Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
Teropong Rakyat Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Tropong PLUS Masuk
T+
Terkini
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Teropong Rakyat. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTWujudkan SDG 8 dari Tingkat Kelurahan, Dosen UPN Veteran Jatim Perkuat Kapasitas 30 Pelaku UMKM Sumber RejoKomentar: 0

Wujudkan SDG 8 dari Tingkat Kelurahan, Dosen UPN Veteran Jatim Perkuat Kapasitas 30 Pelaku UMKM Sumber Rejo

Teropong Rakyat, 10 Oktober 2026, 09:59 WIB · 3 menit bacaDiperbarui Baca di App
Huruf
Foto: Dokumentasi

SURABAYA, teropongrakyat.co – Penguatan ekonomi masyarakat tidak selalu harus dimulai dari program berskala besar. Peningkatan keterampilan dan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tingkat kelurahan juga menjadi langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bina Desa di Kelurahan Sumber Rejo, dengan melibatkan Dyah Isyana Lastri, S.T., M.M., dosen Program Studi Manajemen UPN Veteran Jawa Timur. Sebanyak 30 pelaku UMKM mengikuti pelatihan manajemen keuangan yang digelar pada Sabtu (10/10/2026).

Pelatihan ini difokuskan pada penguatan kemampuan pengelolaan keuangan sebagai salah satu fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan usaha. Hasilnya, seluruh peserta mendapatkan pengalaman praktik menyusun pembukuan sederhana untuk menunjang aktivitas usaha masing-masing.

Materi yang diberikan meliputi pemisahan keuangan pribadi dan usaha, pencatatan transaksi pemasukan dan pengeluaran, penghitungan laba bersih, pengelolaan dana cadangan, hingga pembagian keuntungan untuk kebutuhan operasional dan pengembangan usaha.

Wujudkan SDG 8 dari Tingkat Kelurahan, Dosen UPN Veteran Jatim Perkuat Kapasitas 30 Pelaku UMKM Sumber Rejo - Teropong Rakyat

Dyah Isyana menilai, salah satu tantangan yang masih dihadapi pelaku UMKM adalah belum tertibnya pengelolaan keuangan. Padahal, pencatatan yang baik sangat diperlukan untuk mengetahui kondisi keuangan, menghitung keuntungan, serta menentukan langkah pengembangan usaha.

Baca Juga:  Lebih Dekat dengan Wartawan, Kanit Reskrim Polsek Kemayoran Ajak Jurnalis JJS

“Pembukuan sederhana sebenarnya menjadi langkah awal yang sangat penting. Pelaku UMKM perlu mengetahui uang masuk, uang keluar, laba yang diperoleh, dan bagian mana yang harus disisihkan untuk pengembangan usaha,” ujarnya.

Menurutnya, pengelolaan keuangan yang tertib dapat membantu pelaku usaha mengambil keputusan secara lebih tepat dan terukur. Dengan pencatatan yang konsisten, keputusan terkait penentuan harga, pengelolaan stok, penambahan modal, hingga ekspansi usaha tidak lagi sekadar berdasarkan perkiraan.

Tidak hanya memberikan materi secara teoritis, pelatihan ini juga mengedepankan praktik langsung. Para peserta diajak melakukan pencatatan transaksi dan menyusun pembukuan sederhana menggunakan contoh yang sesuai dengan aktivitas usaha sehari-hari.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu mempermudah peserta dalam menerapkan ilmu yang diperoleh, sehingga manfaat pelatihan dapat dirasakan secara berkelanjutan setelah kegiatan berakhir.

Kegiatan Bina Desa ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-8 atau SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth).

Baca Juga:  Masyarakat Minta PPA Polres Metro Jakarta Pusat Tertibkan Praktik Prostitusi Terselubung

Penguatan kapasitas UMKM dinilai memiliki peran penting dalam mendorong produktivitas, memperkuat perekonomian lokal, serta meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.

Dyah menegaskan, pembangunan ekonomi berkelanjutan dapat dimulai dari lingkungan terdekat melalui program pemberdayaan yang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat.

“SDG 8 bisa diwujudkan dari lingkungan terdekat. Ketika pelaku UMKM memiliki kemampuan mengelola usahanya dengan lebih baik, mereka akan lebih siap untuk bertahan, berkembang, bahkan menciptakan kesempatan kerja baru,” katanya.

Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada pelatihan satu kali, tetapi dapat dilanjutkan melalui pendampingan secara berkelanjutan agar para pelaku UMKM mampu menerapkan sistem pengelolaan usaha yang lebih profesional.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan ilmu pengetahuan yang tidak hanya berkembang di lingkungan akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, keterlibatan dosen Program Studi Manajemen UPN Veteran Jawa Timur diharapkan mampu mendorong peningkatan kapasitas pelaku UMKM di Kelurahan Sumber Rejo, sekaligus membangun budaya pengelolaan usaha yang lebih tertib, terukur, produktif, dan berorientasi pada keberlanjutan.

(Red)

Lihat Breaking News Selengkapnya→
Artikel Terkait Breaking News
TNI – PolriKanal lain
BisnisKanal lain