Dampak Negatif Perdagangan Internasional: Ketergantungan hingga Ancaman Ekonomi Lokal

- Jurnalis

Kamis, 10 Juli 2025 - 21:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 10 Juli 2025teropongrakyat.co – Perdagangan internasional telah lama menjadi solusi utama bagi negara-negara dalam memenuhi kebutuhan barang dan jasa yang tidak bisa diproduksi secara mandiri. Melalui aktivitas ini, negara-negara saling bekerja sama dan saling melengkapi dalam rantai ekonomi global. Namun, di balik manfaat yang ditawarkan, perdagangan internasional juga menyimpan sejumlah dampak negatif yang patut menjadi perhatian serius.

Menurut penjelasan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud), perdagangan internasional adalah bentuk kerja sama antara satu negara dengan negara lain berdasarkan kesepakatan bersama, untuk saling memenuhi kebutuhan yang tidak dapat dipenuhi secara mandiri.

Hal ini dipicu oleh kenyataan bahwa tidak ada satu pun negara yang mampu memproduksi seluruh kebutuhan masyarakatnya secara sendiri.

Baca Juga:  Dukung Pengembangan SDM Muda, TPK Koja Terima Kunjungan Industri Mahasiswa ULBI (Universitas Logistik dan Bisnis Internasional)

Namun demikian, berbagai kalangan menyoroti bahwa perdagangan internasional juga menimbulkan ketergantungan yang berlebihan terhadap negara lain.

Ketika suatu negara terlalu bergantung pada barang impor, maka kestabilan ekonomi dalam negeri menjadi rentan, terutama saat terjadi krisis global atau gangguan pada rantai pasok internasional.

Selain itu, arus barang dari luar negeri dapat mematikan industri lokal. Produk impor yang lebih murah dan massal sering kali membuat produk dalam negeri kalah bersaing, menyebabkan banyak usaha kecil dan menengah gulung tikar.

Tak hanya itu, ketergantungan terhadap investasi dan teknologi asing juga bisa menghambat inovasi dan pengembangan sumber daya manusia dalam negeri.

Aspek lain yang turut disorot adalah kemungkinan terjadinya eksploitasi sumber daya alam secara besar-besaran demi memenuhi kebutuhan ekspor, yang pada akhirnya merusak lingkungan dan mengancam keseimbangan ekosistem lokal.

Baca Juga:  Jurnalis Australia Tertembak Peluru Karet Saat Meliput Protes Anti-ICE di Los Angeles

Seperti di lansir gramedia.com, Pakar ekonomi dari Universitas Indonesia, Dr. Rina Ayu, menyatakan bahwa, “Perdagangan internasional perlu diseimbangkan dengan kebijakan proteksi terhadap industri lokal. Negara harus cerdas dalam memilah kerja sama yang menguntungkan tanpa mengorbankan kemandirian ekonomi.”

Dengan demikian, perdagangan internasional memang membawa peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi, namun juga membawa risiko tersendiri jika tidak dikelola dengan bijak. Pemerintah dan masyarakat perlu bersinergi untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat, mandiri, dan tetap terbuka terhadap kerja sama global dengan tetap menjaga kepentingan nasional.

Berita Terkait

Isu Invasi AS ke Greenland Dinilai Bisa Guncang Soliditas NATO
10 Fakta Mengejutkan tentang Nuuk, Salah Satunya Ibu Kota Terkecil di Dunia
Rusia Sebut Ancaman AS Caplok Greenland Luar Biasa, Moskow Klaim Terus Pantau Situasi
Pemerintah Hentikan Grok di Indonesia, Konten Deepfake Seksual Jadi Sorotan
Last Call Kapal ‘Tanto Salam’ dan First Call ‘Tanto Saudara’ Jadi Sorotan Perayaan Pergantian Tahun di Pelabuhan Tanjung Priok
Bukti Konsistensi Kinerja: NPCT1 Raih Tonggak 10 Juta TEUs Sejak Beroperasi
Pantai Bondi, Ikon Australia yang Menjadi Pusat Kehidupan dan Magnet Wisata Dunia

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 21:46 WIB

Isu Invasi AS ke Greenland Dinilai Bisa Guncang Soliditas NATO

Senin, 19 Januari 2026 - 07:52 WIB

10 Fakta Mengejutkan tentang Nuuk, Salah Satunya Ibu Kota Terkecil di Dunia

Minggu, 18 Januari 2026 - 12:26 WIB

Rusia Sebut Ancaman AS Caplok Greenland Luar Biasa, Moskow Klaim Terus Pantau Situasi

Senin, 12 Januari 2026 - 22:14 WIB

Pemerintah Hentikan Grok di Indonesia, Konten Deepfake Seksual Jadi Sorotan

Kamis, 1 Januari 2026 - 17:42 WIB

Last Call Kapal ‘Tanto Salam’ dan First Call ‘Tanto Saudara’ Jadi Sorotan Perayaan Pergantian Tahun di Pelabuhan Tanjung Priok

Berita Terbaru