JAKARTA,teropongrakyat.co – Semangat baru mewarnai perjalanan dunia musik Indonesia. Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) DKI Jakarta resmi melantik dan mengukuhkan jajaran pengurus baru periode 2026–2031 dengan mempercayakan tongkat kepemimpinan kepada Ussy Pieters sebagai Ketua DPD PAPPRI DKI Jakarta.
Pelantikan yang berlangsung di Deheng House (DH), Jalan Taman Kemang Nomor 32, Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2026) itu tidak sekadar menjadi seremoni pergantian kepengurusan organisasi profesi. Lebih dari itu, pelantikan menjadi momentum konsolidasi besar insan musik Indonesia untuk memperkuat ekosistem musik nasional, memperjuangkan perlindungan hak cipta dan kesejahteraan para pelaku seni, sekaligus menyiapkan berbagai program strategis dalam menyambut Jakarta sebagai Global City dan memasuki usia lima abad.
Ratusan tamu undangan dari berbagai kalangan tampak memenuhi ruang acara sejak pukul 18.30 WIB. Para musisi lintas generasi, penyanyi, pencipta lagu, pemusik, akademisi, budayawan, pejabat pemerintah pusat dan daerah, organisasi profesi, hingga komunitas seni hadir memberikan dukungan terhadap kepengurusan baru PAPPRI DKI Jakarta.
Acara diawali dengan registrasi peserta dan jamuan makan malam yang menjadi ajang silaturahmi para pelaku industri musik. Suasana hangat penuh keakraban begitu terasa ketika para tamu saling bertukar cerita mengenai perkembangan dunia musik Indonesia, tantangan industri kreatif, hingga harapan besar terhadap kepengurusan baru PAPPRI DKI Jakarta.
Memasuki pukul 19.30 WIB, seluruh tamu kehormatan memasuki ruang utama didampingi Ketua DPD PAPPRI DKI Jakarta. Kehadiran mereka disambut dengan pertunjukan tari tradisional yang menggambarkan kekayaan budaya Nusantara, memberikan nuansa sakral sekaligus menegaskan bahwa musik dan seni merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari identitas bangsa Indonesia.
Setelah pembukaan oleh pembawa acara, seluruh undangan berdiri menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin seorang dirigen. Suasana semakin khidmat ketika seluruh hadirin melanjutkan dengan menyanyikan Mars PAPPRI, karya tokoh nasional AM Hendropriyono, yang selama ini menjadi simbol persatuan dan semangat perjuangan para insan musik Indonesia.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh J. Sudiyono San, dilanjutkan laporan Ketua Panitia Pelaksana Ingrid Andriani Tirtadjaja atau yang akrab disapa Inge.
Dalam laporannya, Inge menjelaskan bahwa pelantikan merupakan awal dari perjalanan panjang kepengurusan baru dalam menjalankan amanah organisasi.
“Kegiatan malam ini bukan sekadar pelantikan, tetapi merupakan titik awal bagi seluruh pengurus untuk mulai bekerja menghadirkan program-program nyata bagi para penyanyi, pencipta lagu, pemusik, dan seluruh insan musik di Jakarta. Kami berharap PAPPRI semakin mampu menjadi rumah besar bagi seluruh pelaku seni tanpa membedakan generasi maupun genre musik,” ujarnya.
Prosesi Pelantikan Berlangsung Khidmat
Puncak acara dimulai ketika Sekretaris Jenderal DPP PAPPRI Dwiki Dharmawan membacakan Surat Keputusan DPP PAPPRI Nomor 03/SK-PAPPRI/VII/2026 tentang Susunan Pengurus DPD PAPPRI DKI Jakarta Periode 2026–2031.
Satu per satu nama pengurus dipanggil menuju panggung untuk menerima amanah organisasi.
Selanjutnya dilakukan pembacaan naskah pelantikan dan pengukuhan pengurus yang dipimpin Sekjen DPP PAPPRI Dwiki Dharmawan, disusul prosesi penyerahan Pataka PAPPRI sebagai simbol estafet kepemimpinan organisasi dari DPP kepada Ketua DPD PAPPRI DKI Jakarta, Ussy Pieters.
Momentum tersebut disambut tepuk tangan panjang seluruh tamu undangan sebagai simbol lahirnya kepengurusan baru yang diharapkan membawa semangat perubahan bagi organisasi.
Setelah itu seluruh pengurus mengucapkan Ikrar PAPPRI, dipimpin langsung Sekjen DPP PAPPRI, sebagai bentuk komitmen menjaga marwah organisasi, memperjuangkan hak-hak anggota, meningkatkan profesionalisme, serta menjaga persatuan insan musik Indonesia.
Prosesi pelantikan ditutup dengan foto bersama seluruh pengurus, tamu kehormatan, serta para tokoh musik nasional.
Dihadiri Tokoh Nasional
Pelantikan ini dihadiri berbagai tokoh penting dari unsur pemerintah, organisasi profesi, hingga komunitas seni.
Di antaranya Ketua Umum DPP PAPPRI Tony Wenas yang diwakili Sekretaris Jenderal Dwiki Dharmawan, Bendahara Umum DPP PAPPRI Lexi M. Budiman, Ketua DPD PAPPRI DKI Jakarta periode sebelumnya Ayu Soraya, seluruh jajaran pengurus DPP dan DPC PAPPRI se-DKI Jakarta, serta perwakilan berbagai asosiasi musik.
Turut hadir Franki Raden selaku Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Andhika Permata, S.STP., M.Si., Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta yang hadir mewakili Wakil Gubernur DKI Jakarta, I Made Dharma Suteja, Direktur Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual Kementerian Kebudayaan RI mewakili Dirjen Restu Gunawan, Irini Dewi Wanti, Direktur Film, Musik dan Seni Kementerian Kebudayaan RI, jajaran Badan Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta, Perpustakaan Nasional RI, organisasi kemasyarakatan, hingga berbagai komunitas seni dan budaya.
Kehadiran para pejabat pemerintah menunjukkan bahwa PAPPRI tidak hanya dipandang sebagai organisasi profesi, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam membangun sektor kebudayaan, ekonomi kreatif, serta perlindungan hak kekayaan intelektual.
Jakarta Adalah Barometer Musik Nasional
Dalam sambutannya mewakili Ketua Umum DPP PAPPRI, Dwiki Dharmawan menegaskan bahwa DPD PAPPRI DKI Jakarta memiliki posisi yang sangat strategis.
Menurutnya, Jakarta merupakan pusat pemerintahan, pusat industri kreatif, sekaligus tempat bertemunya berbagai budaya dari seluruh Indonesia.
“Jakarta adalah barometer nasional. Di sinilah pusat asimilasi budaya berlangsung. Ekosistem musik Indonesia juga bertumpu di Jakarta. Karena itu PAPPRI DKI Jakarta memiliki tanggung jawab yang jauh lebih besar dibanding daerah lain.”
Ia mengatakan bahwa PAPPRI bukan sekadar organisasi profesi.
“PAPPRI harus menjadi rumah besar seluruh penyanyi, pencipta lagu, pemusik, arranger, produser, hingga pelaku industri musik lainnya. Organisasi ini juga harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam melindungi hak-hak para pekerja seni.”
Menurut Dwiki, keberadaan DPC PAPPRI di Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Utara, hingga Kepulauan Seribu menjadi modal besar untuk memperkuat organisasi sampai tingkat akar rumput.
“Kami berharap di bawah kepemimpinan Ibu Ussy Pieters, PAPPRI DKI Jakarta menjadi motor penggerak lahirnya program-program besar yang mampu memperkuat ekosistem musik nasional.”
Ussy Pieters Siapkan Program Besar
Usai resmi dilantik, Ketua DPD PAPPRI DKI Jakarta Ussy Pieters menyampaikan komitmennya menjalankan organisasi secara terbuka, kolaboratif, dan profesional.
Ia mengaku amanah tersebut merupakan tanggung jawab besar mengingat Jakarta menjadi wajah industri musik Indonesia.
Menurut Ussy, kepengurusan baru telah menyusun sejumlah program prioritas yang akan segera dijalankan.
Program pertama adalah menghidupkan kembali lagu anak Indonesia melalui lomba cipta lagu anak dan pembinaan generasi muda.
“Kami prihatin karena lagu anak sekarang hampir tidak terdengar lagi. Padahal lagu anak memiliki peran penting dalam membangun karakter bangsa. Karena itu PAPPRI DKI Jakarta akan mengadakan lomba cipta lagu anak dan berbagai kegiatan pembinaan.”
Selain itu, pihaknya akan fokus pada edukasi hak cipta, perlindungan karya musik, peningkatan kesejahteraan anggota, serta membangun ruang kolaborasi lintas generasi.
“Kami ingin semua genre musik, mulai dari pop, jazz, dangdut, rock, keroncong, klasik, etnik hingga musik digital bisa berkembang bersama. PAPPRI harus menjadi rumah bagi semuanya.”
Kementerian Kebudayaan: PAPPRI Benteng Karya Cipta
Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan RI, Irini Dewi Wanti, menyampaikan apresiasi atas pelantikan kepengurusan baru PAPPRI DKI Jakarta.
Ia mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik serta menegaskan bahwa amanah tersebut merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar dalam membangun ekosistem musik Indonesia yang semakin maju.
Irini menilai selama hampir empat dekade keberadaannya, PAPPRI telah menjadi benteng perlindungan karya cipta sekaligus rumah besar bagi insan musik Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
“Selama puluhan tahun PAPPRI menjadi benteng pertahanan karya cipta dan rumah bagi insan musik Indonesia. Jaringan organisasi yang tersebar di berbagai daerah merupakan bukti nyata kekuatan solidaritas dan dedikasi yang terus hidup.”kata Irini dalam sambutannya.
Menurut Irini, tantangan industri musik saat ini jauh berbeda dibanding masa lalu. Transformasi digital menuntut organisasi profesi untuk semakin adaptif, inovatif, proaktif, dan berani menghadapi perubahan.
Ia meminta kepengurusan baru menjadikan pelantikan sebagai momentum menghadirkan capaian baru yang memberikan manfaat nyata bagi para musisi.
“Pengurus baru harus hadir bukan hanya sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga menjadi pelindung hak moral dan hak ekonomi para seniman. Pastikan para penyanyi, pencipta lagu, pemusik, hingga generasi muda memperoleh penghargaan yang adil atas karya-karya mereka.”ujarnya.
Irini juga menegaskan bahwa musik merupakan bahasa universal sekaligus instrumen diplomasi budaya Indonesia.
Melalui jaringan PAPPRI yang tersebar di seluruh Indonesia, menurutnya, organisasi memiliki potensi besar mengangkat kekayaan musik tradisi dan musik lokal ke tingkat nasional maupun internasional.
Ia menilai regenerasi menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan industri musik nasional.
“Kolaborasi antara pengalaman para musisi senior dengan kreativitas generasi muda akan menjadi kekuatan besar untuk menjaga keberlanjutan ekosistem musik Indonesia.”tegasnya.
Di akhir sambutannya, Irini mengajak seluruh pengurus PAPPRI DKI Jakarta menjadikan organisasi sebagai gerakan kebudayaan yang mampu menghadirkan kesejahteraan bagi para seniman sekaligus kebanggaan bagi bangsa.
“Jadikan musik Indonesia tuan rumah di negeri sendiri dan bergema di panggung dunia.”ucapnya.
Transparansi Royalti Jadi Isu Utama
Salah satu perhatian besar yang mencuat dalam pelantikan adalah persoalan royalti musik.
Pembina Pesona Seniman Indonesia Jenderal Tamim Mustopha mengatakan persoalan transparansi royalti hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Menurutnya, banyak musisi yang belum merasakan manfaat ekonomi secara maksimal dari karya yang mereka hasilkan.
“Saya berharap kepemimpinan Ibu Ussy Pieters mampu memperjuangkan transparansi pembagian royalti sehingga para penyanyi, pencipta lagu, dan pemusik benar-benar memperoleh haknya secara adil.”
Ia menilai pengalaman panjang Ussy Pieters selama hampir dua dekade berkarya di Italia menjadi modal penting membawa PAPPRI DKI Jakarta menjadi organisasi yang lebih modern.
“Beliau memiliki pengalaman internasional, memahami perkembangan musik dunia, sekaligus memiliki jaringan yang luas. Saya optimistis PAPPRI DKI Jakarta akan semakin maju.”
PAPPRI Siap Dukung Jakarta 500 Tahun
Ketua LMK PAPPRI Johnny William Maukar menilai kepengurusan baru akan memiliki peran penting dalam mendukung agenda besar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Menurutnya, menjelang peringatan 500 Tahun Kota Jakarta, musik harus menjadi salah satu identitas utama kota.
“Jakarta ingin menjadi Global City. Salah satu indikator kota global adalah kehidupan seni dan musiknya. Karena itu PAPPRI akan berkolaborasi dengan Pemprov DKI menghadirkan festival, konser, pertunjukan musik, hingga ruang-ruang kreatif yang melibatkan seluruh pelaku seni.”
Ia mengatakan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah berjalan baik dan diharapkan segera diwujudkan melalui berbagai kegiatan nyata.
Siap Bergerak Cepat
Bendahara DPD PAPPRI DKI Jakarta Rosarianta memastikan kepengurusan baru tidak ingin hanya berhenti pada seremoni pelantikan.
“Kami langsung bekerja. Kami segera membangun kerja sama dengan kementerian, pemerintah daerah, sektor swasta, BUMN maupun komunitas seni agar seluruh program dapat berjalan.”
Menurutnya, dukungan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mewujudkan berbagai program organisasi.
“Kami ingin merangkul semua. Musisi senior, musisi muda, semua genre musik, semua komunitas akan menjadi bagian dari keluarga besar PAPPRI.”
Menjadi Rumah Besar Insan Musik Indonesia
Pelantikan DPD PAPPRI DKI Jakarta periode 2026–2031 menjadi babak baru perjalanan organisasi yang telah puluhan tahun menjadi wadah berhimpunnya penyanyi, pencipta lagu, dan pemusik Indonesia.
Di bawah kepemimpinan Ussy Pieters, PAPPRI DKI Jakarta membawa harapan baru untuk memperjuangkan kesejahteraan anggota, memperkuat perlindungan hak cipta, membangun sistem royalti yang lebih transparan, menghidupkan kembali lagu anak Indonesia, serta menciptakan ekosistem musik yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.
Dengan dukungan pemerintah, komunitas seni, organisasi profesi, dan seluruh pelaku industri kreatif, PAPPRI DKI Jakarta optimistis mampu menjadi motor penggerak kebangkitan musik Indonesia sekaligus menjadikan Jakarta sebagai pusat musik nasional yang berdaya saing di tingkat dunia.



























































