Jakarta Utara, TeropongRakyat.co – Pemandangan memprihatinkan kembali terlihat di sepanjang Jalan Pelumpang, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Pada Kamis malam, 1 Januari 2026, tumpukan sampah tampak memenuhi trotoar di hampir setiap ruas jalan, menciptakan kesan kumuh dan tidak terurus di salah satu jalur utama kawasan tersebut.
Ironisnya, kondisi ini bukan peristiwa sesaat. Sampah-sampah terlihat menumpuk setiap malam, seolah trotoar difungsikan sebagai tempat pembuangan sampah liar. Tidak tampak adanya bak penampungan yang memadai, sementara sampah dibiarkan berserakan tanpa penanganan. Bahkan di momen pergantian tahun, yang seharusnya menjadi perhatian khusus kebersihan kota, kondisi tersebut tetap dibiarkan.
Redaksi TeropongRakyat.co juga menemukan tumpukan sampah menggunung tepat di depan halte, lokasi yang semestinya menjadi area publik yang bersih dan nyaman bagi masyarakat. Situasi ini jelas mengganggu pejalan kaki, merusak estetika kota, serta berpotensi menimbulkan bau dan penyakit.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta Utara bersama unsur Pemerintah Daerah setempat, mulai dari kelurahan hingga kecamatan, dinilai lalai dan minim pengawasan. Tidak adanya kontrol rutin dan tindakan tegas memperlihatkan lemahnya tanggung jawab dalam menjaga kebersihan wilayah, terlebih Jalan Pelumpang merupakan akses utama dengan aktivitas masyarakat yang tinggi.
Masyarakat pun mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan sampah yang terus berulang. Tanpa langkah nyata dan pengawasan ketat, trotoar publik dikhawatirkan akan terus berubah menjadi tempat sampah raksasa yang mencoreng wajah Jakarta Utara.


























































