JAKARTA UTARA,
teropongrakyat.co – Upaya mendorong generasi muda Jakarta Utara agar semakin kreatif, adaptif, dan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi menjadi perhatian dalam dialog interaktif bertajuk “Memanfaatkan Media Digital dan Infrastruktur Teknologi untuk Karya Anak Muda Jakarta Utara”.
Kegiatan yang digagas Jakut Hub bersinergi dengan Suku Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Kota Administrasi Jakarta Utara serta Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) tersebut berlangsung di Walang Kopi (Wako) Koja, Jumat (4/9) sore.
Dialog interaktif ini menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten, di antaranya Direktur Utama PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP), Nur Iswan, Kepala Seksi Komunikasi dan Informasi Publik Sudin Kominfotik Kota Administrasi Jakarta Utara, Ruki Cita Munggaran, serta Pembina Jakut Hub, Ikhwan Ridwan Boim.
Kepala Seksi Komunikasi dan Informasi Publik Sudin Kominfotik Kota Administrasi Jakarta Utara, Ruki Cita Munggaran, mengatakan tema “Gen Z Jakarta Utara Naik Kelas” menjadi relevan di tengah tantangan generasi muda dalam menghadapi perkembangan dunia kerja dan persaingan yang semakin dinamis.
“Pengangguran usia muda masih menjadi tantangan yang harus kita jawab bersama. Karena itu, Jakut Hub dibentuk sebagai semacam inkubator bagi generasi Z di Jakarta Utara. Ini menjadi wadah untuk berkumpul, bertukar gagasan, mengembangkan kreativitas, sekaligus meningkatkan kemampuan,” ujar Ruki.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital harus dipandang sebagai peluang untuk meningkatkan kapasitas diri, bukan sekadar ruang hiburan. Generasi muda perlu diarahkan agar mampu menggunakan waktu di dunia digital untuk mempelajari berbagai keterampilan baru yang memiliki nilai tambah.
“Dunia nyata dan dunia digital harus bisa berjalan beriringan. Anak-anak muda harus mampu memanfaatkan waktu di dunia digital untuk menambah skill, membangun jejaring, menghasilkan karya, bahkan membuka peluang usaha yang nantinya juga dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” tuturnya.
Ruki menambahkan, keberadaan Jakut Hub diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi bagi anak muda untuk saling menguatkan, menggali potensi, serta menemukan peluang baru melalui pemanfaatan teknologi dan kreativitas.
“Manfaatkan Jakut Hub sebaik-baiknya. Kami ingin anak-anak muda Jakarta Utara menjadi generasi yang berdaya, produktif, mandiri, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Jangan hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pencipta karya dan peluang,” harapnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP), Nur Iswan, menilai perkembangan ekosistem digital saat ini membuka peluang besar bagi generasi muda untuk membangun **digital value** dari setiap karya yang dihasilkan. Menurutnya, menjadi content creator tidak cukup hanya dengan memiliki ide dan kemampuan teknis, tetapi juga membutuhkan sikap dan konsistensi dalam menjalani proses.
Berbagi pengalamannya sebagai seorang YouTuber, Nur Iswan mengatakan setiap anak muda, khususnya Gen Z, pada dasarnya memiliki potensi untuk berkembang di dunia digital. Namun, potensi tersebut perlu diikuti dengan tiga hal utama, yakni skill, attitude, dan consistency
“Setiap Gen Z itu sebenarnya punya potensi untuk menjadi bagian dari dunia digital creator. Tetapi untuk bisa berhasil, tidak cukup hanya punya ide dan skill. Harus ada attitude yang baik dan yang paling penting adalah konsistensi. Skill bisa dipelajari, attitude menentukan bagaimana kita menjalani proses, sedangkan konsistensi yang membuat kita terus berkembang dan menghasilkan karya,” ujar Nur Iswan.
Menurutnya, digital value tidak semata-mata diukur dari jumlah pengikut atau banyaknya penonton, tetapi juga dari seberapa besar sebuah karya mampu memberikan nilai, baik dalam bentuk pengetahuan, inspirasi, kreativitas maupun peluang ekonomi.
Karena itu, generasi muda perlu mulai melihat media digital sebagai ruang untuk membangun portofolio, personal branding, jejaring, hingga peluang usaha.
“Jangan berpikir bahwa menjadi content creator hanya soal viral atau mendapatkan banyak views. Ada digital value yang bisa dibangun dari setiap karya. Ketika konten kita memberikan informasi, menginspirasi orang, menghibur, atau bahkan membuka peluang ekonomi, di situ sebenarnya ada nilai yang kita ciptakan,” jelasnya.
Nur Iswan juga menekankan bahwa tantangan terbesar bagi anak muda sering kali bukan pada keterbatasan ide, melainkan keberanian untuk memulai. Menurutnya, ide yang bagus tidak akan pernah menjadi karya apabila tidak segera diwujudkan melalui proses eksekusi.
“Yang paling penting adalah mulai. Karena ide tidak akan pernah menjadi karya kalau tidak dimulai dan dieksekusi. Jangan menunggu semuanya sempurna. Mulai dari apa yang kita punya, pelajari dari prosesnya, evaluasi, lalu konsisten memperbaikinya. Dari situlah skill dan karya kita akan berkembang,” tegas Nur Iswan.
Ia berharap Jakut Hub dapat menjadi ruang yang mendorong anak muda Jakarta Utara untuk berani memulai, tidak takut mencoba, serta menjadikan teknologi sebagai sarana untuk menghasilkan karya yang memiliki nilai.
“Saya berharap dari Jakut Hub ini anak-anak muda tidak hanya mendapatkan inspirasi, tetapi juga berani mengeksekusi ide. Karena pada akhirnya, yang membedakan antara ide dan karya adalah keberanian untuk memulai,” pungkasnya.
Pembina Jakut Hub, Ikhwan Ridwan Boim, mengatakan Jakut Hub hadir sebagai ruang yang memberikan kesempatan kepada anak muda Jakarta Utara untuk bertemu, berkolaborasi, dan mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki.
“Jakut Hub ini bukan hanya tempat berkumpul, tetapi bagaimana kita menciptakan ekosistem anak muda yang bisa saling menginspirasi dan berkolaborasi. Banyak anak muda memiliki ide dan kreativitas yang luar biasa, tetapi terkadang mereka membutuhkan ruang, teman, dan ekosistem untuk mengembangkan ide tersebut menjadi sebuah karya,” ungkap Boim.
Menurutnya, perkembangan media digital memberikan peluang yang sangat besar bagi generasi muda untuk memperkenalkan karya sekaligus membangun potensi ekonomi.
“Sekarang siapa pun bisa berkarya dan memiliki panggungnya sendiri melalui media digital. Tinggal bagaimana anak-anak muda ini mampu menggunakan teknologi secara positif, konsisten mengembangkan kemampuan, dan menghasilkan konten atau karya yang memiliki nilai,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan dialog tersebut dapat menjadi pemantik bagi generasi muda Jakarta Utara untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga berani menjadi kreator dan inovator.
“Kami ingin Jakut Hub menjadi rumah bersama bagi anak-anak muda Jakarta Utara. Dari sini mudah-mudahan lahir lebih banyak karya, komunitas, kolaborasi, bahkan peluang usaha baru. Jadi, anak muda bukan hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga ikut menciptakan perubahan,” pungkasnya.



























































