Kemacetan Tanjung Priok: Ancaman bagi Ekonomi dan Kesejahteraan Warga Jakarta

- Jurnalis

Kamis, 17 April 2025 - 12:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, teropongrakyat.co | 17 April 2025 – Kemacetan lalu lintas yang parah kembali melanda kawasan Pelabuhan Tanjung Priok pada Kamis pagi (17/4/2025), mengganggu aktivitas ekonomi dan kesejahteraan warga Jakarta Utara.

Mulai pukul 05.30 WIB, antrean kendaraan yang didominasi truk kontainer mengular panjang di Jalan Yos Sudarso, akses utama menuju pelabuhan. Kondisi ini bukan hanya sekadar ketidaknyamanan, tetapi juga sebuah cerminan dari permasalahan sistemik yang telah berlarut-larut.

Kemacetan Tanjung Priok: Ancaman bagi Ekonomi dan Kesejahteraan Warga Jakarta - Teropong Rakyat
Seperti di lansir megapolitan.kompas.com, Kasat Lantas Polres Jakarta Utara, Komisaris Donni Bagus Wibisono, menjelaskan bahwa kemacetan tersebut disebabkan oleh tingginya volume bongkar muat di pelabuhan.

“Sepertinya volume bongkar muat tinggi, karena masuk ke area NPCT 1 (New Priok Container Terminal One), Mbah Priok, dan JICT padat,” ujar Doni

Ia menambahkan bahwa kepadatan lalu lintas bukan hanya terjadi di pagi hari, tetapi telah berlangsung sejak malam sebelumnya, menunjukkan permasalahan yang lebih kompleks daripada sekadar lonjakan aktivitas sesaat.

Pantauan di lapangan menunjukkan titik-titik kemacetan yang kritis, terutama di Pos 9 Pelabuhan Tanjung Priok dan tepat di depan NPCT 1. Pengendara harus bersabar menghadapi antrean panjang yang menghabiskan waktu berharga dan berpotensi meningkatkan biaya operasional bagi perusahaan logistik.

Baca Juga:  Kemendagri Ajak Media Massa Dukung dan Semarakkan Penyelenggaraan PON 2024

Kemacetan ini bukan hanya masalah bagi para pengemudi truk, tetapi juga bagi warga sekitar yang terdampak oleh polusi udara dan keterlambatan aktivitas sehari-hari. Sekolah, rumah sakit, dan pusat bisnis di sekitar pelabuhan merasakan dampak negatif dari kemacetan ini.

Imbauan dari pihak kepolisian agar masyarakat menggunakan jalur alternatif dan berhati-hati saat melintas di sekitar pelabuhan, meskipun penting, bukanlah solusi jangka panjang.

Kemacetan di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok telah menjadi permasalahan klasik yang berulang setiap hari, bahkan semakin parah seiring dengan peningkatan arus logistik. Hal ini menunjukkan kurangnya perencanaan infrastruktur yang terintegrasi dan kurangnya koordinasi antar instansi terkait.

Kemacetan Tanjung Priok: Ancaman bagi Ekonomi dan Kesejahteraan Warga Jakarta - Teropong Rakyat
Permasalahan ini bukan hanya tentang kemacetan lalu lintas semata, tetapi juga tentang efisiensi ekonomi. Kehilangan waktu dan peningkatan biaya operasional akibat kemacetan berdampak langsung pada daya saing produk Indonesia di pasar global.

Keterlambatan pengiriman barang dapat mengakibatkan kerugian finansial bagi perusahaan dan mengganggu rantai pasokan.

Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan solusi yang komprehensif dan berkelanjutan.

Baca Juga:  Bela Negara Untuk Generasi Milenial, Ster TNI Berikan Kuliah Umum di Universitas Tarumanagara

Pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem manajemen lalu lintas di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok, termasuk mempertimbangkan pembangunan infrastruktur pendukung seperti jalan alternatif, sistem transportasi publik yang terintegrasi, dan peningkatan kapasitas terminal peti kemas.

Koordinasi yang lebih baik antar instansi terkait, termasuk pihak pelabuhan, kepolisian, dan pemerintah daerah, juga sangat penting untuk memastikan implementasi solusi yang efektif.

Selain itu, perlu dipertimbangkan penerapan sistem pengaturan lalu lintas yang lebih cerdas, seperti sistem manajemen lalu lintas berbasis teknologi informasi (IT-based traffic management system) untuk meminimalisir kemacetan.

Peningkatan kesadaran dan disiplin para pengguna jalan juga berperan penting dalam mengurangi kepadatan.

Kemacetan di Tanjung Priok bukanlah sekadar masalah lalu lintas; ini adalah cerminan dari ketidakmampuan kita dalam mengelola pertumbuhan ekonomi yang pesat.

Solusi jangka panjang memerlukan komitmen dan kerja sama dari semua pihak untuk menciptakan sistem transportasi yang efisien, ramah lingkungan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Masyarakat berhak untuk mendapatkan aksesibilitas yang baik dan lingkungan yang sehat, bebas dari ancaman kemacetan yang terus-menerus.

Berita Terkait

Tuduhan Konflik Kepentingan Terhadap Yayasan Kemala Bhayangkari Sebagai Mitra Mbg Perlu Dikoreksi
Perkuat Soliditas dan Gaya Hidup Sehat, BRI KC Jakarta Jelambar Gelar Kegiatan Padel
Perkuat Nilai Spiritual dan Kebersamaan, BRI KC Jakarta Jelambar Gelar Pengajian Pekerja
Semarak HUT BRI ke-130, BRI KC Jakarta Jelambar Gelar Lomba PlayStation Pekerja Supervisi
Semarak HUT BRI ke-130, BRI KC Jakarta Jelambar Gelar Lomba Tenis Meja Pekerja Supervisi
Perkuat Sinergi Bisnis, BRI KC Jakarta Jelambar Gelar Meeting Kerja Sama dengan APL Group
Perluas Jejaring Kemitraan, BRI KC Jakarta Jelambar Jalin Partnership dengan Air Padel Antasari
Perkuat Sinergi UMKM, BRI KC Jakarta Jelambar Kunjungi Merchant Ogood Coffee & Eatery Grogol

Berita Terkait

Senin, 5 Januari 2026 - 19:14 WIB

Tuduhan Konflik Kepentingan Terhadap Yayasan Kemala Bhayangkari Sebagai Mitra Mbg Perlu Dikoreksi

Senin, 5 Januari 2026 - 19:04 WIB

Perkuat Soliditas dan Gaya Hidup Sehat, BRI KC Jakarta Jelambar Gelar Kegiatan Padel

Senin, 5 Januari 2026 - 19:01 WIB

Perkuat Nilai Spiritual dan Kebersamaan, BRI KC Jakarta Jelambar Gelar Pengajian Pekerja

Senin, 5 Januari 2026 - 18:59 WIB

Semarak HUT BRI ke-130, BRI KC Jakarta Jelambar Gelar Lomba PlayStation Pekerja Supervisi

Senin, 5 Januari 2026 - 18:08 WIB

Semarak HUT BRI ke-130, BRI KC Jakarta Jelambar Gelar Lomba Tenis Meja Pekerja Supervisi

Berita Terbaru