Delman sebagai kekuatan wisata berbasis budaya (potret : teropongrakyat.co)
Kuningan, Jawa Barat | Senin, 23 Maret 2026, teropongrakyat.co – Di tengah derasnya arus modernisasi, keberadaan delman di Kuningan bukan hanya soal bertahan atau tidak, tetapi tentang bagaimana sebuah daerah menghargai jati dirinya. Ketika kota-kota lain sibuk mengejar kecepatan dan efisiensi, Kuningan justru masih memberi ruang bagi tradisi untuk tetap hidup.
Delman bukan sekadar alat transportasi kuno. Ia adalah saksi sejarah, bagian dari perjalanan panjang masyarakat, bahkan simbol kedekatan manusia dengan alam. Dari kisah legenda hingga tradisi Saptonan, delman telah menjadi narasi budaya yang tidak tergantikan oleh kendaraan bermotor.
Namun realitanya, delman hari ini berada di persimpangan. Di satu sisi, ia diagungkan sebagai ikon wisata. Di sisi lain, para kusirnya masih harus berjuang menghadapi tekanan ekonomi akibat menurunnya minat masyarakat. Ini ironi—budayanya dipuji, tapi pelakunya sering kali terabaikan.
Kalau delman hanya dijadikan pajangan wisata tanpa keberpihakan nyata, maka pelan-pelan ia akan punah. Pelestarian tidak cukup dengan slogan atau festival sesaat. Harus ada kebijakan konkret yang menjamin keberlanjutan ekonomi para kusir dan kesejahteraan kuda-kuda mereka.
Kuningan punya peluang besar menjadikan delman sebagai kekuatan wisata berbasis budaya. Tapi kuncinya sederhana: jangan hanya menjaga bentuknya, jaga juga kehidupan di dalamnya.
Karena ketika delman benar-benar hilang, yang lenyap bukan hanya alat transportasi—melainkan identitas.
Oleh : Rocky






















































