Dokter AS Tuding Sniper Israel Sengaja Tembaki Anak-anak Palestina di Gaza

- Jurnalis

Senin, 14 Juli 2025 - 01:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gaza – 13 Juli 2025Teropongrakyat.co 

Seorang dokter bedah asal Amerika Serikat, Mark Perlmutter, mengungkapkan tuduhan mengejutkan terkait kekejaman yang terjadi di Jalur Gaza. Dalam pernyataannya, Perlmutter menyebut bahwa penembak jitu (sniper) Israel secara sengaja menargetkan anak-anak Palestina. Ia mengklaim bahwa anak-anak tersebut tidak hanya ditembak sekali, tetapi dua kali dari jarak jauh, mengindikasikan adanya niat yang disengaja dari para penembak.

Seperti di lansir Sindonews.com, Perlmutter, yang telah berada di Gaza untuk memberikan bantuan medis, menyatakan bahwa ia menyaksikan secara langsung luka-luka yang tidak biasa pada tubuh anak-anak korban. Menurutnya, pola luka tersebut tidak lazim dan menunjukkan bahwa korban ditembak dua kali dengan presisi, hal yang umum dilakukan oleh sniper terlatih.

Baca Juga:  Kemenhub Genjot Pengawasan Pelayaran: Harmonisasi Penegakan Hukum Jadi Kunci

“Tindakan ini bukan sekadar akibat dari pertempuran acak atau tembakan nyasar. Ini adalah pembantaian yang ditargetkan,” kata Perlmutter dalam pernyataannya.

Pernyataan dokter tersebut memicu kecaman luas di komunitas internasional, khususnya dari kelompok pemerhati hak asasi manusia. Mereka mendesak adanya investigasi independen atas tuduhan tersebut. Jika terbukti benar, hal ini bisa dikategorikan sebagai pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan konvensi Jenewa.

Baca Juga:  Kisah naas Teuku Markam, sosok penyumbang 28 kg emas di tugu Monas yang konon hartanya digondol sosok ternama ini

Sementara itu, pihak militer Israel hingga saat ini belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan tersebut.

Situasi kemanusiaan di Gaza terus memburuk sejak dimulainya serangan intensif beberapa bulan terakhir. Organisasi-organisasi internasional mencatat ratusan anak-anak menjadi korban konflik, baik meninggal dunia maupun mengalami luka parah.

Berita Terkait

Isu Invasi AS ke Greenland Dinilai Bisa Guncang Soliditas NATO
10 Fakta Mengejutkan tentang Nuuk, Salah Satunya Ibu Kota Terkecil di Dunia
Rusia Sebut Ancaman AS Caplok Greenland Luar Biasa, Moskow Klaim Terus Pantau Situasi
Pemerintah Hentikan Grok di Indonesia, Konten Deepfake Seksual Jadi Sorotan
Last Call Kapal ‘Tanto Salam’ dan First Call ‘Tanto Saudara’ Jadi Sorotan Perayaan Pergantian Tahun di Pelabuhan Tanjung Priok
Bukti Konsistensi Kinerja: NPCT1 Raih Tonggak 10 Juta TEUs Sejak Beroperasi
Pantai Bondi, Ikon Australia yang Menjadi Pusat Kehidupan dan Magnet Wisata Dunia

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 21:46 WIB

Isu Invasi AS ke Greenland Dinilai Bisa Guncang Soliditas NATO

Senin, 19 Januari 2026 - 07:52 WIB

10 Fakta Mengejutkan tentang Nuuk, Salah Satunya Ibu Kota Terkecil di Dunia

Minggu, 18 Januari 2026 - 12:26 WIB

Rusia Sebut Ancaman AS Caplok Greenland Luar Biasa, Moskow Klaim Terus Pantau Situasi

Senin, 12 Januari 2026 - 22:14 WIB

Pemerintah Hentikan Grok di Indonesia, Konten Deepfake Seksual Jadi Sorotan

Kamis, 1 Januari 2026 - 17:42 WIB

Last Call Kapal ‘Tanto Salam’ dan First Call ‘Tanto Saudara’ Jadi Sorotan Perayaan Pergantian Tahun di Pelabuhan Tanjung Priok

Berita Terbaru