Pemerintah Sepakat Kurs Balik ke Rp15.000 di Era Prabowo, Ini Alasannya.

- Jurnalis

Senin, 8 Juli 2024 - 10:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA  – TeropongRakyat.co  | Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Badan Anggaran DPR RI, sepakat nilai tukar rupiah akan kembali ke level bawah Rp 16.000/US$ pada saat Presiden Terpilih Prabowo Subianto dilantik menjabat dan mulai menjalankan roda pemerintahannya.

Mengutip catatan dokumen Laporan Panitia Kerja Asumsi Dasar, Kebijakan Fiskal, Pendapatan, Defisit dan Pembiyaan Dalam Rangka Pembicaraan Pendahuluan RAPBN Tahun Anggaran 2025, para wakil rakyat dan pemerintah setuju kurs rupiah akan bergerak di kisaran Rp 15.300-15.900 tahun depan. “Kesepakatan tersebut telah mempertimbangkan peluang dan risiko yang diperkirakan akan terjadi pada tahun 2024 dan 2025,”dikutip dari dokumen kesepakatan Panja Asumsi Dasar RAPBN 2025, Senin (8/7).

Dokumen tersebut menyebutkan alasan kurs rupiah akan bergerak di kisaran bawah Rp 16.000/US$ pada tahun pertama Prabowo Subianto sebagai Presiden. Di antaranya faktor dinamika eksternal, hingga kondisi fundamental ekonomi dalam negeri

Baca Juga:  Prajurit Satgas Yonif 509 Kostrad Tersentuh Senym Manis Anak-anak Papua.

Dari sisi faktor eksternal, pemerintah dan DPR menganggap ketidakpastian perubahan kebijakan moneter bank sentral AS (The Federal Reserve atau The Fed), kondisi geopolitik global, pelemahan kinerja ekonomi global mitra dagang utama Indonesia, akan menjadi faktor dominan yang mempengaruhi tekanan terhadap pergerakan Rupiah. “Meskipun kondisi fundamental ekonomi dalam negeri relatif baik, meningkatnya dolar indeks akibat berbagai faktor tersebut memberikan tekanan pada pergerakan nilai tukar Rupiah,” tulis Panja Asumsi Dasar.

Namun, pemerintah dan DPR menganggap, rupiah akan kembali menguat pada tahun depan karena terbentuknya pemerintahan baru pasca Pemilu di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Kondisi ini mereka anggap akan mengurangi faktor ketidakpastian, sehingga mendorong aktivitas investasi dari yang selama ini investor cenderung menahan keputusannya atau wait and see. “Stance kebijakan moneter di negara-negara maju juga diperkirakan sudah mulai menuju longgar sehingga akan mengurangi tekanan di pasar keuangan,” ungkap Panja.

Baca Juga:  Harga BBM Mulai Dari Pertamina, Shell, Vivo, hingga BP Akan Naik Per Januari 2025, Simak Daftar Harganya

Dari sisi domestik, prospek ekonomi nasional yang mereka anggap masih kuat serta berbagai langkah perbaikan kinerja sektor riil dan industri akan terus membuka peluang masuknya investasi langsung dan meningkatkan kinerja ekspor Indonesia, sehingga mendorong masuknya devisa.

“Inflasi yang tetap terjaga rendah juga memberikan ruang yang cukup bagi kebijakan moneter untuk turut mendukung kinerja sektor riil,” tulis Panja yang dipimpin Ketua Banggar Said Abdullah dan Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu.

Dikutip dari Refinitiv pada pekan ini, rupiah menguat 0,58% secara point-to-point (ptp) dihadapan dolar AS, memperpanjang penguatannya pada pekan lalu. Sementara pada perdagangan Jumat (5/7/2024), rupiah ditutup menguat 0,31% di level Rp 16.275/US$. Membaiknya sentimen pasar global dan di dalam negeri menjadi amunisi rupiah untuk bergerak lebih stabil pada pekan ini. Meski begitu, rupiah masih belum mampu untuk mendekati level psikologis Rp 16.000/US$.

Berita Terkait

Bocah 13 Tahun Diduga Tenggelam di Kubangan Bekas Tambang Galian C di Pasuruan
Karut Marut Truk Kontainer di Tanjung Priok: Macet, Kecelakaan, dan Pertanyaan Besar Soal Tanggung Jawab
Kepergian Vidi Aldiano Tinggalkan Duka Mendalam, Rumah Duka Dipenuhi Pelayat
ASAD dan LDII Gandeng Senkom Serta Perguruan Silat Kota Pasuruan Berbagi Takjil
Diduga Mencuri, Pria Paruh Baya Diamankan Warga
Ramadhan Penuh Kepedulian, Polres Metro Jakpus dan Polsek Kemayoran Gelar Buka Bersama, Berbagi Takjil dan Santunan Anak Yatim-Piatu
Perkuat Efisiensi Layanan dan Penerimaan Negara, Kemenhub Teken Dua Perjanjian Konsesi Pengusahaan WTDP di Muara Sabak dan Sangatta
Ketua LAPAN, Andre M Pelawi : Aparat Penegak Hukum Harus Saling Menghormati dan Bijaksana

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 02:10 WIB

Bocah 13 Tahun Diduga Tenggelam di Kubangan Bekas Tambang Galian C di Pasuruan

Minggu, 8 Maret 2026 - 08:26 WIB

Kepergian Vidi Aldiano Tinggalkan Duka Mendalam, Rumah Duka Dipenuhi Pelayat

Sabtu, 7 Maret 2026 - 20:29 WIB

ASAD dan LDII Gandeng Senkom Serta Perguruan Silat Kota Pasuruan Berbagi Takjil

Sabtu, 7 Maret 2026 - 11:25 WIB

Diduga Mencuri, Pria Paruh Baya Diamankan Warga

Sabtu, 7 Maret 2026 - 11:24 WIB

Ramadhan Penuh Kepedulian, Polres Metro Jakpus dan Polsek Kemayoran Gelar Buka Bersama, Berbagi Takjil dan Santunan Anak Yatim-Piatu

Berita Terbaru