BOGOR,teropongrakyat.co – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan derasnya arus konten digital, media siber ifakta.co terus memperkuat perannya sebagai media yang tidak hanya menyajikan berita, tetapi juga menjadi pusat pendidikan jurnalistik dan pengembangan literasi media bagi masyarakat Indonesia.
Melalui berbagai program pelatihan, bimbingan teknis (Bimtek), seminar, hingga workshop, ifakta.co berkomitmen mencetak sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kemampuan jurnalistik, berpikir kritis, serta mampu menyaring informasi secara bijak di tengah maraknya penyebaran hoaks.
Program pendidikan jurnalistik yang dikembangkan ifakta.co lahir dari kepedulian para jurnalis, pegiat literasi, dan aktivis pers terhadap masih rendahnya tingkat literasi media di masyarakat.
Kemudahan mengakses informasi melalui media digital tidak selalu diikuti dengan kemampuan masyarakat dalam memverifikasi kebenaran informasi, sehingga berbagai bentuk misinformasi dan disinformasi masih mudah menyebar.
Berangkat dari kondisi tersebut, ifakta.co menghadirkan ruang belajar yang terbuka bagi pelajar, mahasiswa, guru, komunitas, hingga masyarakat umum yang ingin memahami dunia jurnalistik secara profesional sekaligus meningkatkan kecakapan digital.
Dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Jurnalistik yang digelar di kawasan Cisarua, Kabupaten Bogor, Wakil Pemimpin Redaksi ifakta.co, Mubinoto Amy, menegaskan bahwa lembaganya akan terus beradaptasi dengan perkembangan industri media modern melalui berbagai program pelatihan yang relevan.
Menurutnya, peserta tidak hanya dibekali kemampuan dasar menulis berita, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai produksi konten digital, teknik wawancara, etika jurnalistik, fotografi jurnalistik, hingga pemanfaatan teknologi dalam industri media.
“Media siber ifakta hadir untuk membentuk SDM yang kritis, berintegritas, dan mampu menghasilkan karya jurnalistik yang bertanggung jawab. Media harus kembali menjadi ruang klarifikasi, bukan arena memperkeruh informasi,” ujar Amy, Sabtu (25/7).
Amy mengatakan tantangan dunia media saat ini semakin kompleks. Karena itu, seorang jurnalis maupun kreator konten dituntut tidak hanya mampu menyampaikan informasi secara cepat, tetapi juga harus menjunjung tinggi prinsip akurasi, keberimbangan, dan tanggung jawab kepada publik.
Ia berharap para lulusan program pendidikan jurnalistik ifakta.co mampu berkiprah di berbagai sektor industri komunikasi, mulai dari media massa, content writing, fotografi, videografi, public relations, komunikasi digital, hingga pengelolaan media sosial secara profesional.
Selain memberikan pelatihan teknis, ifakta.co juga secara aktif mengembangkan program literasi media dan gerakan anti hoaks melalui seminar, diskusi publik, workshop, serta kelas edukasi di berbagai daerah.
Program tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih cermat dalam menerima, memverifikasi, dan menyebarluaskan informasi. Edukasi mengenai etika bermedia sosial, keamanan digital, serta cara mengenali berita palsu menjadi bagian penting dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan.
“Kami ingin ekosistem media Indonesia semakin sehat.
Melalui program pendidikan, riset, dan inkubasi penulis muda, YRPN berupaya memberikan kontribusi nyata bagi kualitas jurnalisme di Indonesia,” ujarnya.
Ke depan, ifakta.co menargetkan diri menjadi pusat pendidikan jurnalistik yang kredibel dan terpercaya serta menjadi mitra strategis bagi sekolah, perguruan tinggi, instansi pemerintah, komunitas, hingga organisasi masyarakat dalam memperkuat budaya literasi di Indonesia.
Dengan mengedepankan profesionalisme, integritas, serta semangat mencerdaskan kehidupan bangsa, ifakta.co optimistis dapat melahirkan generasi jurnalis dan pegiat komunikasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai jurnalisme yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.


























































