Jawa Timur, Teropongrakyat.co| Rabu, 4 November 2026 – Kemampuan membaca dan mengolah data kini menjadi salah satu kompetensi penting dalam menghadapi perkembangan dunia bisnis dan industri. Data tidak lagi sekadar kumpulan angka, melainkan sumber informasi yang dapat membantu memahami perilaku pasar, memetakan kebutuhan konsumen, hingga menentukan strategi bisnis. Melihat pentingnya kemampuan tersebut, Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur menggelar pelatihan intensif bertajuk *Data-Driven Management Research* pada 26–27 Oktober 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Manajemen, GKB 2 FEB UPN “Veteran” Jawa Timur ini diikuti oleh 40 peserta. Workshop menghadirkan Rangga Laksana Aryananda, S.Si.D., praktisi sekaligus pakar analisis data, untuk memberikan pembekalan mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan penelitian manajemen.
Berbeda dari pelatihan yang hanya berfokus pada pemahaman konsep, kegiatan ini menggabungkan penyampaian materi dengan praktik secara langsung. Peserta diperkenalkan pada berbagai tahapan pengolahan data, mulai dari proses pengumpulan informasi digital, identifikasi pola, pemodelan, hingga penyajian hasil analisis dalam bentuk visualisasi yang informatif.
Pada sesi awal, pembahasan diarahkan pada pemanfaatan *web scraping* sebagai teknik pengambilan data dari sumber digital. Kemampuan ini menjadi bekal penting bagi peneliti untuk memperoleh bahan penelitian secara lebih efisien. Selanjutnya, peserta mempelajari *data mining* dan analisis sentimen menggunakan pendekatan *Natural Language Processing* (NLP). Melalui materi tersebut, data berupa teks dan opini publik dapat diproses untuk mengidentifikasi kecenderungan sentimen serta menghasilkan informasi yang relevan bagi penelitian.
Pembelajaran kemudian berlanjut pada materi *machine learning*. Peserta dikenalkan dengan lima teknik pemodelan, yaitu estimation, prediction atau forecasting, classification, clustering, dan association rule. Berbagai pendekatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk membaca kecenderungan data, mengidentifikasi karakteristik tertentu, serta membantu proses analisis fenomena manajemen secara lebih sistematis.
Tidak berhenti di situ, pemanfaatan Power BI juga menjadi bagian penting dalam rangkaian workshop. Melalui perangkat *Business Intelligence* ini, peserta mempelajari cara mengubah data mentah menjadi laporan dan dashboard interaktif. Penggunaan visualisasi data memungkinkan informasi yang kompleks disajikan secara lebih terstruktur sehingga lebih mudah dipahami sebagai dasar pengambilan keputusan.
Kompetensi tersebut memiliki relevansi yang erat dengan kebutuhan dunia usaha. Dalam lingkungan bisnis yang semakin kompetitif, keputusan yang hanya mengandalkan perkiraan memiliki keterbatasan. Sebaliknya, analisis yang didukung data dapat membantu organisasi memahami tren, mengevaluasi kondisi, dan menyusun strategi berdasarkan informasi yang lebih terukur. Oleh karena itu, penguasaan teknologi analisis data oleh akademisi juga berpotensi memperkaya penelitian manajemen agar semakin dekat dengan persoalan nyata di masyarakat dan industri.

Penyelenggaraan workshop ini sekaligus mencerminkan kontribusi perguruan tinggi terhadap pencapaian *Sustainable Development Goals* (SDGs). Dari sisi pendidikan, kegiatan ini sejalan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), khususnya melalui peningkatan kompetensi dan pengembangan pembelajaran sepanjang hayat bagi tenaga pendidik. Sementara itu, penguatan keterampilan teknologi, analisis data, dan inovasi penelitian mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur).
Keterkaitan kedua tujuan tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan kapasitas akademisi tidak hanya berdampak pada lingkungan kampus, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya mendorong inovasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Penelitian yang didukung kemampuan pengolahan data diharapkan mampu menghasilkan temuan yang lebih relevan serta memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan praktik manajemen.
Sebagai tindak lanjut, Program Studi Manajemen FEB UPN “Veteran” Jawa Timur merekomendasikan pengembangan pelatihan lanjutan dengan porsi praktik yang lebih mendalam, khususnya menggunakan dataset dari penelitian nyata. Peluang kolaborasi akademik, penelitian, dan publikasi bersama juga menjadi salah satu langkah yang dapat dikembangkan setelah kegiatan ini.
Melalui pelatihan tersebut, penguatan kompetensi digital diharapkan tidak berhenti pada penguasaan perangkat teknologi semata. Lebih jauh, kemampuan mengolah data perlu diarahkan menjadi fondasi bagi lahirnya penelitian yang berkualitas, inovatif, dan mampu menjawab tantangan perubahan zaman. Sebab, di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan menghasilkan keputusan berdasarkan data merupakan bekal penting bagi masa depan dunia akademik maupun industri.
Sumber : Dyah Isyana Lastri












