Jakarta Utara, TeropongRakyat.co – Terkait maraknya parkir liar di Jalan Sunter Karya Utara 6, Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Lurah Sunter Agung Teguh Subroto menyampaikan bahwa pihak kelurahan telah mengajukan usulan penataan kawasan melalui pembangunan trotoar kepada Dinas Bina Marga. Sabtu, (10/01/2026).
Menurut Teguh, pembangunan trotoar dinilai sebagai salah satu solusi penataan jangka panjang agar badan jalan tidak kembali digunakan sebagai lokasi parkir liar, sekaligus mengembalikan hak pejalan kaki.
“Usulan saya untuk penataan dengan pembangunan trotoar,” ujar Teguh saat dikonfirmasi.
Namun demikian, Lurah Teguh menegaskan bahwa usulan tersebut belum direalisasikan dan masih harus melalui mekanisme pembahasan lintas sektor. Penanganan parkir liar sendiri, lanjutnya, tidak bisa dilakukan sepihak dan membutuhkan koordinasi terpadu antarinstansi.
“Ooo, belum. Ini perlu dirapatkan terpadu. Hal pengaduan parkir bisa melalui kanal CRM, nanti ditindaklanjuti oleh Dishub. Dan jika dirasa perlu kebijakan final, baru dirapatkan di level kecamatan atau kota. Karena perlu kolaborasi lintas sektoral,” jelasnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa hingga kini penanganan parkir liar di lokasi tersebut masih berada pada tahap usulan dan koordinasi, meski sebelumnya Dinas Perhubungan Jakarta Utara telah menyatakan bahwa parkir di Jalan Sunter Karya Utara merupakan parkir liar, tidak memiliki izin, serta tidak ada penugasan resmi juru parkir dari Unit Pengelola Perparkiran.
Kondisi ini kembali memunculkan kritik dari masyarakat. Warga menilai, meskipun mekanisme birokrasi perlu ditempuh, penertiban di lapangan seharusnya bisa dilakukan lebih cepat, mengingat status pelanggaran sudah jelas dan dampaknya langsung dirasakan, seperti kemacetan serta terganggunya keselamatan pejalan kaki.
Publik kini menunggu hasil nyata dari kolaborasi lintas sektoral yang dijanjikan. Tanpa langkah konkret dan waktu yang jelas, usulan penataan dikhawatirkan hanya akan berhenti di meja rapat, sementara parkir liar tetap berlangsung di lapangan.























































