Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
Teropong Rakyat Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Tropong PLUS Masuk
T+
Terkini
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Teropong Rakyat. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTProdi Pariwisata UPN Jatim Gelar Guest Lecture, Bahas Perilaku dan Pengalaman Wisatawan dari Perspektif PsikologiKomentar: 0

Prodi Pariwisata UPN Jatim Gelar Guest Lecture, Bahas Perilaku dan Pengalaman Wisatawan dari Perspektif Psikologi

Teropong Rakyat, 3 November 2026, 14:02 WIB · 3 menit bacaBaca di App
Huruf
Foto: Dokumentasi

SURABAYA, Selasa, 3 November 2026 |  teropongrakyat.co – Program Studi S-1 Pariwisata, Fakultas Ilmu Sosial, Budaya dan Politik, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur menggelar kegiatan guest lecture dalam mata kuliah Psikologi Pelayanan dengan mengangkat tema “Memahami Perilaku, Emosi, dan Pengalaman Wisatawan Melalui Perspektif Psikologi.”

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UPN “Veteran” Jawa Timur, Prasetyo Alif Soeprawiro, M.Psi., Psikolog. Sementara itu, mata kuliah Psikologi Pelayanan diampu oleh Retno Juwita Sari, S.S., M.Par., yang sekaligus menginisiasi kegiatan pembelajaran kolaboratif tersebut.

Guest lecture ini bertujuan memperluas wawasan mahasiswa mengenai pentingnya penerapan ilmu psikologi dalam industri pariwisata, khususnya dalam memahami karakteristik, kebutuhan, serta pengalaman wisatawan.

Dalam pemaparannya, Prasetyo Alif Soeprawiro menjelaskan bahwa pelayanan pariwisata tidak hanya berkaitan dengan penyediaan fasilitas maupun pemenuhan kebutuhan fisik wisatawan. Lebih dari itu, pelayanan juga melibatkan berbagai aspek psikologis, seperti persepsi, motivasi, emosi, sikap, dan perilaku.

Menurutnya, setiap wisatawan memiliki latar belakang, kebutuhan, harapan, serta respons emosional yang berbeda. Kondisi tersebut menuntut para pelaku industri pariwisata untuk mampu mengenali karakter wisatawan, memahami kondisi emosional, serta membangun komunikasi dan pola pelayanan yang tepat.

Baca Juga:  MUSDALUB III AWPI DPD DKI Jakarta Berjalan Sukses, Tetapkan Kepengurusan Baru Masa Bakti 2026–2031

Perspektif psikologi juga menjadi landasan penting untuk memahami bagaimana wisatawan mengambil keputusan, merespons pelayanan, hingga membentuk kesan terhadap destinasi yang dikunjungi.

Prodi Pariwisata UPN Jatim Gelar Guest Lecture, Bahas Perilaku dan Pengalaman Wisatawan dari Perspektif Psikologi - Teropong Rakyat

Aspek emosional seperti rasa nyaman, aman, dihargai, dan diperhatikan turut menentukan kualitas pengalaman wisata. Oleh karena itu, kemampuan membangun hubungan interpersonal yang positif menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan pelayanan pariwisata yang berkualitas.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa kualitas pelayanan tidak semata-mata diukur dari kelengkapan fasilitas maupun aspek teknis, tetapi juga dari kemampuan penyedia layanan dalam memberikan pengalaman yang berkesan melalui pendekatan yang berorientasi pada manusia (human-centered service).

Retno Juwita Sari, S.S., M.Par. menyampaikan bahwa keterlibatan akademisi dari berbagai disiplin ilmu dalam proses pembelajaran memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh wawasan dan perspektif yang lebih luas.

Baca Juga:  Prabu Pucuk Umun, Rajanya Suku Baduy

Kolaborasi antara ilmu pariwisata dan psikologi diharapkan dapat memperkuat kompetensi mahasiswa, terutama dalam memahami kebutuhan wisatawan secara lebih menyeluruh. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menguasai teori pelayanan, tetapi juga mampu menganalisis berbagai situasi pelayanan berdasarkan perspektif perilaku dan psikologi manusia.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk pengayaan pembelajaran berbasis interdisipliner yang menghubungkan teori psikologi dengan praktik pelayanan di industri pariwisata.

Melalui penyelenggaraan guest lecture ini, Program Studi S-1 Pariwisata UPN “Veteran” Jawa Timur terus mendorong proses pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kompetensi pelayanan yang profesional, empatik, responsif, serta berorientasi pada kepuasan dan pengalaman wisatawan.

Memahami wisatawan berarti memahami manusia di balik setiap perjalanan. Dengan mengintegrasikan perspektif psikologi dalam pelayanan pariwisata, lulusan diharapkan memiliki kepekaan yang lebih baik terhadap kebutuhan wisatawan serta mampu menghadirkan pengalaman perjalanan yang berkualitas.

(Red)

Lihat Edukasi Selengkapnya→
Artikel Terkait Edukasi
Breaking NewsKanal lain
TNI – PolriKanal lain