Iran Bergolak: Inflasi Tembus 40 Persen, Rakyat Turun ke Jalan Tantang Rezim Teokrasi

- Jurnalis

Sabtu, 10 Januari 2026 - 08:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Iran, teropongrakyat.co – Gelombang demonstrasi besar mengguncang Iran sejak akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026. Aksi protes yang awalnya dipicu tekanan ekonomi kini berubah menjadi perlawanan terbuka terhadap sistem pemerintahan teokrasi yang berkuasa.

Krisis ekonomi yang kian parah menjadi pemantik utama. Tingkat inflasi Iran diperkirakan menembus angka 40 persen, membuat harga kebutuhan pokok melonjak tajam dan semakin sulit dijangkau masyarakat. Daya beli anjlok, sementara biaya hidup terus meningkat tanpa diimbangi pendapatan yang memadai.

Aksi protes pertama kali muncul dari pedagang di Grand Bazaar Teheran. Sejak 28 Desember 2025, mereka melakukan mogok kerja sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan ekonomi pemerintah dan tekanan biaya operasional yang semakin mencekik.

Baca Juga:  GN AURA DPD PESSEL MENGGALANG BANTUAN UNTUK MASYARAKAT KORBAN BENCANA

Penutupan toko-toko di pusat perdagangan bersejarah itu menjadi simbol kemarahan ekonomi rakyat Iran.
Seiring waktu, demonstrasi meluas dan tidak lagi sekadar menuntut perbaikan ekonomi. Teriakan protes berubah menjadi kritik politik terbuka terhadap pemerintahan teokrasi Iran yang dinilai gagal mengelola negara di tengah krisis berkepanjangan.

Situasi diperparah oleh faktor eksternal. Dampak konflik bersenjata selama 12 hari dengan Israel pada Juni 2025, ditambah sanksi internasional yang semakin ketat, ikut memperlemah perekonomian nasional.

Tekanan geopolitik membuat ruang gerak ekonomi Iran semakin sempit.
Nilai tukar mata uang rial Iran menjadi cerminan krisis tersebut. Pada akhir Desember 2025, rial dilaporkan anjlok hingga sekitar 1,4 juta rial per 1 dolar AS, mencetak rekor terendah sepanjang sejarah.

Baca Juga:  Kado Alumni Akpol 91 Bhara Daksa dalam Rangka 33 Tahun Pengabdian ke Pengasuh saat Taruna

Kejatuhan nilai tukar ini memicu lonjakan harga barang dan semakin menggerus kepercayaan pasar serta masyarakat.
Hingga 9 Januari 2026, aksi protes dilaporkan telah berlangsung selama 12 hari berturut-turut dan menyebar ke berbagai wilayah, mulai dari kota-kota besar seperti Teheran dan Mashhad, hingga daerah pinggiran dan pedesaan.

Bentrokan antara aparat keamanan dan massa demonstran pun tak terhindarkan di sejumlah titik.
Kondisi ini menandai salah satu periode paling genting bagi Iran dalam beberapa tahun terakhir. Di tengah tekanan ekonomi, isolasi internasional, dan ketidakpuasan publik yang terus membesar, stabilitas politik Iran kini berada di bawah ujian serius.

T.donie

Berita Terkait

DPN Klarifikasi: Bantah Informasi Memiliki Rekaman Terkait Dugaan Kasus di Universitas Muhammadiyah Gorontalo
Respons Cepat Unit Resmob Polres Metro Jakarta Pusat Menindaklanjuti Dugaan Judi Sabung Ayam
Sekjen PWDPI Desak APH Segera Bongkar Dugaan Penjualan Obat Golongan G Di Jabodetabek
Pohon Mahoni Berukuran Besar Tumbang di Pakisaji, Timpa Sejumlah Kendaraan dan Lukai Sembilan Orang
Kejar PAD Bocor, Munir Desak Bapenda Optimalkan Gali PAP
Ceceran Minyak Curah Di Jalan Ahmad Yani Banyak Pengendara Motor Terjatuh
Puluhan Ribu Warga Kalibaru Menanti JakLingko, Pemprov DKI Dinilai Belum Hadir di Kawasan Pesisir Jakarta Utara
PT CTP TOLLWAYS HADIRI RAPAT KONSOLIDASI ANGGOTA ATI

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:34 WIB

DPN Klarifikasi: Bantah Informasi Memiliki Rekaman Terkait Dugaan Kasus di Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:28 WIB

Respons Cepat Unit Resmob Polres Metro Jakarta Pusat Menindaklanjuti Dugaan Judi Sabung Ayam

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:46 WIB

Sekjen PWDPI Desak APH Segera Bongkar Dugaan Penjualan Obat Golongan G Di Jabodetabek

Minggu, 2 Agustus 2026 - 01:57 WIB

Pohon Mahoni Berukuran Besar Tumbang di Pakisaji, Timpa Sejumlah Kendaraan dan Lukai Sembilan Orang

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:19 WIB

Kejar PAD Bocor, Munir Desak Bapenda Optimalkan Gali PAP

Berita Terbaru