Bogor, teropongrakyat.co – Kondisi jalan sepanjang ruas Kemang hingga Parung kian memprihatinkan. Puluhan lubang besar dan dalam tersebar di hampir seluruh jalur,u menjadikan ruas vital penghubung Kabupaten Bogor–Parung ini sebagai jalur rawan kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Pantauan di lapangan, sejumlah lubang menganga terlihat di titik-titik padat lalu lintas. Saat hujan turun, lubang tertutup genangan air sehingga sulit dikenali. Akibatnya, pengendara kerap terperosok, kehilangan keseimbangan, bahkan terjatuh. Kondisi ini semakin berbahaya pada malam hari karena minimnya penerangan jalan.
Kemacetan panjang juga tak terhindarkan. Banyak kendaraan terpaksa melambat atau zig-zag menghindari lubang, memicu antrean dan meningkatkan risiko tabrakan.
Keluhan Pengguna Jalan
Sejumlah pengguna jalan mengaku resah dan meminta pemerintah segera turun tangan.
Rizal (32), pengendara motor, mengatakan hampir setiap hari ia harus ekstra waspada.
“Lubangnya besar-besar dan dalam. Kalau hujan, tidak kelihatan sama sekali. Saya pernah hampir jatuh karena roda depan masuk lubang,” ujarnya.
Sementara itu, Siti Aminah (41), warga Parung yang bekerja di Kemang, mengeluhkan dampak keterlambatan.
“Setiap pagi macet karena kendaraan melambat menghindari lubang. Jalan ini jalur utama, tapi kondisinya seperti tidak pernah diperhatikan,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Ujang (50), sopir angkutan barang.
“Kalau truk lewat sini, suspensi cepat rusak. Biaya perawatan jadi mahal. Kami harap jangan nunggu korban dulu baru diperbaiki,” tegasnya.
Warga dan pengguna jalan berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan perbaikan menyeluruh, bukan tambal sulam sementara. Pasalnya, ruas Kemang–Parung merupakan jalur vital ekonomi dan mobilitas warga yang setiap hari dilalui ribuan kendaraan.
Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya penanganan serius di sejumlah titik lubang yang dinilai paling berbahaya.
T.donie



























































