GWI Banten Akan Aksi Demo, Pejabat DLH Tangsel Makin ‘Kebal Hukum’? Dugaan Korupsi Rp 37 Miliar Mandek di Kejaksaan

- Jurnalis

Minggu, 9 November 2025 - 20:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GWI Banten: “Tangkap dan Penjarakan! Pejabat DLH Tangsel Diduga Tantang APH di Tengah Skandal Korupsi Rp 37 Miliar”

Tangerang Selatan, 9 November 2025 — Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Provinsi Banten, yang diketuai Syamsul Bahri, menunda rencana aksi demonstrasi di depan Kantor Wali Kota dan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang Selatan karena padatnya agenda.
Penundaan ini disampaikan Syamsul Bahri melalui pesan singkat kepada seluruh DPC GWI se-Provinsi Banten.

Sebelumnya, dalam rapat internal di Kantor DPD GWI Banten, Jalan Veteran, Kota Tangerang, disepakati bahwa GWI Banten akan segera melayangkan surat pemberitahuan aksi ke Polres Tangerang Selatan. Aksi ini direncanakan sebagai bentuk desakan atas dugaan lambannya penanganan kasus korupsi di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan.

Menurut Syamsul Bahri, pihaknya telah berkoordinasi dengan salah satu Kepala Seksi di Kejari Tangerang Selatan terkait laporan dugaan tindak pidana korupsi tersebut. Namun, hingga kini belum ada perkembangan berarti, sehingga memunculkan dugaan bahwa ada oknum pejabat DLH yang terkesan “menantang aparat penegak hukum (APH)” dan “kebal hukum.”

“Isu soal oknum yang merasa kebal hukum dan menantang APH akan kami buktikan. Slogan kami jelas — Tangkap dan Penjarakan pejabat DLH Tangsel yang terlibat korupsi dana honorarium tenaga non-ASN dan dana kompensasi TPAS Cilowong,” tegas Syamsul Bahri kepada sejumlah awak media.

Baca Juga:  Satgas Yonif 310/KK Tingkatkan Kualitas Kesehatan di Pegunungan Bintang

Dugaan Korupsi Dana Honorarium Non-ASN dan Kompensasi Sampah

Berdasarkan data tahun anggaran 2023, DLH Kota Tangerang Selatan merealisasikan dana sebesar Rp 65.608.264.474 untuk membayar honorarium 1.215 tenaga non-ASN yang terdiri dari tenaga kebersihan, mandor, sopir, keamanan, office boy, hingga tenaga konstruksi.

Besaran upah diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwako) Nomor 9 Tahun 2023, perubahan kedua atas Perwako Nomor 86 Tahun 2022 tentang Standar Satuan Harga (SSH). Rata-rata upah tenaga non-ASN berkisar Rp 2.500.000–Rp 3.000.000 per bulan.

Jika dihitung rata-rata, seharusnya total anggaran upah tenaga non-ASN selama satu tahun sebesar Rp 43,74 miliar. Namun, dari laporan keuangan yang terealisasi sebesar Rp 65,6 miliar, terdapat selisih sekitar Rp 21,86 miliar yang diduga kuat menjadi potensi kerugian negara.

Pejabat yang disebut-sebut terlibat antara lain:

  1. Kepala Bidang Kebersihan
  2. Kepala UPTD Pengelolaan Sampah
  3. Kepala Subbagian Keuangan

Dana Kompensasi TPAS Cilowong

Kasus serupa juga ditemukan dalam dana kompensasi dampak negatif pengelolaan sampah di TPAS Cilowong, Kota Serang, tahun 2023.
DPRD Kota Tangerang Selatan menyetujui anggaran sebesar Rp 21,7 miliar, atau sekitar 10 persen dari nilai retribusi pengelolaan sampah sebesar Rp 175.000 per ton.

Baca Juga:  Polres Pelabuhan Tanjung Priok Ungkap Pengoplos Gas 3 Kg Subsidi ke Tabung Portable

Dana ini seharusnya diberikan kepada empat kampung penerima kompensasi — Cilongok, Pasir Gadung, Cibedug, dan Kubang — dengan total 600 kepala keluarga (KK) penerima, masing-masing Rp 600.000 per bulan.
Jika dikalkulasi, kebutuhan dana kompensasi hanya sekitar Rp 4,32 miliar per tahun, namun anggaran yang terealisasi mencapai Rp 20,41 miliar, sehingga terdapat selisih sekitar Rp 16,09 miliar yang berpotensi dikorupsi.


Total Kerugian Negara dan Dasar Hukum

Jika dijumlahkan, total dugaan kerugian negara dari dua sumber anggaran — honorarium tenaga non-ASN dan kompensasi TPAS Cilowong — mencapai Rp 37.962.889.474.

Atas dugaan penyalahgunaan wewenang dan jabatan tersebut, para pejabat yang terlibat disinyalir melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.

GWI Banten menegaskan akan terus menyoroti kasus ini hingga aparat penegak hukum menindak tegas para pejabat yang diduga terlibat.

Sumber Berita: Gabunganga Wartawan Indonesia (GWI)

Berita Terkait

Kasus Dugaan Perselingkuhan W dan O Kembali Disorot, Teman Lama Minta Proses Hukum Segera Dituntaskan
Festival Kalibaru 2026 Semarak, 400 Perahu Nelayan Meriahkan Parade Pesisir Jakarta Utara
Viral! Diduga Persiapkan Senjata Tajam di Dalam Andrew Party Mart Sunter, Polisi Diminta Bertindak
Kebakaran Lahan Kosong di Cilincing, Polisi Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa
Kebakaran Lahan Kosong di Nusa Kirana Rorotan, 14 Unit Damkar Dikerahkan
Wali Kota Batu Lepas Peserta Muktamar NU, Doakan Keselamatan hingga Kembali ke Kota Batu
Budiyono Tegaskan Pendampingan Karyawan PTPN I Bukan untuk Kembali Jadi Pegawai
Gemerlap Spa Ibu Kota di Tengah Dugaan Prostitusi Terselubung, Siapa yang Mengawasi?

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:25 WIB

Kasus Dugaan Perselingkuhan W dan O Kembali Disorot, Teman Lama Minta Proses Hukum Segera Dituntaskan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:50 WIB

Festival Kalibaru 2026 Semarak, 400 Perahu Nelayan Meriahkan Parade Pesisir Jakarta Utara

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:42 WIB

Viral! Diduga Persiapkan Senjata Tajam di Dalam Andrew Party Mart Sunter, Polisi Diminta Bertindak

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:17 WIB

Kebakaran Lahan Kosong di Cilincing, Polisi Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:58 WIB

Kebakaran Lahan Kosong di Nusa Kirana Rorotan, 14 Unit Damkar Dikerahkan

Berita Terbaru