Meulaboh, Teropongrakyat.co – 16 Agustus 2026 — Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT Sumber Cipta Yoenanda (SCY) melalui program SCY PEDULI merealisasikan bantuan material FABA untuk mendukung pembangunan halaman dan jalan akses Gedung Pendidikan Terintegrasi STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh.
Program tersebut merupakan tindak lanjut atas permohonan resmi STAIN dan persetujuan SCY, dengan estimasi kebutuhan material sekitar 7.368,50 sampai dengan maksimal 15.000 Ton. Valuasi material FABA beserta dukungan ongkos angkut mencapai Rp 2.400.000.000 (Dua Miliar EmpatRatus Juta Rupiah).
Bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen Corporate Social Responsibility (CSR) SCY dalam mendukung dunia pendidikan sekaligus mendorong pemanfaatan FABA secara produktif dan berkelanjutan sesuai ketentuan yang berlaku.
GM Holding SCY Group, Dr. Khairudin, mengatakan bahwa momentum kemerdekaan semestinya menjadi energi untuk memperkuat persatuan, mendorong pembangunan, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kemerdekaan harus kita isi dengan kerja dan keberanian untuk membangun. Material yang sebelumnya menjadi ruang perdebatan, hari ini justru kita arahkan menjadi manfaat nyata bagi pendidikan dan generasi masa depan.”
Menurut Dr. Khairudin, SCY menghormati pemerintah, aparatur desa, organisasi masyarakat, LSM, mahasiswa, media, serta seluruh elemen masyarakat yang menjalankan fungsi pengawasan. Kritik merupakan bagian penting dari kontrol publik, sepanjang dilakukan berdasarkan data, kewenangan, prosedur, dan ketentuan hukum yang berlaku.
SCY karena itu memilih tidak terjebak dalam polemik ataupun perang opini.
“Kami tidak perlu membalas opini dengan opini. Biarkan dokumen berbicara, biarkan fakta diuji, dan biarkan lembaga yang berwenang menjalankan tugasnya. Setiap pihak tentu harus siap mempertanggungjawabkan tindakan dan pernyataannya masing-masing.”jelasnya.
SCY berharap masyarakat tetap melihat persoalan FABA secara jernih dan tidak mudah terbawa oleh informasi yang belum memperoleh pembuktian. Perbedaan pandangan tidak seharusnya mengorbankan kepentingan yang lebih besar pendidikan, lapangan kerja, investasi, dan pembangunan daerah.
Perusahaan memastikan akan tetap kooperatif terhadap setiap proses resmi sekaligus menjaga hak perusahaan, pekerja, mitra, investasi, dan keberlanjutan program sosial melalui mekanisme yang tersedia sesuai hukum.
“Kami memilih tetap bekerja. Sebab pada akhirnya masyarakat mampu membedakan antara persepsi dan kenyataan, antara polemik dan manfaat nyata.”ungkapnya.
Bagi SCY Group, semangat 17 Agustus membawa pesan sederhana, kemerdekaan bukan ruang untuk saling menghambat, tetapi kesempatan untuk bersama-sama membangun.
Sementara itu Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh, Prof. Dr. H. Syamsuar, M.Ag., mengapresiasi bantuan material timbunan Fly Ash and Bottom Ash (FABA) dari PT Sumber Cipta Yoenanda (SCY) untuk mendukung pembangunan halaman dan jalan akses menuju Gedung Pendidikan Terintegrasi STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh.
Prof. Syamsuar mengatakan, pembangunan akses jalan yang aman dan layak menuju kampus telah menjadi cita-cita pihak STAIN selama beberapa tahun.
“Alhamdulillah, sebenarnya kami sudah beberapa tahun menginginkan adanya akses jalan yang aman dan baik menuju tempat anak-anak kami belajar di kampus tercinta ini,” ujar Prof. Syamsuar.
Menurutnya, STAIN Teungku Dirundeng bukan hanya milik institusi pendidikan, tetapi juga menjadi bagian penting bagi masyarakat Aceh, khususnya wilayah pantai barat dan selatan Aceh yang mencakup delapan kabupaten/kota.
Ia menilai bantuan SCY senilai Rp2,4 miliar tersebut merupakan dukungan yang sangat berarti bagi kampus, terlebih di tengah kondisi efisiensi anggaran.
“Besaran bantuan yang disampaikan tadi merupakan angka yang sangat lumayan. Apalagi di era sekarang ini, kami jangankan sebesar itu, Rp100 ribu pun sangat berarti bagi kampus,” katanya.
Prof. Syamsuar berharap bantuan tersebut dapat mempercepat pembangunan akses menuju Gedung Pendidikan Terintegrasi dan memberikan manfaat jangka panjang bagi mahasiswa maupun masyarakat.
Ia juga menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya bantuan tersebut. Bahkan, pihak kampus berencana menggelar kegiatan doa dan maulid sebagai bentuk rasa syukur.
“Ini bagian dari doa kami yang disahuti oleh Allah SWT melalui ketukan hati pimpinan SCY. Kami sangat bersyukur,” ujarnya.
Prof. Syamsuar menambahkan, STAIN Teungku Dirundeng saat ini tidak hanya menjadi tempat belajar mahasiswa dari Aceh, tetapi juga menerima mahasiswa dari luar negeri, di antaranya dari Vietnam dan Kamboja
“Yang belajar di sini adalah anak-anak kita. Bahkan ada mahasiswa dari keluarga kurang mampu dari Vietnam dan Kamboja. Dengan adanya akses seperti ini, tentu mereka juga akan merasakan manfaatnya,” tuturnya.
Ia berharap pembangunan jalan dan fasilitas pendukung kampus dapat memperkuat kesiapan STAIN dalam proses transformasi tersebut.
“Insyaallah, akhir November atau Desember nanti kami akan mengundang pihak Direktorat Jenderal untuk menyaksikan bantuan jalan ini. Aset jalan tersebut tentunya sangat mendukung proses transformasi kampus dari STAIN menjadi IAIN,” ungkapnya.
Terkait pemanfaatan FABA, Prof. Syamsuar mengatakan pihak kampus telah memberikan pemahaman kepada mahasiswa agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas.
“Kami sudah memberikan pemahaman bahwa ini adalah perusahaan resmi. Kalau tidak resmi atau tidak legal, tentu tidak mungkin mereka melakukan kegiatan seperti ini,” jelasnya.
Ia berharap bantuan CSR SCY tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan pendidikan dan pembangunan kampus.
“Semoga bantuan ini betul-betul bermanfaat dan sesuai dengan yang kami doakan. Mudah-mudahan dengan doa mahasiswa dan dosen, SCY semakin berkah dan terus eksis,” pungkas Prof. Syamsuar. (Red)



























































