Beban Kerja dan Risiko Tinggi, BPIKPNPARI Dorong Presiden Tingkatkan Kesejahteraan Jaksa

- Jurnalis

Sabtu, 7 Februari 2026 - 14:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA , Teropongrakyat. Co- Profesi jaksa dinilai memiliki beban kerja serta risiko yang sangat tinggi dalam menjalankan tugas penegakan hukum. Namun ironisnya, tingkat kesejahteraan jaksa hingga kini masih dinilai tertinggal dan belum sebanding dengan tanggung jawab besar yang diemban.

Menanggapi kondisi tersebut, Badan Pemantau Independen Kebijakan Publik Nasional dan Aparatur Republik Indonesia (BPIKPNPARI) menyatakan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan kesejahteraan para jaksa di seluruh Indonesia.

Baca Juga:  Lazada Perkuat Strategi Hiperlokal di Surabaya Dengan LazADA Surabaya Summit 2024 

BPIKPNPARI menilai bahwa jaksa merupakan garda terdepan dalam sistem peradilan pidana yang kerap menghadapi tekanan, ancaman, serta kompleksitas perkara hukum. Oleh karena itu, perhatian negara terhadap kesejahteraan jaksa menjadi hal yang sangat penting.

“Kesejahteraan jaksa dan pegawai Kejaksaan perlu segera ditingkatkan agar mereka dapat bekerja secara profesional, independen, dan maksimal dalam menegakkan hukum dan keadilan,” ujar Rahmad Sukendar, dalam keterangannya. Sabtu (7/2/26.)

Baca Juga:  Indonesia di Panggung Dunia: Kemenhub Hadir di Simposium Penerbangan dan Maritim Global Singapura

Lebih lanjut, BPIKPNPARI meminta Presiden Republik Indonesia untuk segera mengambil langkah konkret dan kebijakan strategis guna meningkatkan kesejahteraan para jaksa dan pegawai Kejaksaan . Menurutnya, peningkatan kesejahteraan akan berdampak langsung pada kualitas kinerja penegakan hukum di Indonesia.
“Dengan kesejahteraan yang layak, jaksa dapat menjalankan tugasnya dengan lebih baik, berintegritas, dan fokus, sehingga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum dapat terus meningkat,” tutup kang Tebe.

 

(*)

Berita Terkait

Manajemen Lalu Lintas Berbasis Kapasitas: Gate Pass Tanjung Priok Atur Arus Kendaraan Secara Terukur
Tak Terganggu! TPK Koja Jelaskan Penyesuaian Arus Logistik Pasca Idul Fitri
Sukseskan Mudik 2026, Pt Api Dukung Penuh Program Mudik Aman Berbagi Harapan Bersama Pelindo Group
Dukung Arus Mudik Lebaran 2026, Jalan Tol Cibitung-cilincing (JTCC) Diskon Tarif TOL Mulai 30%
Selaras Dengan Transformasi Identitas Subholding, PT Akses Pelabuhan Indonesia Hadir Dengan Logo Baru
Inovasi Jadi Kunci: SPSL Siapkan SDM Unggul Lewat Program SPRINT yang Berkelanjutan
Perkuat Layanan Tanpa Henti, IPC TPK Antisipasi Lonjakan Arus Peti Kemas Ramadan
PTP Nonpetikemas Cabang Banten Dukung Arus Mudik Motor dan Truk Sembako ke Sumatera

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 20:28 WIB

Manajemen Lalu Lintas Berbasis Kapasitas: Gate Pass Tanjung Priok Atur Arus Kendaraan Secara Terukur

Kamis, 2 April 2026 - 15:46 WIB

Tak Terganggu! TPK Koja Jelaskan Penyesuaian Arus Logistik Pasca Idul Fitri

Senin, 30 Maret 2026 - 12:22 WIB

Sukseskan Mudik 2026, Pt Api Dukung Penuh Program Mudik Aman Berbagi Harapan Bersama Pelindo Group

Kamis, 26 Maret 2026 - 12:54 WIB

Dukung Arus Mudik Lebaran 2026, Jalan Tol Cibitung-cilincing (JTCC) Diskon Tarif TOL Mulai 30%

Kamis, 26 Maret 2026 - 12:46 WIB

Selaras Dengan Transformasi Identitas Subholding, PT Akses Pelabuhan Indonesia Hadir Dengan Logo Baru

Berita Terbaru

POTRET - skandal pengelolaan aset Pemda DKI mengemuka, Pasar Jabon menjadi sorotan tajam lantaran tak setorkan PAD maupun retribusi pasar. (Foto: Teropongrakyat.co).

Pemerintahan

Pasar Jabon Salah Kelola, Jorok dan Bau

Sabtu, 11 Apr 2026 - 00:43 WIB

Breaking News

Diduga  Pemasangan Tiang Fiber Ilegal di Bogor

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:10 WIB