Jakarta Utara, TeropongRakyat.co – Anggota DPRD DKI Jakarta, Hj. Neneng Hasanah, SE., SIP., M.M., turun langsung meninjau lokasi tragedi tenggelamnya sejumlah anak di area proyek pembangunan Waduk Belibis, Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (31/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Neneng didampingi Ketua RW 04 Semper Barat, Djumadi, serta penanggung jawab PT Nindya Karya, Agus, selaku pihak pelaksana proyek.
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kondisi para korban selamat sekaligus mengawal pemenuhan hak-hak korban dan keluarga yang terdampak peristiwa tragis tersebut.
Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam kunjungan tersebut, terdapat empat korban selamat. Dua orang di antaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit, sementara dua lainnya berada di rumah dan turut dikunjungi untuk diberikan dukungan moril.
Kondisi psikologis para korban selamat masih terguncang akibat kejadian tersebut. Selain itu, Neneng juga menyambangi keluarga korban yang meninggal dunia untuk menyampaikan belasungkawa serta memberikan penguatan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Dalam kesempatan itu, Neneng menegaskan bahwa pemenuhan hak-hak para korban harus menjadi perhatian serius pihak pelaksana proyek, tanpa membedakan korban yang selamat maupun keluarga korban meninggal dunia.
“Kunjungan ini untuk memastikan korban selamat baik-baik saja dan hak-haknya dipenuhi. Dari PT Nindya Karya menyanggupi korban yang di rumah sakit dibiayai dan memberikan bantuan sosial korban meninggal,” ucap Neneng di lokasi.
Pengamanan Area Proyek Jadi Sorotan
Tidak hanya memastikan penanganan terhadap korban, Neneng juga menyoroti aspek keselamatan dan pengamanan di sekitar proyek pembangunan Waduk Belibis.
Ia memastikan area lokasi kejadian harus disterilkan agar tidak lagi dimasuki masyarakat dari luar, baik orang dewasa maupun anak-anak, untuk bermain di kawasan proyek yang memiliki potensi bahaya.
Langkah tersebut dinilai penting agar tragedi serupa tidak kembali terjadi, mengingat area proyek pembangunan dan genangan air bekas galian memiliki risiko keselamatan bagi masyarakat sekitar.
Menanggapi hal tersebut, Agus selaku penanggung jawab PT Nindya Karya menyampaikan bahwa pihak pelaksana akan meningkatkan pengamanan dengan memasang spanduk imbauan serta pembatas di sekitar area proyek.
“Ya, kami akan memasang spanduk imbauan dan pembatas di proyek nantinya. Untuk korban juga dari tim sudah ada yang standby di rumah sakit untuk keperluan segala hal bagi korban selamat dan bantuan sosial bagi korban meninggal,” ujar Agus.
Jangan Berhenti pada Janji Pengamanan
Peristiwa ini menjadi perhatian serius terkait pentingnya penerapan standar keselamatan di lingkungan proyek pembangunan, khususnya proyek yang berada berdekatan dengan permukiman warga.
Pemasangan spanduk imbauan dan pembatas proyek menjadi langkah awal yang perlu segera direalisasikan. Namun, pengamanan juga harus dipastikan berjalan secara nyata dan menyeluruh, bukan sebatas rencana atau imbauan.
Masyarakat tentu berharap komitmen PT Nindya Karya dalam memenuhi hak para korban dan meningkatkan pengamanan lokasi dapat segera diwujudkan.
Sebab, tragedi yang merenggut nyawa seorang anak di kawasan Waduk Belibis tersebut harus menjadi evaluasi serius bagi seluruh pihak terkait agar keselamatan masyarakat, terutama anak-anak, tidak kembali terabaikan.












