MALANG | Teropongrakyat.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi meluncurkan layanan Trans Jatim Koridor 2 Malang Raya. Selain memperluas jangkauan transportasi publik, layanan baru ini juga memberikan fasilitas perjalanan gratis bagi penyandang disabilitas di seluruh koridor Trans Jatim.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menghadirkan transportasi publik yang inklusif dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Program ini sekaligus menyambut peringatan Hari Disabilitas Internasional pada 3 Desember mendatang.
Khofifah mengatakan, fasilitas gratis tersebut berlaku di delapan koridor Trans Jatim yang telah beroperasi. Rinciannya, enam koridor di luar Malang Raya dan dua koridor di wilayah Malang Raya.
“Saudara-saudara kita penyandang disabilitas memang harus kita sapa. Mereka bisa mendapatkan layanan Trans Jatim gratis di semua koridor,” ujar Khofifah.
Sementara itu, penumpang umum Trans Jatim Koridor 2 dikenakan tarif Rp 5.000. Adapun pelajar, mahasiswa, dan santri cukup membayar Rp 2.500.
Keunggulan lainnya, Koridor 2 telah terintegrasi dengan Koridor 1. Penumpang yang melanjutkan perjalanan antarkoridor cukup menggunakan satu tiket, selama perpindahan tidak melebihi dua jam.
Integrasi tersebut diharapkan memudahkan mobilitas masyarakat tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan ketika berpindah dari Koridor 1 ke Koridor 2 maupun sebaliknya.
Dari sisi armada, sebanyak 15 unit bus disiapkan untuk melayani Koridor 2. Bus produksi Karoseri Tentrem tersebut dilengkapi sejumlah fasilitas yang mengutamakan kenyamanan dan keselamatan penumpang.

Direktur Karoseri Tentrem, Yohan Wahyudi, menjelaskan, seluruh kursi penumpang dibuat menghadap ke depan untuk mengurangi risiko mabuk perjalanan.
“Kalau ini permintaannya memang seluruh kursi menghadap ke depan, supaya penumpang tidak sampai mabuk perjalanan,” jelas Yohan.
Selain itu, bus dilengkapi fasilitas pengisian daya melalui USB, interior yang mudah dibersihkan, serta ruang bagi penumpang yang harus berdiri selama perjalanan.
Fasilitas ramah disabilitas juga menjadi perhatian. Bagian belakang bus dirancang untuk memudahkan pengguna kursi roda naik dan mendapatkan ruang khusus. Penumpang yang menggunakan tongkat juga mendapat kemudahan akses.
Bus tersebut turut dilengkapi kursi tambahan dan tombol keselamatan atau safety bell untuk membantu penumpang menyampaikan kebutuhan selama perjalanan.
Dari segi kapasitas, satu unit bus mampu mengangkut 18 penumpang duduk dan sekitar 10 penumpang berdiri. Dengan demikian, total kapasitas mencapai 28 penumpang, di luar pengemudi.
Yohan menyebutkan, Karoseri Tentrem sebelumnya juga terlibat dalam penyediaan 15 unit bus untuk Koridor 1 dengan konsep ramah disabilitas.
Menurutnya, keberadaan transportasi massal tersebut dapat menjadi alternatif bagi masyarakat sekaligus membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di Malang Raya.
“Kalau masyarakat beralih menggunakan transportasi umum seperti ini, tentu bisa membantu mengurangi kemacetan. Penggunaan bahan bakar untuk kendaraan pribadi juga bisa ditekan,” ungkapnya.
Khofifah berharap, pengoperasian Trans Jatim Koridor 2 mampu memperkuat pelayanan transportasi publik di Malang Raya. Selain mengurai kemacetan, layanan ini diharapkan memberikan keamanan perjalanan dan kepastian waktu bagi masyarakat.
“Harapan kita, public transportation ini bisa menguatkan public service kepada seluruh masyarakat. Transportasi publik kita maksimalkan untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Jawa Timur maupun mereka yang sedang berada di Jawa Timur,” pungkasnya.












