Transformasi Budaya di Kampung Seni Edas Melalui Konstitusi Mahasiswa LSPR

- Jurnalis

Jumat, 14 Juni 2024 - 02:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

oppo_2

oppo_2

BOGOR, Teropongrakyat.co – Mahasiswa semester 6 Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR Jakarta dari kelas PRDC25-1SP mengadakan acara “Pesta Edas” yang bertujuan untuk memperkenalkan keberagaman budaya yang dimiliki oleh Kampung Seni Edas di Kota Bogor. Kampung Seni Edas adalah sebuah komunitas kesenian tradisional yang berada di tengah kota.

Acara ini dilaksanakan pada tanggal 9 Juni 2024 di Sanggar Tari Edas, Kampung Seni Edas, Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Bogor Timur. Acara Pesta Edas dimeriahkan dengan Showcase yang menampilkan kesenian khas Kampung Seni Edas serta Mini Exhibition yang dapat dilihat dan dinikmati oleh pengunjung.

Program ini merupakan bentuk partisipasi LSPR dalam LIFE mendukung program pemerintah terutama di bidang pendidikan yaitu Kampus Merdeka Desa Keberlanjutan. Pelaksanaan Community Development ini merupakan implementasi dari penggabungan 4 mata kuliah yaitu Community development, Creative Production & Publicity, Public Relations Communication Technique, dan Community Development.

Perencanaan program yang dibuat dalam empat mata kuliah ini sebagai wujud nyata mahasiswa dalam memberikan kontribusi akademis terhadap komunitas dan masyarakat. “Kampung Seni Edas dibuat sebagai tempat wisata kesenian pertama di Bogor dengan kesenian yang diciptakan sendiri seperti Langir Badong, Wayang Kaleng, Boboko Ngentep, dan sebagainya, sehingga kesenian ini tidak ada di tempat lain,” ujar Ade Suarsa selaku Pimpinan Kampung Seni Edas.

Transformasi Budaya di Kampung Seni Edas Melalui Konstitusi Mahasiswa LSPR - Teropong Rakyat
Peranan Mahasiswa LSPR Dalam Melestarikan Budaya Lokal di Kampung Seni Edas (Foto, Dok: Shansan)

“Namun disayangkan kurangnya publikasi ya, jadi memang keberadaan Kampung Seni Edas kurang dikenal. Tetapi saya juga mau berterima kasih dengan anak-anak muda yang sampai sekarang masih mau peduli dengan kesenian tradisional mengingat kesenian tradisional saat ini kan sudah mulai banyak dilupakan ya,” tambahnya.

Baca Juga:  Menelusuri Jejak MI KH. Romly Tamim: Merawat Sanad Ilmu, Adab, dan Khidmah Nahdliyin

Acara Pesta Edas dimulai dengan diadakannya press conference menghadirkan Ade Suarsa selaku Pimpinan Kampung Seni Edas, Rizka Septiana M.Si selaku Dosen Community Development, dan Theodore Roosevelt selaku Ketua Pelaksana Pesta Edas. Acara press conference dibuka dengan pertunjukan tarian Lodong Bogoran yang merupakan tarian khas Kampung Seni Edas kreasi oleh Ade Suarsa.

“Kami bangga dengan para mahasiswa LSPR yang sudah melaksanakan acara ini dengan baik. Di kemudian hari, para mahasiswa kami ini sudah akan siap terjun ke dunia pekerjaan,” ucap Rizka Septiana selaku Dosen Community Development dan pembimbing mahasiswa LSPR.

“Harapan kami, melalui Pesta Edas ini, Kampung Seni Edas dapat dikenal secara lebih luas, terutama di kalangan pemuda dan pelajar, sebagai upaya melestarikan budaya Indonesia. Kami juga berharap kegiatan ini dapat membantu memakmurkan budaya dan kesejahteraan masyarakat Sindangsari,” tambah Theodore sebagai Ketua Pelaksana Pesta Edas.

Transformasi Budaya di Kampung Seni Edas Melalui Konstitusi Mahasiswa LSPR - Teropong RakyatPertunjukan Seni Tari oleh Sanggar Seni Kampung Seni Edas Bogor (Foto, Dok: Shansan)

Beralih ke Pesta Edas yang mana dihadiri oleh berbagai tokoh penting di Kelurahan Sindangsari seperti Feby Darmawan selaku Camat Bogor Timur dan Bapak Nendar Kusnida selaku Lurah Sindangsari. Pesta Edas dimulai dengan pawai tarian dan alat musik dari gerbang Kampung Seni Edas menuju Sanggar Seni Edas untuk menyambut dan mengantar tamu-tamu yang datang. Selama acara Pesta Edas berlangsung, para pengunjung juga dapat melihat Mini Exhibition yang menampilkan kostum tari yang dimiliki Edas.

Baca Juga:  SDN.05 Sunter Agung Gelar Gebyar P5 : Bentuk Karakter Siswa

Para pengunjung juga dapat melihat kegiatan-kegiatan yang sebelumnya pernah dilakukan warga Kampung Seni Edas melalui foto-foto yang ditampilkan. Masuk ke dalam inti pertunjukan kesenian. Pertama, pertunjukan diawali dengan penampilan wayang kaleng yaitu merupakan salah satu ciri khas Edas yang terbuat dari limbah kaleng, karung, tambang, tali, dan bambu.

Wayang ini mengisahkan fenomena sosial yang terjadi di masyarakat seperti pudarnya kebudayaan di generasi muda. Wayang Kaleng ini nantinya akan diperkenalkan dan dipertunjukkan untuk pertama kalinya secara internasional di Australia. Dalam pertunjukan wayang kaleng, penonton juga diajak untuk mencoba alat musik tradisional Pew Pew bersama-sama.

Transformasi Budaya di Kampung Seni Edas Melalui Konstitusi Mahasiswa LSPR - Teropong Rakyat
Dalam menyelesaikan tugas akhir semester 6 Mahasiswa LSPR melestarikan budaya Indonesia di Kampung Seni Edas Bogor (Foto, Dok: Shansan)

Selanjutnya penampilan diisi dengan pertunjukan Lembur Kuring Khas Kampung Seni Eda oleh siswi SMP Negeri 1 Bogor. Lembur kuring merupakan pertunjukan alat musik tradisional Sunda yang dipadukan dengan nyanyian.

Kemudian, acara diakhiri dengan pertunjukan Tari Kaulinan Barudak yang merupakan tarian anak-anak diambil dari budaya bermain anak anak serta Tunggul Kawung yang merupakan perpaduan tarian dan bedug. Acara ini tidak hanya menjadi sebuah perayaan kesenian, tetapi juga menjadi momentum untuk menginspirasi generasi muda lainnya untuk memahami dan melestarikan warisan budaya yang berharga.(Shansan)

Berita Terkait

Kajian Hukum Pelanggaran Prosedur dan Kinerja Kepolisian serta Solusinya:  Pandangan dan Langkah Hukum Sesuai KUHP Baru Oleh Johan Sopaheluwakan, S.Pd., C.EJ., C.BJ., CLA-D., CPC., CPL — Ketua LBH No Viral No Justice DKI Jakarta
Mega Science Center Resmi Trial Opening, Gubernur Jatim Soroti Edukasi STEM
Mega Science Center dan Budaya Hadir di Kota Batu, Satukan Sains, Teknologi dan Budaya
Pameran Ikan Hias APIC dan Pokja PWI Wali Kota Jakarta Barat
Kelompok Aktivis Tangerang Raya ANTFA Serukan Jaga Perdamaian dalam Menyikapi Momentum September Hitam
718 Mahasiswa Baru Universitas Kepanjen Ikuti PKKMB
Remaja Sehat, Program AGISTA di SMKN 7 Menginspirasi Generasi Mbois Berkelas
LDII Dan Dinkes Kota Pasuruan Kolaborasi Lakukan Cek Kesehatan Gratis

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 01:07 WIB

Kajian Hukum Pelanggaran Prosedur dan Kinerja Kepolisian serta Solusinya:  Pandangan dan Langkah Hukum Sesuai KUHP Baru Oleh Johan Sopaheluwakan, S.Pd., C.EJ., C.BJ., CLA-D., CPC., CPL — Ketua LBH No Viral No Justice DKI Jakarta

Rabu, 16 September 2026 - 19:38 WIB

Mega Science Center Resmi Trial Opening, Gubernur Jatim Soroti Edukasi STEM

Rabu, 16 September 2026 - 19:35 WIB

Mega Science Center dan Budaya Hadir di Kota Batu, Satukan Sains, Teknologi dan Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 15:14 WIB

Pameran Ikan Hias APIC dan Pokja PWI Wali Kota Jakarta Barat

Rabu, 16 September 2026 - 09:25 WIB

Kelompok Aktivis Tangerang Raya ANTFA Serukan Jaga Perdamaian dalam Menyikapi Momentum September Hitam

Berita Terbaru

TNI – Polri

Kapolri Harap Kompolnas Awards Terus Digelar di Tahun-Tahun Mendatang

Jumat, 18 Sep 2026 - 08:58 WIB