Protes Hidup-Mati Sopir Angkot, Balai Kota Bogor Dikepung Massa

- Jurnalis

Kamis, 22 Januari 2026 - 13:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, teropongrakyat.co – Aksi unjuk rasa Forum Komunikasi Pemilik dan Pengemudi Angkutan Kota Bogor kembali menghangatkan kawasan Balai Kota Bogor, Kamis (22/1/2026). Ratusan sopir angkot turun ke jalan menyuarakan tuntutan yang mereka anggap menyangkut hidup dan masa depan keluarga, sementara warga sekitar harus berjibaku dengan kemacetan panjang.

Aksi yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB itu membuat arus lalu lintas di sejumlah ruas sekitar Balai Kota tersendat, bahkan nyaris lumpuh pada jam sibuk.

Tiga Tuntutan Utama Sopir Angkot
Para pengunjuk rasa membawa tiga tuntutan utama:

Perpanjangan usia operasional angkot hingga tahun 2030.

Peremajaan angkot agar kembali dijalankan secara nyata, bukan sekadar wacana.

Penghentian dan evaluasi ulang kebijakan reduksi angkot yang dinilai mematikan mata pencaharian sopir

“Kami Bertahan di Tengah Tekanan”
Salah satu sopir angkot, Asep (48), mengatakan kebijakan yang ada membuat sopir semakin terdesak.

Baca Juga:  DPD BPPKB Banten Jawa Barat Serahkan SK Kepengurusan DPC Kota Bogor

“Pendapatan sekarang sudah turun drastis. Kalau usia angkot tidak diperpanjang, kami bisa langsung kehilangan kerja,” ujarnya.
Sopir lainnya, Ujang (52), menilai reduksi angkot tidak disertai solusi.

“Angkot dikurangi, tapi kami tidak diberi alternatif pekerjaan. Janji peremajaan juga tidak jelas kapan,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Dadan (45), sopir trayek Bogor Barat 02

“Kami bukan menolak perubahan, tapi tolong siapkan kami. Jangan langsung ditekan tanpa solusi,” ucapnya.

Sementara Rohman (39) menegaskan aksi ini adalah pilihan terakhir.

“Kalau tidak turun ke jalan, suara kami tidak didengar. Ini soal makan anak-istri,” tuturnya dengan nada tegas.

Macet dan Aktivitas Terganggu

Di sisi lain, warga dan pengguna jalan mengaku aktivitas mereka terganggu akibat aksi tersebut.
Rina (34), karyawan swasta, harus memutar jauh untuk menuju kantor.

“Saya paham tuntutan mereka, tapi dampaknya luar biasa. Tadi hampir satu jam terjebak macet,” keluhnya rina

Baca Juga:  Pelantikan panglima TNI Pertama Jenderal Soedirman di Yogyakarta pada tanggal 28 Juni 1947 

Hal serupa dialami Dedi (41), pengendara motor.
“Balai Kota macet total. Harusnya ada solusi agar demo tidak selalu mengorbankan masyarakat,” katanya.

Sementara Siti (29), pedagang online yang melintas kawasan tersebut, mengaku telat mengantar pesanan.

“Orderan jadi terlambat semua. Setiap ada aksi, pasti Balai Kota lumpuh,” ujarnya.

Pengguna jalan lain, Agus (50), berharap pemerintah segera turun tangan.

“Kalau tuntutan sopir ini berlarut-larut, warga terus jadi korban. Harus ada keputusan tegas,” tegasnya.

Aparat gabungan dari kepolisian dan Satpol PP disiagakan untuk menjaga ketertiban selama aksi berlangsung.

Pemerintah Kota Bogor sebelumnya mengimbau masyarakat untuk menghindari kawasan Balai Kota dan menggunakan jalur alternatif.

Hingga berita ini diturunkan, aksi masih berlangsung dengan pengawalan ketat. Para sopir berharap tuntutan mereka segera ditanggapi agar konflik transportasi di Kota Bogor tidak terus berulang dan aktivitas masyarakat bisa kembali normal.

T.Donie

Berita Terkait

Bau Menyengat Diduga dari Kawasan KBN, Warga Cilincing Pertanyakan Ketegasan Pemprov DKI dan Instansi Lingkungan Hidup
Yusril peringatkan Dedi Mulyadi: sayembara tangkap begal berisiko main hakim sendiri
Macet Total di Akses Marunda, Warga Pertanyakan Keseriusan Pemda Atasi Kemacetan Kronis Cilincing
Aspirasi Warga Marunda Pulo Didengar Pemkot Jakarta Utara, Pelebaran Jalan dan Pintu Air Jadi Prioritas Tindak Lanjut
Proyek Lapangan TAMAN YASMIN Sektor 6 Masuk Tahap Penyelesaian, Anggaran Capai RP1,6 M
Korban Apresiasi Respons Cepat Polres Metro Bekasi, Keluarga Berharap Proses Hukum Segera Tuntas
Partai Gerakan Rakyat Daftar ke Kemenkumham, Jubir: Ini Titik Harapan Indonesia Sejahtera`
Kembali Datangi Bawas MA, Ahli Waris H. Makawi Tagih Pengawasan Ketat atas Sidang Sengketa Lahan Sherwood

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:20 WIB

Bau Menyengat Diduga dari Kawasan KBN, Warga Cilincing Pertanyakan Ketegasan Pemprov DKI dan Instansi Lingkungan Hidup

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:58 WIB

Yusril peringatkan Dedi Mulyadi: sayembara tangkap begal berisiko main hakim sendiri

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:18 WIB

Macet Total di Akses Marunda, Warga Pertanyakan Keseriusan Pemda Atasi Kemacetan Kronis Cilincing

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:02 WIB

Aspirasi Warga Marunda Pulo Didengar Pemkot Jakarta Utara, Pelebaran Jalan dan Pintu Air Jadi Prioritas Tindak Lanjut

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:23 WIB

Proyek Lapangan TAMAN YASMIN Sektor 6 Masuk Tahap Penyelesaian, Anggaran Capai RP1,6 M

Berita Terbaru