Kekeringan Mengancam, 85 Pompa Air Disiapkan untuk Selamatkan Lahan Pertanian Malang

- Jurnalis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

oplus_32

oplus_32

MALANG | Teropongrakyat.co – Ancaman El Nino yang berpotensi memicu kekeringan belum memberikan dampak serius terhadap sektor pertanian di Kabupaten Malang. Di tengah potensi penurunan curah hujan dan suhu yang lebih panas, petani dinilai mampu beradaptasi dengan mengatur pola tanam serta memanfaatkan sumber air alternatif.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Avicenna M. Saniputera, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap sejumlah wilayah untuk mengetahui dampak perubahan cuaca terhadap lahan pertanian.

“Untuk sementara tidak ada yang terdampak secara serius karena petani masih bisa mengatur pola tanam,” ujar Avicenna saat ditemui di lahan penanaman bawang putih di Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Rabu (19/8/2026).

Menurut Avicenna, dampak El Nino sejauh ini lebih terasa pada waktu tanam. Sejumlah petani harus memundurkan jadwal tanam, namun keterlambatan tersebut dinilai belum memberikan pengaruh signifikan terhadap hasil produksi.

Kesiapan petani menghadapi potensi kekeringan terlihat di Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir. Lahan yang memiliki keterbatasan pasokan air tetap dapat dimanfaatkan setelah petani menggunakan pompa untuk mengambil sumber air.

“Contohnya lahan yang ada di Sumbersuko Wagir ini sebenarnya tidak ada airnya, tetapi masyarakat menggunakan pompa sehingga tetap bisa digunakan,” jelasnya.

85 Pompa Air Disiapkan untuk Petani

Selain mengandalkan kemampuan petani beradaptasi, pemerintah juga menyiapkan dukungan sarana pengairan. Kementerian Pertanian telah menempatkan pompa air di sejumlah Kodim yang dapat dipinjam petani ketika menghadapi kondisi rawan kekeringan.

Baca Juga:  Abah Sanusi dan Bu Nyai Lathifah Sampaikan Belasungkawa Mendalam, Takziah ke Rumah Dinas Wali Kota Malang

Avicenna menyebut terdapat sekitar 85 unit pompa yang tersedia di Kodim-Kodim. Dengan skema peminjaman tersebut, petani yang membutuhkan dapat memperoleh akses pompa untuk membantu mengairi lahan.

“Di semua Kodim sudah ada stok pompa yang bisa digunakan kalau terjadi rawan kekeringan. Jumlahnya sekitar 85 pompa,” ungkapnya.

Keberadaan pompa tersebut menjadi salah satu langkah antisipasi agar keterbatasan air tidak langsung berdampak terhadap produktivitas pertanian.

Pola Tanam Fleksibel Jadi Kunci

Kabupaten Malang juga memiliki pola pertanian yang cukup fleksibel. Pada lahan dengan ketersediaan air memadai, petani dapat melakukan hingga tiga kali panen padi dalam setahun.

Sementara di wilayah dengan pasokan air terbatas, petani dapat menerapkan pola dua kali panen padi kemudian dilanjutkan dengan palawija atau sayuran. Saat musim kemarau, sebagian petani bahkan memilih beralih menanam komoditas hortikultura.

Poncokusumo menjadi salah satu kawasan dengan pola tanam sayuran yang cukup kuat. Kondisi tersebut turut memperkuat posisi Kabupaten Malang sebagai salah satu sentra hortikultura penting di Jawa Timur.

Avicenna menyebut pada 2025 Kabupaten Malang menjadi salah satu daerah penghasil sayuran terbesar di Jawa Timur. Hasil produksi tersebut bahkan dipasarkan ke berbagai wilayah di Indonesia.

“Kalau se-Jawa Timur berarti di sini penghasil sayur se-Indonesia. Malang ini sudah level nasional,” katanya.

Jangkauan komoditas pertanian Kabupaten Malang bahkan telah menembus luar Pulau Jawa. Salah satunya tomat hasil produksi petani Kecamatan Ampelgading yang dikirim hingga Balikpapan.

Baca Juga:  Angin Puting Beliung Terjang Desa Telanjung Akibatkan Banyak Bagunan Roboh 

Tak hanya sayuran, komoditas kopi dari kawasan Wonosari juga telah menembus pasar internasional. Kopi Robusta Wonosari disebut telah dipasarkan hingga Belanda dan Singapura melalui PTPN.

“Kopi Wonosari lewat PTPN sampai ke Belanda, Singapura. Kopi asli Wonosari jenis Robusta,” ujar Avicenna.

El Nino Tak Hanya Mengancam Pertanian

Potensi El Nino juga perlu diwaspadai karena dampaknya dapat meluas ke berbagai sektor. Kekeringan ekstrem akibat berkurangnya curah hujan dapat menyebabkan kekurangan air, sementara suhu yang lebih panas meningkatkan tekanan terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat.

Kondisi lahan yang semakin kering juga dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di sektor pertanian, minimnya pasokan air irigasi berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman hingga meningkatkan risiko gagal panen apabila tidak diantisipasi.

Dari sisi kesehatan, cuaca panas dan kondisi lingkungan yang kurang baik juga dapat meningkatkan risiko dehidrasi serta gangguan kesehatan tertentu.

Karena itu, kesiapsiagaan menjadi faktor penting menghadapi potensi dampak El Nino. Bagi Kabupaten Malang, strategi pengaturan pola tanam, pemanfaatan sumber air alternatif, serta dukungan sarana pompa menjadi bagian dari upaya menjaga sektor pertanian tetap produktif.

Dengan kemampuan petani beradaptasi, dukungan pemerintah, ketersediaan pompa air, dan beragamnya komoditas pertanian, DTPHP Kabupaten Malang optimistis sektor pertanian daerah tersebut mampu menghadapi potensi dampak Kekeringan.

Berita Terkait

Bawang Putih Lumbu Hijau di Sumbersuko Dikembangkan sebagai Benih, 6 Hektare Disiapkan
Siswa SDIT Bina Insani Sukun Rayhan Farrel Dipercaya Bacakan Teks Pancasila di Barikan Anak Nusantara
Peduli Warga Kekurangan Air, PMI Malang Distribusikan 20 Ribu Liter Air Bersih
Lepas Purna Tugas Paskibraka Kota Batu, Wali Kota Nurochman Titip Pesan untuk Terus Jadi Teladan
Waspada! Api Mengintai di Musim Kemarau, 34 Kebakaran Catat Kerugian Rp4,49 Miliar
Wali Kota Nurochman Bersama Forkopimda Ikuti Upacara Detik-detik Proklamasi HUT Ke-81 RI
Dua Truk Pengangkut Ayam Terbakar di Bululawang,Diduga Berasal Dari Aktivitas Pembakaran Sampah
Wabup Malang Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden, Sinergi Pembangunan dan Penghormatan untuk Veteran Jadi Sorotan

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:28 WIB

Bawang Putih Lumbu Hijau di Sumbersuko Dikembangkan sebagai Benih, 6 Hektare Disiapkan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:20 WIB

Kekeringan Mengancam, 85 Pompa Air Disiapkan untuk Selamatkan Lahan Pertanian Malang

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Siswa SDIT Bina Insani Sukun Rayhan Farrel Dipercaya Bacakan Teks Pancasila di Barikan Anak Nusantara

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:29 WIB

Peduli Warga Kekurangan Air, PMI Malang Distribusikan 20 Ribu Liter Air Bersih

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:41 WIB

Lepas Purna Tugas Paskibraka Kota Batu, Wali Kota Nurochman Titip Pesan untuk Terus Jadi Teladan

Berita Terbaru