Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
Teropong Rakyat Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Tropong PLUS Masuk
T+
Terkini
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Teropong Rakyat. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTLongsor Dominasi Bencana di Kota Batu, 115 Kejadian Catatkan 27 Warga MengungsiKomentar: 0

Longsor Dominasi Bencana di Kota Batu, 115 Kejadian Catatkan 27 Warga Mengungsi

Teropong Rakyat, 8 September 2026, 17:44 WIB · 2 menit bacaBaca di App
Huruf
Foto: Dokumentasi

Kota Batu | Teropongrakyat.co – Tanah longsor menjadi bencana yang paling dominan terjadi di Kota Batu sepanjang periode pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu. Dari total 115 kejadian bencana, sebanyak 49 di antaranya merupakan tanah longsor.

Selain longsor, BPBD Kota Batu mencatat 41 kejadian cuaca ekstrem, 16 kejadian banjir, serta tiga kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Kepala BPBD Kota Batu, Suwoko, mengatakan tingginya kejadian bencana tersebut tidak terlepas dari kondisi geografis Kota Batu yang sebagian besar merupakan kawasan perbukitan dan lereng pegunungan.

“Bencana paling banyak memang terjadi di wilayah Bumiaji dan Batu karena kondisi topografinya cukup rentan,” ujar Suwoko, Selasa (8/9/2026).

Dari tiga kecamatan di Kota Batu, Kecamatan Bumiaji menjadi wilayah dengan kejadian bencana terbanyak, yakni 57 kejadian. Disusul Kecamatan Batu dengan 47 kejadian dan Kecamatan Junrejo sebanyak 11 kejadian.

Baca Juga:  Lahan Bambu Terbakar di Pakis, Damkar Kabupaten Malang Berhasil Cegah Api Merembet ke Pabrik Biji Plastik

Menurut Suwoko, kondisi Bumiaji yang sebagian besar berupa lereng perbukitan dan kawasan hulu sungai membuat wilayah tersebut memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi. Hujan dengan intensitas tinggi dapat meningkatkan risiko terjadinya longsor, banjir maupun bencana hidrometeorologi lainnya.

Sementara itu, Kecamatan Junrejo tercatat memiliki jumlah kejadian paling rendah. Kondisi wilayah yang relatif lebih datar menjadi salah satu faktor yang membuat tingkat kerawanannya berbeda dibandingkan Bumiaji dan Batu.

Dampak bencana juga cukup signifikan. Dari 115 kejadian yang tercatat, sebanyak 100 warga terdampak langsung dan 27 orang di antaranya harus mengungsi.

Selain berdampak terhadap warga, bencana juga mengakibatkan kerusakan pada 43 rumah. Rinciannya, 16 rumah mengalami rusak ringan, 17 rumah rusak sedang dan 10 rumah rusak berat.

Baca Juga:  Pelindo Berbagi: Pt Akses Pelabuhan Indonesia Bagikan Takjil Dan Sembako Sebagai Wujud TJSL

Tidak hanya rumah warga, tiga fasilitas publik dan satu fasilitas pendidikan turut terdampak. Gangguan juga terjadi pada infrastruktur jaringan, dengan 31 titik jaringan listrik atau penerangan serta 43 titik jaringan telekomunikasi mengalami gangguan.

Suwoko mengimbau masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan perbukitan dan lereng untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

Masyarakat juga diminta tidak mengabaikan tanda-tanda alam maupun informasi peringatan dini yang disampaikan oleh petugas.

Sebagai bagian dari mitigasi bencana, BPBD Kota Batu telah melakukan pembersihan di ratusan titik yang berpotensi mengalami penyumbatan di kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi potensi terjadinya bencana sekaligus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman bencana di masing-masing wilayah.

Lihat Pemerintahan Selengkapnya→
Artikel Terkait Pemerintahan
Breaking NewsKanal lain
TNI – PolriKanal lain