Pendaki Masuk Jalur Ilegal Batu Tulis, 1 Alami Hipotermia
Satpol PP Cek Lokasi yang Diduga Jadi Depo Kontainer di Rorotan, Aktivitas Tak Ditemukan
Setahun Bangkit dari Keterbatasan, Kampung Susun Bayam Rayakan Harapan Baru Bersama Wali Kota
Eksekusi Tanah Pacuan Kuda 449 M², PN Jaktim Pastikan Berjalan Sesuai Prosedur

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:44 WIB

Pengamanan Laga Indonesia Vs Bangladesh, Kapolsek Kemayoran Pimpin 116 Personel di Plaza Tenggara GBK

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Warga Mekarsari Komplain Sampah Jarang Diangkut, Dampak Truk Sampah DLHK Kota Tangerang Terbakar Sejak Mei

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:59 WIB

Oknum Pol PP Kota Tangerang Duduga Terima Pungli dari Pemilik Bangunan di Neglasari

Rabu, 30 September 2026 - 22:47 WIB

Memalukan! PT BMN di Curug Diduga Produksi Sandal HOKA Ilegal, Buruh Diperas: Tanpa Kontrak, Tanpa BPJS, Gaji Rp2,3 Juta

Rabu, 30 September 2026 - 08:12 WIB

9 Pendaki Masuk Jalur Ilegal Batu Tulis, 1 Alami Hipotermia

Berita Terbaru